Categories BudayaHinduSatyagraha

BALI HARUS PILIH CALEG YANG KOMIT DENGAN DRESTA ADAT DAN BUDAYA HINDU

MARHAENISME – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Semeton Kuta dan Semeton Pecatu, Badung

ARYA WEDAKARNA PANEN DUKUNGAN DI KUTA DAN KUTA SELATAN

Senator DPD RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menegaskan bahwa Bali sangat berkepentingan untuk memilih calon legislatif ( caleg ) baik di DPR, DPD, DPRD yang paham akan kondisi kebutuhan Bali yang dibangun dengan nilai nilai dasar adat istiadat Bali. Maka dari itu, warga adat di Bali wajib untuk mendukung semeton krama Bali yang berlaga diperhelatan politik , termasuk memilih Calon Presiden RI yang pro terhadap nasib minoritas dinegeri ini karena NKRI adalah negara kesatuan bukan negara berbasis agama tertentu. Demikian ungkap Senator Arya Wedakarna ( AWK ) yang hadir didua wilayah kecamatan di Badung yakni di Kuta dan Kuta Selatan. “Menjelang pemilu, ngiring semeton di Bali, coba renungi bahwa perjuangan Bali ditingkat pusat, juga memperjuangkan eksistensi kebudayaan kita yang dijiwai nilai agama Hindu. Jadi pilihlah caleg yang paham dengan dresta adat Bali, paham dengan pengider ider jagat bhuwana Bali dan paham akan kebutuhan Bali yang memiliki 1498 desa adat dan kurang lebih 10.000 banjar adat diseluruh Bali ini. Karena jika tidak, maka perjuangan untuk menjadikan Bali Berdaulat Trisakti akan tertunda.Ngiring, kesampingkan perbedaan, saatnya bersatu agar Bali bisa ajeg dibidang kebudayaan. “ungkap Gusti Wedakarna. Iapun meminta kepada warga di Kuta Selatan, agar tetap memiliki semangat dalam menjadikan Kuta sebagai basis pariwasata di Bali. “Bagi tiang, Kuta itu tidak akan pernah tergantikan. Kuta adalah Bali dan Bali adalah Kuta, itu harga mati. Tapi masalahnya,apakah Kuta yang sekarang sama dengan Kuta dimasa lalu ? Sekarang banyak beban pembangunan di Kuta. Kemacetan, angka kriminalitas tinggi, persaingan dalam bidang ekonomi, kualitas turis yang datang ke Kuta sebagian sudah bukan turis kelas satu lagi, termasuk kontrol pendatang yang kurang selektif. Wajah kuta sudah berubah pasca Bom Bali I dan itu harus ada pembenahan luar dalam. Selama ini saya rasa Kuta sudah banyak diabaikan dari segi kue pembangunan dan kita butuh wakil wakil rakyat yang bisa berjuang keras dan kritis untuk membangun Badung Selatan untuk lebih tertata lagi. Dukungan tiang selalu untuk warga Kuta yang hebat hebat. “ungkap Gusti Wedakarna. Hal senada diungkap oleh AWK saat hadir di Pecatu, yang dikenal sebagai basis AWK pada Pemilu 2014 lalu. Iapun meminta kepada warga Pecatu dan Kuta Selatan umumnya, untuk mempertahankan harga diri dan kedaulatan ekonomi khususnya dibidang pariwisata. “Warga Pecatu memiliki etos kerja yang tinggi. Jas Merah menunjukkan bagaimana bukit kapur di Pecatu dulu, kini bisa dirubah oleh leluhur warga Pecatu dan jadi pusat destinasi wisata kelas satu. Ini adalah perjuangan semeton semua tapi jangan sampai kedaulatan ekonomi pariwisata kita direbut oleh asing, direbut oleh imigran yang tidak hormat pada budaya kita. Semeton Pecatu harus jadi tuan rumah ditanah sendiri dan itu perlu dukungan politik dan akses. Apalagi kini jumlah krama nuwed di Bali semakin menurun dari hari kehari dibanding tamiu. Dan ini berbahaya dari sudut pandang ketahanan budaya. Kedepan ini bisa ditanggulangi dengan baik, tentu sesuai dengan aturan dan perundang – undangan yang ada. Dan Pecatu harus menjadi contoh terbaik hal ini. “ungkap Gusti Wedakarna. Dan terkait dengan Pemilu 2019 nanti, Senator AWK menyampaikan harapannya, agar umat Hindu di Bali percaya diri terhadap calon calon mereka yang berasal dari krama adat dan agar percaya dengan mekanisme yang ada. “Jangan percaya dengan politik klaim, politik ancam dan politik hoax. Itu sudah menjadi kebiasaan permainan kelompok kelompok anti Pancasilais. Pemilu 2019 harus aman dan tertib. Umat Hindu sebagai mayoritas diBali pasti akan sukses menempatkan wakil wakil terbaiknya dilevel apapun, termasuk juga orang Bali tentu punya Capres yang baik. Ngiring masikian, musuh Bali hanya takut jika orang Bali bersatu, karena jika Bersatu tidak ada yang bisa mengalahkan Bali. Ini sudah terbukti 500 tahun leluhur kita mempertahankan Bali dan sukses. “pungkas
AWK yang peraih suara terbanyak di Kabupaten Badung pada Pemilu 2014 silam ini. Dalam Pemilu 2019 ini AWK mendapatkan nomer urut 42 di kertas suara ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *