Categories BudayaHindu

JAGA KEBERADAAN UMAT, WEDAKARNA MINTA KRAMA DIBALI SAVE KB BALI

FOTO – Staf Khusus DPD RI B.65 Bersama Kedua Mempelai I Dewa Gede Suarbawa Dengan Ni Putu Nopiyanti, SE

STAF KHUSUS DPD RI B.65 HADIRI PAWIWAHAN I DEWA GEDE SUARBAWA DENGAN NI PUTU NOPIYANTI, SE

Disibukkan dengan swadharmanya mewakili Bali di Parlemen sebagai seorang Senator, Gusti Wedakarna tetap menyempatkan waktu dan pikirannya untuk tetap menyama braya ke khalayak masyarakat Bali. Hal itu dapat dilihat saat dirinya mengutus Staf khususnya untuk menghadiri resepsi Pawiwahan I Dewa Gede Suarbawa Dengan Ni Putu Nopiyanti, SE di Desa Banjar Tegeha Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng. Kedatangan Staf Khusus DPD RI B.65 Provinsi Bali disambut dengan baik oleh kedua mempelai berserta keluarga yang turut hadir pada kesempatan tersebut. Melalui Ricky Sembiring, S.H, M.H, (Staf Khusus DPD RI B.65) menyampaikan permohonan maaf jika Pak Senator belum bisa hadir pada acara pawiwahan hari ini mengingat masih dalam giat kunjungan kerja di Eropa selaku Anggota DPD RI.
sMenanggapi hal itu, Dewa Gede Suarbawa selaku mempelai mengatakan bahwa walaupun Gusti Wedakarna masih melaksanakan tugas,akan tetapi dirinya secara pribadi dan atas nama keluarga sangat berterima kasih kepada Gusti Wedakarna yang masih menyempatkan diri dan memikirkan untuk menghadiri undangan yang sangat sederhana ini, ia berharap dengan kedatangan utusan Gusti Wedakarna, kedepan terjalin hubungan persaudaraan yang baik. ” Kata Suarbawa
Sementara itu, ditempat terpisah Gusti Wedakarna menyampaikan selamat berbahagia pada kedua mempelai dan berpesan agar kedepan kedua mempelai sebagai pasangan suami istri selalu melakukan karma baik agar kelak anak yang dilahirkan menjadi anak yang suputra. Apalagi sebagai pasangan baru, tentu dalam membangun rumah tangga tidaklah mudah, butuh komitmen yang kuat untuk saling menjaga satu sama lain. Ia juga berharap agar kedua mempelai terus menanamkan dan menguatkan nilai-nilai ajaran Hindu sebagaimana yang diajarkan pada nilai-nilai kitab suci Veda kepada anak yang kelak dilahirkan.” Kata Wedakarna yang juga merupakan calon DPD RI Dapil Bali Nomor Urut 42 itu.
Tak lupa,ia juga memesankan agar nantinya kedua mempelai ikut serta untuk mendukung dan melestarikan program KB Bali 4 sebagai sasana orang bali yang memiliki 4 orang anak sesuai dengan konsep catur warna (Brahmana, Ksatria, Weisya dan Sudra) sebagai bentuk pertahanan dan kelestarian dalam menjaga keberadaan umat Hindu Bali.
“ Saya harap krama bersama-sama menjaga tradisi Nyoman dan Ketut agar hilang dari tanah Bali, mengingat saat ini fakta dilapangan jumlah krama Adat Hindu di Bali sedikit demi sedikit mulai mengalami penyusutan. Saya harap ini menjadi evaluasi kita bersama. Sudah saatnya krama Bali khususnya generasi muda sebagai pengawal dan pendukung budaya Bali mempertahankan program KB Bali sebagai wujud daerah yang militan terhadap ajaran Tri Sakti Marhaenisme Bung Karno salah satunya dengan menjaga nilai-nilai kearifan lokal kita di Bali.” (Hms)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *