Categories BudayaHindu

ANAK MUDA BULELENG INGINKAN WAKIL RAKYAT YANG TIDAK MEMILIKI BEBAN MASA LALU

MARHAENIS – Senator DPD RI, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Panen Dukungan Di Busung Biu Buleleng

SEJUMLAH SULINGGIH DI BUSUNG BIU RESTUI ARYA WEDAKARNA

Generasi muda Buleleng khususnya di Kecamatan Busungbiu mulai bergerak. Cita cita agar anak muda milenial semakin melek politik dan semakin paham wawasan politik Marhaenisme kian tercapai, dan hal ini yang diinginkan oleh kaum muda Buleleng yang mana Buleleng selama ini dikenal sebagai basis dan lumbung dari pendukung ajaran Bung Kano, putra Sang Fajar yang juga Putra Buleleng. Sebagaimana diungkapkan oleh Komang Ardi Wiryawan ( Ketua Gerakan Pemuda Marhaen / GPM Buleleng ) yang menyatakan bahwa umat Hindu di Buleleng khususnya kaum muda milenial kian solid dalam memilih sosok Arya Wedakarna ( AWK ) sebagai wakil rakyat di DPD RI Periode 2014 – 2019. “Memilih wakil rakyat di Jakarta, bukan sebuah perkara main – main. Wakil Bali di Senayan, haruslah semeton Bali yang paham akan dresta budaya Bali yang dijiwai oleh agama Hindu, perlu karakter berani melawan keputusan pusat yang tidak pro minoritas dan yang penting muda usia serta enerjik. Dan selama 5 tahun terakhir ini, kinerja Ajik AWK sebagai Senator dan wakil rakyat Bali sangat membanggakan dan menonjol, bukan saja memperjuangkan Hindu di Bali tapi juga diluar Bali. Dan kami anak muda Buleleng mendukung penuh Ajik AWK. “ungkap Komang Ardi Wiryawan. Hal senada diungkap oleh Gede Setia Dharma, SE yang juga menyatakan dukungan penuh kepada Ajik AWK. “Kami di Buleleng telah membentuk relawan AWK, dan kami murni berjuang demi beliau. Belum pernah kami melihat sosok wakil rakyat yang begitu tulus berjuang untuk Hindu Bali. Banyak caleg hanya muncul saat menjelang Pemilu dan itu kami tolak. Kami akan pilih wakil rakyat yang kinerjanya jelas dan juga jejak rekamnya baik serta tidak memiliki beban masa lalu serta berani mabela pati dan itu ada di Ajik AWK. Buleleng siap membantu perjuangan beliau. “ungkap Gede. Terkait harapan masyarakat, Senator AWK memberikan apresiasi dan mengajak generasi muda di Buleleng untuk semakin mulat sarira, agar perjuangan Bali Berdaulat semakin nyata dan semuanya itu hanya bisa melalui jalur politik. “Pemilu 2019 ini bagi tiang adalah panggung untuk mendidik kader muda secara politik, bukan hanya sekedar merebut kursi. Itu nomer sekian. Bertemu dengan ribuan semeton dan bisa memberikan jnana dan wawasan Pancasila kepada masyarakat Bali, itu sudah membahagiakan tiang. Ini yang menjadikan tiang selalu semangat turun ke bawah. Lagi pula selama berkiprah dipolitik tiang tidak pernah merasa berjanji atau terikat dengan hal hal materi kepada semeton, tiang ingin menciptakan trademark bahwa politik itu suci, politik Satyagraha Hindu layak diperjuangkan dan politik itu adalah jalan revolusioner untuk merubah nasib kaum marhaen. Ngiring mulat sarira dan melek politik. “ungkap Gusti Wedakarna. Iapun tidak memasang target terlalu tinggi di Pemilu 2019, walau secara fakta AWK adalah pemenang suara terbanyak di Pemilu 2014 silam. “Ingat saja filosophy Bhagawan Gita, Karmany Eva Dhikaraste Mapalesu Kadacana. Berjuang saja tanpa memikirkan hasil, yang penting bekerja dengan jujur dan apa adanya. Selanjutnya urusan Tuhan. Yang penting Bali aman saat Pemilu, Indonesia tidak rusuh dan damai. Jika itu terwujud, tiang anggap perjuangan tiang sudah sukses. Caleg itu harus Pancasila, karena pesta demokrasi adalah sub, bukan tujuan tapi alat memperjuangkan kedaulatan kita. “ungkap Gusti Wedakarna yang peraih suara tertinggi 178.934 suara saat Pemilu 2014. Dalam pertemuan di Busung Biu, Senato AWK bertemu dengan sejumah sulinggih dan pemangku serta mengunjungi sentra ekonomi kreatif anak muda Bali di Pelapuan. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *