Categories BudayaHindu

PERSATUAN WARGA BALI MULA DAN BALI MAJAPAHIT SANGAT DITAKUTI OLEH MUSUH MUSUH BALI

MARHAENIS – Senator DPD RI, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bertemu dengan tokoh adat Desa Bali Mula di Pedawa Buleleng

TOKOH DESA TUA PEDAWA BERI DUKUNGAN PENUH KE WEDAKARNA

Salah satu kekhawatiran dari musuh – musuh umat Hindu di Bali adalah bersatunya orang Bali sebagaimana para leluhur Bali menjaga kejayaan Bali selama 500 tahun pasca Sandyakalaning Majapahit. Jika umat Hindu bersatu padu, maka segala kepentingan Bali, baik dalam melestarikan adat budaya, mempercedas sumber daya manusia dan menciptakan kesejahteraan umat akan tercapai. Hal ini terus digelorakan oleh Senator DPD RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, menyambangi desa tua Pedawa Buleleng yang hadir dengan membawa misi mensosialisasikan Piagam Tantular. Bertemu dengan sejumlah tokoh tokoh Desa Tua Buleleng di Buleleng, Senator Arya Wedakarna ( AWK ) mendapatkan dukungan moral untuk tetap bisa berkiprah membela kepentingan Hindu Dharma dipusat. “Bali ini sudah terancam dari segi eksistensi politik, ekonomi dan budaya. Maka dari itu, jika saja pemimpin di Bali ini konsisten melaksanakan Tri Sakti Marhaenisme Bung Karno, pasti Bali akan terjaga dengan baik. Pemimpin Bali disegala bidang, harus paham bahwa kedaulatan Bali terletak dari SDM nya, dan kita butuh banyak anak anak muda Hindu yang mampu menjadi tameng dalam perjuangan Bali saat ini dan kedepan. Dan itu harus dikade sekarang juga. “ungkap AWK. Iapun menyampaikan bahwa kedepan, persatuan antara warga Bali Mula dan warga Bali Majapahit harus bersatu padu dengan payung besar Hiindu Dharma. “Bali Mula itu adalah warga asli Bali, pemilik sah pulau ini jauh sebelum ekspedisi Majapahit ke Bali. Sedangkan mayoritas hampir diatas 95 persen umat Hindu di Bali adalah warga Bali Majapahit, keturunan dari para Brahmana, Ksatria danWaisya dari tanah Jawa yang datang ke Bali saat kejayaan Tri Bhuwana Tungga Dewi dan juga saat Kerajaan Majapahit di Jawa sandyakalaning. Maka dari itu saya mengajak kepada semua uma Hindu, eling pada leluhur karena leluhur kita ini satu dan yang bisa mempersatukan adalah Hindu Dharma. Dan saya harap warga Buleleng menjadi yang terbaik diantara semuanya, karena Buleleng pernah melahirkan dua pahlawan nasional yakni Bung Karno dan Mr Gusti Ketut Pudja. “ungkap AWK yang juga President The Sukarno Center ini. Maka dari itu, Senator AWK bepesan, agar seluruh warga didesa tua di Bali agar memprioritaskan perjuangan dalam bidang pendidikan ( jnanan ) dan ekonomi ( artha ), agar kedaulatan Bali tidak hilang tenggelam. “Di Buleleng ini ada desa tua di Bali, seperti Sidatapa, Cempaga, Tigawasa, Pedawa ( SCTP ) yang merupakan desa teladan di Bali. Ditempat ini tradisi berjalan dengan baik, ketahanan budayanya sangat kuat, karakter masyarakatnya “katos” atau militan terhadap budaya Hindu dan anak – anak mudanya terkenal pemberani di Bali ini. Maka pertahankan lah tradisi ini. Jangan sampai Desa Tua di Bali diganggu oleh pendatang yang anti Pancasila, jangan sampai ada simbol simbol kelompok radikal menyusup kedesa. Perketat regulas pendatang, kuatkan perarem dan awig awig, serta cerdaskan kehidupan anak anak muda agar mereka bisa memperoleh pekerjaan yang mapan. Astungkaran jika ketahanan ekonomi mereka kuat, maka Bali akan bertahan dari pralaya sekala. Jangan sampai mengulangi kesalahan leluhur kita yang lalai mengurusi pawongan dan palemahan, sehingga orang Bali mulai tersisih ditempat sendiri. Kita harus segera bergerak. “ungkap Gusti Wedakarna. Secara umum, saat kunjungan ke Pedawa, Senator AWK merasa puas dengan pembangunan dan juga penataan desa yang sudah kian rapi, termasuk munculnya sentra sentra ekonomi kreatif seperti industri gula aren Pedawa dan juga Rumah Hobit serta situs rumah Tua Bandung Rangki di Pedawa. “Walau sederhana, walau anggaran pembangunan desa tidak seberapa, tapi Desa Pedawa benar benar berdikari hebat. Pertahankan, agar Hindu Bertahan. Terimakasih pada warga desa dan prajuru adat serta pengurus di Desa yang sudah bekerja keras. “ungkas AWK yang di Pemilu 2019 ini yang juga Caleg DPD RI Nomer Urut 42. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *