Categories BudayaHindu

WEDAKARNA BERPESAN AGAR ORANG TUA DIDESA BERI PANGGUNG KEPADA ANAK MUDA UNTUK TAMPIL MEMIMPIN

MARHAENIS – Senator DPD RI, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama generasi muda Hindu di Karanggasem dan Klungkung

SENATOR HADIR DI PINGGAN BANGLI DAN BANJARANGKAN KLUNGKUNG

Salah satu ciri sehatnya organisasi adalah dengan berjalannya proses kaderisasi yang didorong pasti oleh orang orang tua kepada anak anak muda sebagai calon pemimpin masa depan. Hal ini sangat penting, mengingat sikap sportif dan fair atas prestasi dan kinerja anak anak muda khususnya generasi Hindu harus dikenalkan sejak dini. Jika berjalan alamiah, maka kedepan Bali tidak akan pernah khawatir akan masa depan dirinya, termasuk pertahanan agama Hindu dan budaya Bali. Demikian diungkap oleh Senator DPD RI utusan Bali Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarn MWS III usai menghadiri upacara adat Warga Pesek di Desa Duda , Selat Karangasem. Dalam kesempatan itu, Arya Wedakarna ( AWK ) menyatakan bahwa masih banyak ditemukan sejumlah karakter negatif pada sebagia orang – orang Bali yang harus segera dihilangkan, yakni sikap belog ajum, suryak siu, de ngaden awak bisa, gugon tuwon dan juga jele iri ati yang sampai saat ini masih menghalangi orang orang Bali to the next level . “Kita harus akui, dibalik kebudayan Bali yang luar biasa hebat, ada sebagian sifat sifat negatif manusia Bali yang harus dihilangkan, dan ini hanya bisa dilakukan oleh generasi milenial. Orang tua berperan untuk mendorong agar lahir anak anak muda Bali berkarakter Dewata, berkarakter suci dan juga sportif. Salah satu caranya, orang tua didesa, dikeluarga dan juga dikomunitas harus bisa memberikan panggung pada anak anak mudanya agar berani tampil dan percaya diri sehingga generasi Hindu Bali memiliki sifat superior, pede dan agurmentatif serta berani berdebale terhadap pendatang yang anti Pancasilias termasuk tidak takut menghadapi globalisasi. “ungkap AWK. Hal senada juga ia sampaikan usai acara di Pura Puseh Bumbungan Banjarangkan Klungkung yang mana AWK mengingatkan bahwa masadepan agama Hindu dan desa adat di Bali terletak pada kedaulatan generasi mudanya. “Anak muda Bali harus menjadi generasi yang debatbale dan juga berpendidikan tinggi. Maka dari itu saya mendorong, agar anak anak muda didesa , bersekolah setinggi tingginya. Karena hanya lewat jnana yadnya, Bali akan menjadi pemimpin pemimpin yang hebat dan itu butuh kemauan orang tua sebagai pendorong. Sayang di Bali, para orang tua masih berpikir pragmatis agar anak mereka bisa menghasilakan uang setelah dari tamat sekolah menengah, seharusnya dorong anak anak didesa agar mereka bisa keperguruan tinggi dan juga sambil bekerja. Kalau mau sukses dan kaya, maka anak anak muda Bali harus bekerja dan berusaha lebih keras dua kali lipat. Karena tanpa pendidikan tinggi, tidak mungkin Bali Berdaulat. Ini pesan tiang. “ungkap Gusti Arya Wedakarna. Maka dari itu, ia meminta kepada semua pihak di Bali, agar fokus dalam peningkatan SDM keluarga dan juga memperkuat ketahanan keluarga melalui pencarian Artha sesuai ajaran Catur Purusha Artha. “Umat Hindu jika ingin bertahan, maka anak mudanya harus menjadi orang kaya, dan orang yang kaya serta berhasil dalam karir itu diakibatkan karena orang tuanya mendorong si anak ke pendidikan tinggi dan pola kepemimpinan yang baik. Tidak ada jalan lain. Ini sudah dicontohkan oleh intelektual bangsa seperti Bung Karno yang keturunan oranag Bali saat menjadi insiyur di ITB Bandung, Mr Gusti Ketut Puja seorang pahlawan nasional dari Bali yang merupakan sarjana pertama dari Hindu Bali serta Ida Bagus Mantra yang seorang doktor Hindu yang tamatan India. Niscaya jika pahlawan kita bukan orang berpendidikan, mustahil Indonesia merdeka, tidak mungkin Bali bisa hebat seperti ini dan yang penting mereka bisa menjadi teladan bagi Bali. Ngiring mulat saria dan wujudkan Satyagraha Pendidikan. ‘ungkap Gusti Wedakarna yang juga seorang doktor ilmu pemerintahan termuda di Republik Indonesia ini. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *