Categories Satyagraha

WEDAKARNA KUNJUNGI DRIVER KONVENSIONAL DI RUANG TAHANAN POLSEK K3P AIRPORT

MARHAENISME – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Menyambangi Semeton Bali ditahanan Polsek Bandara dan Saat Rapat dengan Angkasa Pura.

SENATOR RI RAPATKAN KISRUH TRANSPORTASI DI ANGKASA PURA

Senator DPD RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III memenuhi janjinya hadir menyambangi Wayan Mertayasa dan Ketut Sumarda, tersangka kasus dugaan presekusi akibat kisruh antara driver konvensional dan driver online di Airport Ngurah Rai beberapa waktu lalu. Dalam junjungan ke Polsek dan juga ke airport, Senator Arya Wedakarna (AWK ) diterima oleh Iptu Agung Suantra ( Kanitreskrim ), Haruman Sulaksono, SE, S.SIT ( General Manager AP ), Rahmat Adil Indrawan (Co GM Commercial) serta dihadiri oleh sejumlah organisasi koperasi transportasi konvensional yang telah bekerjasama dengan airport. Dalam kunjungan di Polsek, Senator AWK mencari informasi dua arah terkait dengan kasus hukum yang dialami oleh semeton Bali asal Kubu Karangasem dan Tuban Badung yang dilaporkan karena dugaan presekusi. “Saya hadir karena amanat UU MD3 Tahun 2018 terkait dengan aspirasi masyarakat Bali. Kami sebagai anggota DPD menghormati proses hukum yang sudah dijalankan, karena sudah merupakan tupoksi petugas kepolisian. Saya memeriksa tentang pasal yang dikenakan, juga terkait dengan hak tersangka untuk mengajukan penangguhan yang telah diajukan seminggu lalu tapi belum direspon hingga hari ini, termasuk kronologis di TKP dan meminta pandangan terkait rencana rakyat menggugat balik serta proses Pra Peradilan. Ini semua hak korban sesuai konstitusi dan UU. Nanti selanjutnya DPD akan bawa masalah ini kepusat, termasuk akan masuk agenda kerja DPD dimasa sidang terdekat dengan Mabes Polri. DPD tentu tegas tidak mengintervensi dan justru bersinergi serta menghargai proses hukum yang sudah dijalankan. ”ungkap Gusti Wedakarna yang juga bagian dari Komite I DPD RI Bidang Hukum dan Hubungan Pusat Daerah ini. Usai menyambangi semeton Bali diruang tahanan, Senator AWK juga menggelar rapat terbatas dengan jajaran manajemen Airport Ngurah Rai membahas tentang kejadian di TKP yang berdampak pada masalah hukum. “Sesungguhnya masalah ini tidak perlu terjadi jika pihak airport sigap menyiapkan aparat keamanan. Logikanya semeton Bali ini kan bernaung dibawah Koperasi/Organisasi yang memiliki MOU, ada kewajiban membayar surcharge ke aiport dan sebagai mitra Airport, artinya mereka patut untuk dilindungi dan mendapatkan haknya. Dan terkait oknum driver taxi online yang membuat masalah, hari ini saya tanya bagian Business Unit Center ( BUC ) Airport bahwa tidak ada kerjasama dengan taxi online. Ya artinya online ilegal toh. Kalau memang ilegal, silahkan airport dengan aparat Avsec harus melarang keberadaan taxi online untuk menaikkan penumpang diwilayah airport. Saya beri waktu 60 hari untuk segera membenahi hal ini secara teknis. Silahkan minta personel ditambah, rambu rambu diperbanyak dan juga harus ada ketegasan manajemen. Kasihan rakyat Bali yang bekerja keras, ngetem berjam – jam dan bayar kontribusi ke airport cukup banyak tapi tidak mendapatkan hak perlindungan. Kunci ada di Manajemen Airport. Apalagi kita dapa berita buruk jika peringkat Airport Ngurah Rai dari peringkat 1 terbaik didunia sekarang turun keperingkat 11. Ya mulat sarira saja, di Bali ada hukum karma. “ungkap Senator AWK. Sejumlah rekomendasi yang diberikan DPD RI selain hal diatas diantaranya meminta kuota 900 taxi konvensional dibawah MOU dengan Airport dipertahankan, mengevaluasi terkait kebijakan sistem argometer dan fixed price, mendukung usulan Airport Ngurah Rai untuk membuat aplikasi online khusus untuk anggota taxi konvensional yang sudah ter-MOU dengan Airport. Disamping itu AWK tetap menolak taxi konvensional mengambil penumpang di Airport walau Senator masih mentoleransi jika ada taxi online hanya mendrop penumpang dikawasan bandara.. “Intinya hari ini, sikap saya tetap status Taxi Online di Airport Ngurah Rai adalah ilegal. Saya kunci disana agar tidak muncul lagi masalah. “ungkap Gusti Wedakarna yang juga Sarjana Tranportasi Udara lulusan STMT Trisakti Jakarta ini. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *