Categories BudayaHindu

ARYA WEDAKARNA MINTA PEMERINTAH BERI ANGGARAN KEPADA PESRAMAN HINDU DI BALI

SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Ida Rsi Agung Bagawan Ananda Narendra Kusuma di Pesraman Lingga Gana dan Jero Ir Nengah Atmaja ( Guru Penuntun Mandala Suci ) di Penebel Tabanan.

SENATOR DI MANDALA SUCI DAN PESRAMAN LINGGA GANA TABANAN

Bali patut iri dengan daerah lainnya di Indonesia dalam hal perhatian pemerintah terhadap simbol simbol keagamaan khususnya dibidang spiritual dan edukasi. Di luar Bali, perhatian pemerintah terhadap Pondok Pesantren sangat baik dan itu harus ditiru oleh pemerintah di Bali, mengingat akar agama Hindu sangat penting untuk menciptakan generasi yang mumpuni dalam menjaga budaya Hindu di Bali. Demikian diungkap oleh Senator DPD RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III usai mengadakan kunjungan di dua pesraman didaerah Tabanan yakni Pesraman Lingga Gana Prasta Panca Tirta Griya Agung Penarukan di Pesagi Penebel dan juga Yaysan Mandala Suci didaerah Penebel Tabanan. Kunjungan Arya Wedakarna ( AWK ) ini dilakukan sela – sela Kampanye Politik Pemilu DPD RI diwilayah Tabanan. “Dalam peraturan perundang undangan peran dari Pesraman sudah diakomodir dalam Permenag 2014 dan dikabulkan oleh Pemerintahan Presiden Jokowi. Anggaran pun meningkat. Tapi sayang sekali inisiatif pemerintah daerah untuk mendirikan pesraman yang setara dengan sekolah Hindu juga minim. Bahasa gampangnya cukup disediakan lahan oleh pemerintah daerah dan anggaran sudah disediakan pusat. Dari monitoring DPD, hanya Buleleng, Bangli, Gianyar yang pemerintahnya peduli dengan sekolah Hindu. Sisanya Jembrana, Karangasem, Denpasar, Badung dan Tabanan perlu didorong agar bisa mendirikan sekolah Hindu sekelas SD,SMP,SMA,Perguruan Tinggi. Disini kita bisa lihat visi pimpinannya. Semoga kedepan seluruh Kabupaten di Ba bisa memanfaatan kesempatan ini. “ungkap Gusti Wedakarna. Lalu bagaimana dengan pesraman nonformal yang banyak terdapat di Bali ? AWK menyampaikan ada peluang pesraman dibantu oleh pemerintah didaerah, misalkan melalui mekanisme hibah atau juga pembinaan melalui Dinas Kebudayaan.”Seharusnya memang ada Perda khusus tentang Pesraman. Banyak pesraman di Bali sudah banyak membantu umat Hindu dalam menjaga SDM Bali. Tapi hampir sebagian besar pesraman dan yayasan yang saya tanya, rata rata belum mendapatan perhatian. Maka dari itu saya minta kepada pemerintah di Bali agar memberikan perhatian lebih. Jangankan mau memberi perhatian, saya curiga, mungkin data base pesraman di Bali saja pemerintah belum punya. Masalahnya kan mudah, tinggal kirim tim teknis dari Dinas untuk mendata dan adakan pelatihan Bimtek untuk membuat proposal misalkan. Ini yang belum pernah saya perhatikan. Nanti DPD RI akan merapatkan, sesuai UUMD3 tahun 2018, DPD berhak memberikan pengawasan terhadap pemerintah daerah. “ungkap AWK. Terkait dengan keberadaan Yayasan Mandala Suci, AWK memberikan apresiasi mengingat yayasan ini sudah banyak membantu semeton Bali khususnya terkait pengobatan niskala dan kini Mandla Suci telah memiliki center kelas satu. Disatu sisi, terkait dengan keberadaan Pesraman Lingga Gana, AWK merasa takjub melihat 9 batu lingga yang muncul dari bawah tanah dengan ciri ciri khusus dan seragam. “Pesraman dan Yayasan adalah lembaga sosial, non profit organization, dan maka dari itu wajib orang Bali saling membantu. Saya juga berharap agar program CSR BUMN dan CSR Swasta juga membantu keberadaan pesraman di Bali. Mengurus pesraman adalah bagian dari perjuangan orang Bali dalam Satyagraha. “pungkas Arya Wedakarna yang juga Presiden The Hindu Center Of Indonesia ( THCI ) ini. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *