Categories BudayaHinduNasional

RAKYAT BALI HARUS PILIH WAKIL DI SENAYAN YANG TEGAS TOLAK RADIKALISME DAN KHILAFAH

Satyagraha – Masyarakat Abang dan Kubu Karangasem Memenuhi di Setiap Tempat Dimana Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Hadir Bersimakrama

RIBUAN MASYARAKAT HADIRI KAMPANYE AWK42 DI ABANG DAN KUBU

Statement salah satu petinggi di pemerintahan Presiden Joko Widodo terkait dengan prediksi pemilu 2019 yang merupakan ajang pertempuran dari pertarungan ideologi Pancasila melawan ideologi radikalisme atau khilafah direspon langsung oleh Senator DPD RI termuda dari Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Disela-sela kunjungan kerja ke kabupaten Karangasem dan bertemu dengan ribuan masyarakat di kecamatan kubu dan kecamatan abang, Senator Arya Wedakarna (AWK) mengiyakan bahwa saat ini Balipun termasuk sebagai tempat dari tersemainya sel radikalisme yang memiliki tujuan untuk mengganti sistem negara dan juga mengganti Pancasila sebagai ideologi bangsa. “Masyarakat Bali khususnya umat Hindu harus paham bahwa konstelasi politik Indonesia terutama ditingkatan pemilihan calon Presiden dan Wakil Presiden serta pemilihan Anggota yang akan nantinya berkantor di Senayan Jakarta itu bukan urusan masalah perebutan jabatan kekuasaan dan kursi tetapi lebih kepada pertarungan ideologi, saya meminta kepada rakyat Hindu di Indonesia khususnya juga masyarakat Bali bahwa memilih wakil rakyat pada pemilu 17 April 2019 bukan masalah perkara main-main karena ini akan mempertaruhkan eksistensi ideologi Pancasila sebagaimana yang telah ditanam oleh founding father kita khususnya Sukarno-Hatta, saya sebagai Putra Bali sebagai Putra ideologis Bung Karno dan juga sebagai kader dari PNI saya tetap ingin mengedepankan bahwa Pancasila dan NKRI adalah harga mati. Bali tentu menjadi sasaran, Bali pernah menjadi tempat bagaimana para kaum radikal dan ekstrimis berakrobat untuk menghancurkan Bali dengan cara mengebom Bali pada tahun 2002 dan 2005 tetapi itu tidak berhasil kan ? Sekarang ideologi radikal tidak lagi secara fisik tetapi ideologi radikal masuk kedalam sistem politik ekonomi dan kebudayaan “ ungkap Senator Arya Wedakarna yang juga President The Sukarno Center ini. Merespon banyaknya harapan masyarakat khususnya umat Hindu di Bali agar kedepan wakil-wakil rakyat Bali diwakili oleh semeton dan tokoh yang memahami kebutuhan Bali direspon dengan baik oleh Senator AWK yang dimana ia berharap bahwa umat Hindu harus benar-benar bersatu untuk membantu pemerintah dalam hal pertahanan terhadap ideologi dan cara itu hanya efektif lewat Pemilu. “ Saya sejak dulu selalu mengingatkan kepada masyarakat bahwa Bali akan tetap menjadi sasaran tembak dari kaum sontoloyo yang ingin membuat Bali hancur dengan cara apapun, kita ingat pada zaman orde baru Pura Besakih pernah hampir akan di bom bersamaan dengan Candi Borobudur saat itu dan akhirnya gagal, begitu juga di era reformasi kita mendapatkan sebuah kejadian tragedi Bom Bali I dan Bom Bali II. Apalagi beberapa waktu yang lalu, kita secara terbuka ditujukan oleh data bahwa banyak gerakan-gerakan radikalisme yang sudah mulai memasuki Bali tetapi dengan cara-cara yang halus, misalkan di jalur ekonomi di Bali sudah mulai banyak penguasaan tanah-tanah di Bali termasuk juga membuka lahan-lahan perumahan yang sepertinya tidak untuk konsumsi karma adat Bali bagaimana Bali kini dipenuhi oleh minimarket-minimarket berjaringan atau juga toko-toko kecil yang mulai tersebar dijalan-dijlan di Bali yang digerakkan oleh satu gerakan ekonomi berbau agama tertentu disamping itu kita juga melihat bagaimana beberapa titik-titik wilayah di Bali sudah muncul gesekan-gesekan antara umat Hindu dan juga dengan kelompok lain misalkan adanya sejarah yang sebagaimana termuat dan viral di media misalkan penolakan pembangunan pelinggih padmasana disebuah sekolah negeri di Denpasar begitu juga penolakan terkait dengan pembangunan pelinggih disebuah kantor pemerintah di Jembrana misalkan dan juga banyak hal yang perlu kita kritisi dan kita waspadai terkait dengan adanya radikalisme dan saya yakin sel-sel radikalisme itu sudah ada didepan hidung orang Bali maka dari itu ngiring pasikian sebagai wangsa Bali sebagai krama adat mari kita bersatu bantu pemerintah menjaga Pancasila dan NKRI dan salah satu yang paling efektif adalah melawan gerakan radikalisme ini dalam cara yang halus (proxy war)” ungkap Senator AWK yang juga President The Hindu Center Of Indonesia. Khusus untuk wilayah kabupaten Karangasem Arya Wedakarna menyampaikan pesan bijak kepada masyarakat khususnya di Kubu dan juga di Abang terkait dengan lambatnya pembangunan di wilayah Karangasem sebagaimana kita ketahui bahwa wilayah Karangasem adalah salah satu kabupaten yang memiliki PAD kecil di Bali. “ Tugas seorang DPD adalah membantu Bupati, Gubernur, Pemerintah di Bali untuk menjembatani kepentingan-kepentingan baik politik kebijakan maupun politik anggaran untuk kesejahteraan masyarakat Bali dan Karangasem. Saya paham bahwa di Karangasem ini wilayahnya sangat luas disamping itu penduduknya paling banyak tersebar yang ada diseluruh Indonesia, mayoritas umat Hindu di Nusantara ini adalah keturunan Karangasem dan kita memahami sejak dua tahun yang lalu hingga kini Karangasem masih mendapatkan cobaan terkait dengan erupsi Gunung Agung maka dari itu saya selaku Anggota DPD yang pada pemilu 2019 ini mohon doa restu kepada masyarakat Karangasem untuk kembali menjaga taksu Bali dari Senayan Jakarta, kita akan berkomitmen untuk menjadikan Karangasem sebagai salah satu tempat prioritas dalam perjuangan kami di Pusat. Karangasem adalah Padma buana bali, Karangasem adalah The Spirit of Bali dan di Karangasemlah terletak Pura-Pura besar yang ada di Pulau Bali sehingga menjaga Karangasem adalah sesungguhnya menjaga Bali itu sendiri “ ungkap Senator AWK. Secara umum kampanye AWK42 di kecamatan Kubu dan Abang telah berhasil menuai sukses besar, hal ini ditandai dengan hadirnya ribuan umat yang hadir memenuhi tempat acara hanya untuk mendengarkan pidato Arya Wedakarna, hal ini merupakan suatu sinyal yang jelas bahwa cita-cita rakyat Karangasem untuk menempatkan AWK menang mutlak di Pemilu 2019 yang dimana masyarakat Karangasem berharap bahwa Bali tidak main-main dalam memilih figur dalam mewakili Hindu Bali di Senayan Jakarta. Sebagaimana disampaikan oleh Sang Ketut Sarka ( Koordinator GPM Bali ) yang menyatakan bahwa salah satu prestasi dari AWK yang selalu diingat oleh masyarakat Karangasem bagaimana pada saat AWK ikut mendorong lahirnya Badan Pengelola atau Otorita Kawasan Pura Agung Besakih. “ Kita tentu tahu pada tahun 2016, hanya satu-satunya pejabat Negara yang ikut ngayah membantu menata Pura Besakih melalui Gerakan Satyagraha Sukla hanya ada seorang AWK, maka kami menilai bahwa AWK adalah salah satu pendorong dari lahirnya Badan Pengelola Kawasan Pura Besakih. Saya sendiri mengikuti beberapa kali pertemuan yang dilakukan oleh AWK baik dihadapan Bupati baik dikabupaten maupun juga ditingkat Provinsi, keseriusan AWK dalam memperjuangkan suatu penataan di Besakih yang kita lihat saat ini Astungkara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Karangasem telah menjalankan tugas sebaik-baiknya dan tentu yang menjadi pionir dan pendorong adalah Ajik AWK, itu adalah suatu prestasi yang luar biasa dan saya selaku pemuda yang ada di Karangasem tidak akan pernah lupa dengan jasa-jasa dari seorang AWK, walaupun beliau bukan putra Karangasem tetapi beliau sangat memprioritaskan program Karangasem, cukup banyak yang beliau perjuangkan termasuk juga pada saat beliau datang ke padang bai untuk membela kepentingan pelabuhan rakyat milik Karangasem. Semoga beliau bisa menang mutlak dan melanjutkan perjuangan dua periode di Gedung DPD RI Senayan Jakarta, kami akan all out “ Pungkas Sang Ketut Sarka (Ketua GPM Bali Asal Karangasem ini ). Humas

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *