Categories BudayaHindu

BANYAK PAKEM SALAH, KRITIK TARI REJANG RENTENG DITARIKAN DI JALAN RAYA DAN SAMBUT TAMU

SATYAGRAHA – Kaum Emak Emak Wanita Hindu Bali jembrana dan di Tabanan solid dukung AWK42 menang mutlak di pemilu 2019

ARYA WEDAKARNA PANEN DUKUNGAN IBU IBU JEMBRANA DAN TABANAN

Senatot DPD RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna menyambangi kaum ibu di desa megati tabanan dan juga desa kaliakah di jembrana, dalam pemaparan serangkaian dengan tugas sebagai DPD RI dari Bali Dr Arya Wedakarna ( AWK ) menyampaikan sikap kritisnya terhadap pemberdayaan dan pembinaan terhadap wanita Hindu Bali, yang dimana Senator AWK menilai akhir-akhir ini muncul suatu degradasi dan penurunan kwalitas dari program-program pembinaan perempuan baik melalui kegiatan yang bernuansa agama Hindu sebagaimana dilakukan oleh wanita Hindu dharma atau oleh tim penggerak PKK yang seharusnya menjadi ujung tombak dari pembangunan sumber daya manusia seutuhnya. Salah satu yang ia kritisi dari program-program yang berbau perempuan atau wanita di Bali adalah peran dari pemimpin-pemimpin khususnya ibu-ibu pejabat yang ada baik di tingkatan provinsi maupun kabupaten/kota yang seolah olah tidak memperhatikan kebutuhan keluarga serta ketahanan warga saat ini khususnya bagaimana mendidik anak-anak muda Hindu untuk menjadi putra yang suputra.”Dulu saya pernah memprotes ketika ada kelakuan istri-istri petinggi di Bali yang hanya mendidik masyarakatnya terutama kaum ibu di desa di kota di kabupaten maupun juga termasuk guru-guru sekolah untuk hanya fokus kepada kegiatan tatarias kegiatan bagaimana menjadi cantik dan juga kegiatan hanya berbau fasion show. Bali tidak membutuhkan suatu karakter hedonis, dan jangan salahkan anak-anak muda kita generasi kita menjadi kaum yang hedon (matrealistis) karena tingkah laku dari istri-istri pejabat di Bali. Saya menginginkan mari kita kembalikan seperti misalnya tim PKK untuk kembali kesepuluh program PKK sebagaimana yang telah dilakukan pada zaman dulu, hal ini sangat penting sekali agar anak-anak muda di Bali tidak terjerumus dalam hal seperti narkoba, sexs bebas maupun juga kurangnya tatakrama dari anak-anak muda kita terhadap panglingsir misalkan jadi mari kita kembalikan fungsi ibu rumah tangga, fungsi wanita hindu dharma termasuk kaum ibu untuk lebih fokus menciptakan keluarga yang sukinah bukan hanya sekedar yang hanya memikirkan penampilan untuk bisa tampil diacara acara desa, acara kota, kabupaten maupun juga dihadapan para pejabat” ujar Senator AWK. Ia juga menambahkan bahwa semakin terjerumusnya generasi muda kedalam kegiatan atau hal-hal yang tidak bersifat efektif itu disebabkan karena tergerusnya nilai-nilai ketahanan keluarga, seperti yang ia contohkan bagaimana penggunaan media sosial, bagaimana pergaulan anak muda didesa yang kurang berminat terhadap pendidikan tinggi dan juga dari pilihan-pilihan pekerjaan yang dimana anak muda Bali saat lebih banyak menjadi buruh-buruh pekerja khususnya dalam bidang industri jasa dan pariwisata hal ini salah satu penyebabnya adalah karena kurang fokusnya pendidikan dan wawasan yang diberikan oleh orang tua mereka. Umat Hindu khususnya kaum wanita terlalu banyak disibukkan dengan kegiatan adat istiadat kegiatan yang bersifat formalitas di desa, kegiatan lomba desa dan juga kegiatan-kegiatan yang banyak menyita waktu sehingga ibu-ibu di desa tidak memiliki waktu untuk memberikan wawasan atau juga memberikan contoh nilai-nilai keluarga pada anak muda. “Ada salah satu fenomena yang ingin saya kritisi beberapa tahun terakhir yaitu tentang eksploitasi berlebihan terkait dengan tari rejang renteng yang kini mulai gemar di ekspos sedemikian rupa sehingga mengurangi makna yadnya itu sendiri, ibu-ibu kini fokus untuk tampil cantik ke pura, ibu ibu kini fokus untuk tampil baik dihadapan para pejabat yang hadir dibandingkan dengan kualitas dari ritual kita, disamping itu saya juga mengkritik terkait dengan bergesernya pakem tentang makna kesakralan tari rejang renteng yang kini mulai ditarikan di jalan-jalan raya sebagaimana contoh pada saat menyambut kedatangan Presiden didakam suatu acara atau misalkan pagelaran tari rejang renteng secara masal pada saat ulang tahun sebuah kabupaten ini jelas tidak mendidik masyarakat tidak mendidik anak anak muda dan seharusnya kaum seniman merasa tersinggung karena kenapa bahwa semua orangpun paham bahwa tari rejang renteng adalah tari sakral yang harusnya ditarikan di pura dan dihadapan para dewa dan leluhur, nah hal hal seperti inilah yang seharusnya mendapatkan perhatian dari pemerintah bukan malah sebaliknya pemerintah malah menjadi panitia atau host dari acara-acara yang memang tidak ada hubungannya dengan sisi pelestarian budaya sakral maka dari itu ini adalah contoh kecil saja bagaimana tidak becusnya ibu-ibu pejabat yang ada dipemerintahan saat ini untuk bisa memberikan suatu pedoman memberikan suatu jalan yang benar informasi yang baik kepada masyarakat saya anggap ini awidya atau tidak adanya pengetahuan dan kepintaran yang dilakukan oleh kaum ibu pejabat yang saya rasa perlu kita perbaiki bersama -sama maka dari itu saya meminta kedepan stop eksploitasi tari rejang renteng kembalikan ke pakemnya kalau memang ingin tari penyambutan silahkan pergunakanlah tari panyembrahma atau tari pendet yang sudah merupakan suatu tradisi kita jadi jangan membuat sesuatu yang sakral bersifat biasa-biasa saja disini peran ibu-ibu harus dimaksimalkan dalam hal wawasan kebudayaan kita “ ujar Senator AWK yang juga President The Hindu Center Of Indonesia ini. Terkait dengan dukungan politik yang didapat oleh Senator AWK pada saat setiap kunjungan kerja dari anggota DPD RI aktif termuda saat ini Senator AWK memberikan apresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada kaum ibu untuk dapat bersama sama bersinergi dalam membangun sumber daya manusia dan terutama juga terkait dengan hak kaum perempuan Hindu Bali. “Masih banyak hal-hal yang perlu diperbaiki dan di tuntaskan terutama masalah kaum perempuan misalkan banyak permasalahan terkait dengan hak waris kemudian perkawinan padegelahang kemudian hak hak perempuan dalam adat dan juga masalah bagaimana diskriminasi yang masih didapatkan oleh kaum perempuan baik misalkan dalam bidang politik dalam bidang hukum maupun juga dalam bidang ekonomi perempuan Indonesia dan perempuan Bali tidak perlu meminta emansipasi dari laki-laki karena memang dalam agama Hindu peran dari kaum perempuan dan laki laki adalah sejajar dan dalam Agama Hindu tidak ada pembatasan antara hak laki laki dan perempuan ini kan sudah ditunjukkan dari bagaimana peran Tri Sakti yang merupakan simbul dari Saraswati Dewi Laksmi dan Dewi Durga terkait juga dengan perjalanan semesta tapi kita harus paham juga tetapi kita harus paham juga bahwa sebagai sebuah komunitas budaya tentu Bali memiliki sistem yaitu sistim patrilinier yang merupakan hirarki hak dan kebudayaan ada ditangan purusha (laki laki) maka dari itu kedepan harus ada regulasi, regulasi yang memang bisa menjadikan perempuan merasa diperlakukan adil itu tugas kami berikut sebagai wakil rakyat di DPD RI “ ujar Senator AWK. Diakhir acara Senator Arya Wedakarna yang merupakan Doktor Ilmu Pemerintahan termuda di Indonesia ini mendapatkan banyak dukungan dan apresiasi dari kaum ibu selama melakukan kunjungan kerja ke Jembrana dan ke kabupaten, dan iapun merasa terhormat untuk mendapatkan kesempatan bertemu dengan ibu ibu khususnya wanita Hindu Dharma untuk bisa semakin bersinergi untuk menjadikan Bali yang berdaulat. “Ibu-ibu mohon harus berpartisipasi di pemilu 2019 jangan sampai golput berikan pengertian kepada anak, kepada saudara, kepada keluarga dan juga kaum ibu yang lain bahwa pemilu bukan urusan main-main wakil rakyat Bali di Jakarta harus memahami tentang desa adat, memahami tentang dresta Bali memahami tentang kebutuhan Bali sebagai pulau khusus yang dijiwai oleh nilai nilai agama Hindu saya yakin bahwa pengaruh ibu ibu sangat luar biasa dan mudah mudahan kaum ibu di Bali selalu mendapatkan keadilan dari sistem politik ekonomi maupun kebudayaan mari bersinergi dan titiang sebagai putra memohon doa dari kaum ibu yang ada di Bali untuk bisa kembali berjuang di pemilu 2019 melalui DPD RI “ Ungkap Senator AWK yang juga merupakan Caleg DPD RI nomor urut 42 di pemilu 2019. (Humas)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *