Categories BudayaHindu

WEDAKARNA INGATKAN GENERASI MUDA “ SAVE KB BALI” PERTAHANKAN UMAT HINDU DIBALI

FOTO – Staf Khusus DPD RI B.65 Bersama Kedua Mempelai I Komang Agus Karunia Putra Dengan Ni Wayan Tika Santini di Tulamben Kubu

STAF KHUSUS DPD RI B.65 HADIRI PAWIWAHAN I KOMANG AGUS KARUNIA PUTRA DENGAN NI WAYAN TIKA SANTINI DI TULAMBEN KUBU

Walau berada diluar daerah melaksanakan swadharmanya sebagai seorang Senator, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III masih menyempatkan waktu meluangkan pikirannya bagaimana dapat tetap menyama braya dengan menghadiri sejumlah undangan pawiwahan krama Bali . Hal itu dapat dilihat saat dirinya mengutus Staf Khususnya untuk hadir di Tulamben, Kubu, Kab. Karangasem menghadiri Undangan Pawiwahan I Komang Agus Karunia Putra dengan Ni Wayan Tika Santini . Kedatangan Perwakilan Gusti Wedakarna disambut dengan baik oleh kedua mempelai berserta keluarga. Pada Kesempatan tersebut, Agus secara pribadi dan atas nama keluarga besar mengungkapkan rasa terima kasih kepada Gusti Wedakarna . “ Saya justru sangat bangga dan semakin yakin jika Gusti Wedakarna merupakan sosok pemimpin yang dirasa dekat dengan kalangan masyarakat tanpa melihat kelompok atau kelas ekonomi kebawah sekalipun, walaupun dihadapkan dengan agenda kerja yang cukup padat untuk menyelesaikan seluruh masalah dan kebutuhan Bali akan tetapi dirinya masih bisa mengutus perwakilannya untuk hadir diacara pawiwahan saya. Semoga beliau senantiasa direstui Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar tetap terpilih dan melinggih kembali mewakil krama Bali di Senayan Jakarta sebagai Anggota DPD RI di 17 April 2019 mendatang.” Kata Agus
Sementara itu, melalui I Nyoman Sindu Gautama, (Staf Khusus Gusti Wedakarna) menyampaikan permohonan maaf kepada kedua memperlai jika kehadiran Gusti Wedakarna keresepsi yang berbahagia ini masih diwakili. Ia menambahkan, jika saat ini Gusti Wedakarna masih menjalankan Kunjungan Kerja Lembaga sebagai seorang Senator DPD RI di Jakarta. Ditempat terpisah, Gusti Wedakarna menyampaikan ucapan selamat kepada kedua mempelai yang telah menjadi keluarga kecil. “ Saya harap nantinya Agus dan Tika dapat membangun bahtera rumah tangga yang baik. Komitmen sangat penting, apalagi sebagai pasangan yang baru membina rumah tangga, tentu harus saling memahami dan menghargai satu sama lain. Semoga nantinya dapat memiliki seorang anak suputra yang nantinya dapat menjadi teladan dan kebangga Umat Hindu di Bali, jangan lupa agar selalu tanamkan hal-hal baik yang diajarkan nilai-nilai Veda serta tradisi baik yang ditanamkan leluhur kita. Terkait degan mengutus perwakilannya, dirinya mengungkapkan jika menghadiri undangan sejumlah krama merupakan salah satu hal yang baik, tidak hanya menyama braya sebagai warih Bali, akan tetapi tujuan kehadiran kita diacara pawiwahan krama juga merupakan salah satu manifestasi bagaimana kita bisa terjun dan mendengar langsung apa yang selama ini dikeluhkan masyarakat kita disetiap Desa. “ Ya kalau kita masih dengan kegiatan kelembagaan yang cukup padat sebagai seorang pejabat, setidaknya kita harus mengutus perwakilan kita untuk hadir, apalagi masyarakat kan bagian dari sahabat dan keluarga juga bagi kita. ”Ungkap Wedakarna yang saat ini kembali mencalonkan diri sebagai Calon DPD RI dengan nomor urut 42 dipemilihan umum 17 April 2019 mendatang
Wedakarna juga meminta kepada kedua mempelai agar sebagai warih Bali dibawah payung Hindu Dharma kiranya melestarikan KB Bali 4 Anak sehingga nantinya identitas Nyoman dan Ketut tidak hilang di Tanah Bali. Apalagi saat ini kita sudah sangat jarang melihat keberadaan Nyoman dan Ketut. Menurutnya KB Bali 4 Anak merupakan salah satu bagian dari sasana orang bali yang memiliki konsep filosofi catur warna yang dalam hal ini Brahmana, Ksatria, Weisya dan Sudra. Tidak hanya itu, jika dikaitkan dengan penganggaran pembangunan daerah, jumlah penduduk sangat mempengaruhi sebagai bagian dari mekanisme sistem penganggaran kita di pusat. Kalau Umat Hindu Dharma kita sedikit anggaran pengelolahan pembangunan untuk daerah Bali juga terbatas. Saya harap ini menjadi evaluasi kita bersama. Saya ingatkan kepada generasi muda Hindu, sudah saatnya kita sebagai krama adat dan warih Bali yang berbasiskan Hindu Dharma harus terus menjaga eksistensi kita sebagai minoritas dan untuk menguatkan dan menjaga hal itu tentu salah satu faktor yang sangat mempengaruhi adalah nilai-nilai ketradisian yang ditinggalkan oleh leluhur kita. Jangan sampai tradisi kita hilang. Mari bersama-sama kita jaga tradisi dan adat kita agar jumlah Umat kita tidak habis ditelan jaman.(Hms)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *