Categories Satyagraha

WEDAKARNA MINTA UMAT HINDU DAN KRISTEN DI BALI SEMAKIN BERSATU HADAPI RADIKALISME

SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Saat Di Baluk Jembrana dan Ekasari Melaya

AWK42 WEDAKARNA PANEN DUKUNGAN DI MELAYA DAN NEGARA

Senator DPD RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersuara tegas dalam kegiatan Roadshow di Jembrana terkait dengan kerjasama umat Hindu dan umat Nasrani baik Kristen Protestan dan Katolik di Bali terutama dalam hal gerakan menyelamatkan Pancasila dari rong rongan idealisme radikalisme. Hal ini perlu ditekankan mengingat selama ini, sesama umat minoritas, kerap mendapatkan perlakuan diskriminatif dari sistem politik, kebijakan mayoritas dan juga penegakan hukum. “Sejak era reformasi tahun 1999 hingga kini, gerakan intoleransi di Indonesia yang menyasar umat minoritas seperti Hindu, Buddha, Katolik, Kristen dan Konghuchu semakin merajalela. Semakin banyak pura dan gereja kuil dilarang, ada wihara dibakar, dan juga kesulitan administrasi publik ditata pemerintahan. Begitu pula, selama ini umat minoritas jadi sasaran cacian dan hinaan dari kaum radikalisme yang seakan akan memonopoli kebenaran direpublik ini. Maka dari itu, cara yang paling efektif adalah bekerjasama secara politik dan salah satunya dengan Pemilu. Maka dari itu, saya harap sikap politik umat Hindu dan Kristen sangat menentukan perjalanan bangsa ini. “ungkap Gusti Wedakarna. Iapun merujuk bagaimana selama ini kerjasama politik antara kekuatan wakil Hindu dan wakil Nasarani di Senayan Jakarta sangat kuat dalam rangka merawat kebhinnekaan. “Pengalaman sejarah misalkan saat pengajuan judicial review UU Pornografi yang dianggap tidak pro minoritas dilakukan di Mahkamah Konstitusi, bagaimana perjuangan saudara sebangsa dari Sulawesi Utara yang mayoritas Nasrani dengan masyarakat Bali yang mayoritas Hindu benar benar signifikan. Kita bersatu karena senasib. Begitu pula saat Indonesia Merdeka 1945, bagaimana tokoh – tokoh dari Maluku, Papua, NTT, Sulawesi Utara satu suara dengan pahlawan nasional dari Bali berkerjasama menolak Piagam Jakarta yang berbau syariat agama tertentu akhirnya berhasil menggagalkan bentuk negara agama. Dan kerjasama minoritas ini harus mendominasi demi merawat NKRI. Dan ini ingin saya galang kembali melalui Politik Trisakti. “ungkap Gusti Wedakarna yang Duta Besar Perdamaian UPF PBB ini. Iapun memberikan analisis menarik terkait dengan konstelasi politik di Pemilu 2019 khususnya di Bali, bahwa saat ini puluhan ribu umat Nasrani di Bali diharapkan mampu memilih pemimpin yang pro minoritas khusus ditingkat nasional. “Umat Hindu dan Nasrani punya agenda besar mempertahankan Pancasila sebagai ideologi bangsa. Kita harus selamatkan Indonesia dari gerakan radikalisme dan khilafah. Umat Hindu dan Nasarani harus pilih presiden dan wakil rakyat di DPD dan DPR yang benar benar berani membela minoritas, karena kedaulatan agama kita terletak ujung lidah politisi. Semoga kedepan semakin banyak produk negara yang bisa mengayomi umat minoritas disemua bidang kehidupan. “ungkap Gusti Wedakarna yang pernah meraih penghargaan dari Persatuan Wartawan Nasrani ( Pewarna ) ditahun 2018 ini. Dari pengamatan dilapangan, sosok Arya Wedakarna ternyata tidak hanya didukung oleh umat Hindu, tapi juga dari lintas agama. Hal ini dibuktikan bahwa konstituen dari AWK berasal dari beragam suku, agama dan ras, dan mereka membuktikan bahwa AWK mampu membawa misi besar bagi Bali. Seperti dikatakan oleh Gede Arya ( Ketua Garda Jembrana ), “Banyak yang menganggap bahwa AWK hanya didukung oleh umat Hindu dan saya pastikan itu salah besar. Justru saat acara simakrama, umat yang hadir ada dari kalangan Islam, Kristen, Katolik dan Buddha. Jadi AWK sudah menjadi pemersatu bagi umat yang berpikiran nasionalis. Kita yakin bahwa AWK42 bisa mendapatkan dukungan signifikan dari luar Hindu, karena kita amati hanya AWK satu satunya tokoh Bali yangkonsisten membela Bali dari radikalisme. Tidak ada yang lain, jadi logikanya, umat lain yang merasa sevisi sudah diwakili oleh AWK yang berani membela Pancasila. “ungkap Gede Arya ( Koordinator Garda Jembrana ) ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *