Categories BudayaNasional

WEDAKARNA YAKINKAN PEMILU 2019 PERTARUNGAN IDEOLOGI PANCASILA DENGAN RADIKALISME

SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Saat Bersama Warga Seraya Karangasem dan Warga Bunutan Abang

AWK42 PANEN DUKUNGAN DI SERAYA DAN ABANG KARANGASEM

Senator DPD RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III kembali menyampaikan keprihatinannya terkait memanasnya situasi politik nasional terkait dengan isu SARA yang dikhawatirkan bisa menyebabkan persatuan bangsa Indonesia menjadi goyah. Hal ini disampaikan disela – sela pertemuan dengan masyarakat di Karangasem, yang dimana Senator Arya Wedakarna ( AWK ) meminta rakyat Bali tidak terpancing dengan isu SARA, money politics dan juga hoax menjelang hari H Pemilu 17 April 2019. “Saya setuju dengan pendapat dari Mantan Kepala BIN, Hendropriyono yang menyampaikan bahwa Pemilu 2019 ini adalah pertarungan ideologi Pancasila dengan ideologi Khilafaf. Ini bukan analisis sembarangan, bahwa secara telanjang kita bisa menyaksikan bagaimana semakin terbukanya gerakan radikalisme ini disetiap lini kehidupan berbangsa dan bernegara. Dan kini saatnya, ideologi Pancasila menang dan berjaya, dan semua bisa dilakukan lewat Pemilu 2019. Bali tentu all out sebagai basis Pancasila, tapi belum tentu diluar Bali. Tapi kita harus bekerja dan berdoa. “ungkap AWK. Ia pun mengingatkan agar rakyat Bali, selalu eling dengan perjuangan Pahlawan Bali Mr Gusti Ketut Pudja yang pada tahun 1945 sebagai salah satu perumus NKRI bersama Bung Karno, yang mana pahlawan nasional dari Bali ini dikenal konsisten menolak Piagam Jakarta dengan konsep negara Syariat. “Bali sejak Indonesia merdeka sudah konsisten melawan radikalisme, sudah berani berhadapan dengan konsep negara syariat yang belum tentu sejiwa dengan nilai – nilai budaya orang Bali. Dizaman sejarah kita punya Raja Dalem Waturenggong yang mempunyai keberanian mengusir dan menolak utusan Wali yang ingin mengganti agama orang Bali pasca Majapahit runtuh. Ini yang harus menjadi perhatian kita, bahwa sejarah berulang kembali dan perjuangan harus dihidupkan. Contoh lainnya, dulu Bung Karno berhasil membasmi pemberontak Darul Islam ( DI/TII ) dan kini Joko Widodo berhasil membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia ( HTI ). Saya kira pesannya sama walau aktornya berbeda. Sungguh ini dinamakan konsep karma wesana, bahwa agenda perjuangan bangsa sejak dulu tidak pernah bergeser, yakni pertarungan ideologi Pancasila dan negara agama Khilafah. ‘ungkap Wedakarna yang Presiden The Sukarno Center ini. Terkait dengan kunjungan kerja ke Karangasem, Senator AWK mendapatkan dukungan penuh di Kecamatan Karangasem dan juga kecamatan Abang sebagaimana diungkap oleh Sang Sarka ( Koordinator Gerakan Pemuda Marhaen GPM Bali ). “Karangasem akan memilih anggota DPD RI yang bekerja keras selama 5 tahun, bukan caleg yang baru muncul hanya sebelum pemilu. Memilih wakil rakyat di Senayan bukan urusan main main, karena harga diri Hindu dipertahankan. Kami pastikan seluruh Karangasem ALL OUT untuk AWK 42 Menang Mutlak.”ungkap Sarka. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *