Categories NasionalSatyagraha

TANPA DIKOMANDO, SEKAA TERUNA HINDU SEBALI SIAP JADI SAKSI DAN REKAM SUARA “AWK” DI TPS

SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Teruna Hindu Bali dan Rohaniawan Hindu di Pura Pasek Kayu Selem Songan Kintamani Bangli

PANDITA DAN PINANDITA HINDU BERI RESTU WEDAKARNA DI DPD RI

Ada fenomena baru di Pemilu 2019 ini, khususnya di Bali, yakni bergeraknya potensi anak muda Bali untuk terlibat dalam dunia politik. Didukung oleh digitalisasi teknologi, generasi muda milenial kini mulai intens mengikuti hajatan politik, termasuk menentukan arah pemimpin Bali yang nanti akan dipilih pada Pemilu 2019 ini. Hal ini terekam dalam dialog anak anak muda Hindu di Songan Kintamani dengan Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Suyasa III usai hadir dalam yadnya di Pura Kayu Selem Songan Kintamani Bangli. Dalam kesempatan itu sejumlah generasi muda Hindu yang berasal dari seluruh Bali dan anak muda yang juga bagian dari organisasi sekaa truna, menyampaikan keinginannya untuk menjadi bagian dari garda perjuangan Arya Wedakarna ( AWK ) khususnya untuk menghindari kecurangan Pemilu 2019, salah satunya dengan melibatkan diri dalam proses perhitungan suara, proses rekapitulasi suara dan pengawalan suara yang diraih oleh Caleg DPD RI No.42 yakni AWK saat pada tanggal 17 April 2019. Sebagaimana diungkap oleh Kadek Suka Rudi asal Bangli yang mengatakan bahwa kecintaan mereka terhadap AWK menjadikan anak anak muda di Bali rela ikut mengawal suara AWK tanpa dibayar sepeserpun. “Kami dari kaum muda Bali siap mengamankan suara caleg caleg dari umat Hindu khususnya suara dari Ajik AWK. Kita ingin menunjukkan kepada dunia, bahwa orang Bali bisa bersatu. Secara umum kita tentu menginginkan bahwa yang mewakili Bali di Senayan adalah semeton krama adat Bali, dan diantara semua itu pilihan utama kita adalah Arya Wedakarna” ungkap Kadek Suka. Iapun telah merancang sejumlah langkah agar para saksi bisa bekerja dengan baik dan tanpa biaya, khususnya melihat figur AWK. “ Di Bali ini banyak ada pemimpin, tapi yang terkenal baik kan sedikit sekali. Dan ajik AWK bukan saja pemimpin yang jujur dan merakyat, tapi ajik AWK pemimpin yang mampu memberi inspirasi dan teladan. Beliau bisa memberikan motivasi kepada Bali tidak saja anak muda, tapi juga semua kalangan. Jadi pemimpin seperti AWK adalah pemimpin masa depan Bali, dan gerakan gerakan beliau sudah banyak berpengaruh. Jadi anak muda, sekaa teruna, ormas pemuda, Hindu Muda siap jadi saksi saat 17 April nanti. Kita akan catat, rekam dan videokan semua hasil di TPS. “ungkap suka rudi. Terkait dengan hal ini Senator AWK menyatakan apresiasinya bahwa anak muda sudah banyak berbuat di Pemilu 2019. “Saya mengapresiasi terkait keberanian anak anak muda Bali khususnya generasi milenial baik yang ada di struktur pengurus dari sekaa truna maupun juga tokoh tokoh pemuda Bali di Banjar maupun di Desa yang sudah mulai berani untuk berbicara tentang kedaulatan politik, ini sangat sesuai dengan ajaran Trisakti Bung Karno maka dari itu saya berpesan kepada anak anak muda jadikanlah ajang pemilu 2019 ini sebagai wadah untuk pendidikan politik, karena bisa saja pada pemilu 2019 ini anak anak kita terlibat sebagai relawan, sebagai simpatisan, sebagai saksi dan jika alam berkehendak anak anak muda yang hebat hebat ini nantinya bisa menjadi calon calon legislatip dan bahkan juga pemimpin bangsa dimasadepan. Jadi inilah yang disebut konsepsi marhaenisme dalam bidang politik sosio demokrasi, dimana demokrasi harus dijalankan dengan pengertian, dengan kesepahaman dan juga dengan satu niat baik untuk memperbaiki tujuan, untuk memperbaiki nasib bangsa selama 5 tahun kedepan, saya apresiasi dan terimakasih atas bantuan pemuda pemuda Bali yang menjadi relawan dan saksi saksi di setiap TPS yang ada diseluruh Provinsi Bali “ ungkap Senator Arya Wedakarna yang merupakan peraih suara tertinggi di pemilu 2014 yang lalu. Dari pengamatan dalam setiap kegiatan simakrama anggota DPD RI Arya Wedakarna (AWK) mendapatkan dukungan tidak saja hanya dari masyarakat umum secara luas khususnya generasi muda milenial tetapi banyak kalangan rohaniawan Hindu baik Sulinggih, Pandita, Pinandita serta para pemangku disetiap titik di Bali memberikan doa restu dan dukungan kepada perjuangan dari Arya Wedakarna untuk menang dalam pemilu 2019. “Sebagai seorang ksatria saya tetap membutuhkan dukungan dan doa restu dari para Ida Anak Lingsir dan juga Rohaniawan Hindu khususnya dari beliau beliau yang sudah meraga suci karena konsep kepemimpinan Hindu yaitu Raja Rsi tetap harus dijalankan dengan sebaik baiknya mengingat banyak hal hal dan perjuangan kepada para tokoh tokoh Hindu baik di Griya di Dadia di pura pura termasuk para pangempon harus diperjuangkan demi kesejahteraan para pemimpin umat Hindu. Titiang sayaga dan dukungan dari sejumlah Pendeta (Sulinggih) para pemangku yang saya dapatkan disetiap kunjungan diseluruh Bali sangat berarti semoga Bali berdaulat dalam hal kesejahteraan dari para rohaniawan kita “ pungkas Arya Wedakarna yang juga peserta Pemilu 2019 nomor urut 42. (humas)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *