Categories BudayaHinduSatyagraha

DUKUNG PERJUANGAN, PENGLINGSIR PURI SERAHKAN TONGKAT ANTIK PADA WEDAKARNA

SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Gerakan Relawan Arya Wedakarna ( GARDA ) di Puri Sibang Abiansemal dan juga A A Gede Narmada Abady.

RELAWAN AWK42 BERKUMPUL DI PURI AGUNG SIBANG BADUNG

Ilmu Politik menurut ajaran Marhaenisme Bung Karno, adalah ilmu menambah kawan seperjuangan, illmu melebarkan pengaruh politik santun dan ilmu merangkul semua kalangan dengan baik. Pancasila yang diperas menjadi “Eka Sila” yakni gotong royong harusnya dipegang teguh oleh seluruh pemimpin yang mengaku Sukarnois. Dan hal ini disampaikan saat tokoh muda Sukarnois Bali, Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III hadir disejumlah titik di Kabupaten Badung Utara yakni Mengwi, Abiansemal dan Petang dalam rangka Kampanye Pemilu. Ditemui usai hadir di Puri Agung Sibang Abiansemal, Arya Wedakarna ( AWK ) menyampaikan pandangannya bahwa kedepan anak muda di Bali harus berani mengimplementasikan ajaran ajaran Bung Karno dalam kehidupan sehari hari, bukan sekedar retorika saja. “Seorang anak ideologis Bung Karno bukan hanya ditandai kita ekslusif bergaul dengan anak Sukarno ya, itu mah biasa saja bagi saya, tapi akan lebih keren jika anak muda Bali bisa menjadi Sukarno Sukarno muda. Apa ciri ciri Sukarno Muda ? yang pasti harus pintar, harus cerdas dan menggunakan pendekatan ilmah akademis dalam memimpin, bukan menggunakan kekuatan otot. Jadilah pemimpin yang baik, yang tanpa emosi, yang tidak rakus dan jangan jadi “pemimpin defisit”. Nanti jadi tertawaan masyarakat Bali. Ini harus kita kita tanamkan melalui pendidikan karakter kepahlawanan, bukan karakter politisi apalagi politikus yang tanpa ideologi. Ini saya minta pada anak muda Bali. “ungkap Arya Wedakarna ( AWK ). Dan terkait dengan konstelasi politik di Pemilu 2019, pihaknya menolak jika ada pemimpin politik, penguasa eksekutif dan juga partai partai politik di Bali yang memaksakan kehendaknya dengan mengarahkan pilihannya pada figur – figur tertentu, apalagi disertai dengan ancaman mutasi dan lain sebagainya. “Selama berkeliling Bali di 9 Kabupaten / Kota saya sering mendengar keluhan warga yang merasa kecewa karena telah diarahkan untuk mendukung figur tertentu dalam Pemilu 2019 ini, baik Presiden, DPD, DPR atau DPRD. Secara hukum konstitusi, tindakan memaksa itu sudah salah ya, karena pejabat publik harus netral sekalipun mereka orang partai. Itu tidak boleh, dan juga itu terjadi, asal ada bukti rakyat bisa melaporkan. Dan saya rasa Pemilu adalah pesta politik, yang harus ada kegembiraan, dan juga suka cita. Tapi jika saat ini muncul intimidasi, dan ancaman akan mutasi disana sini itu sudah melanggar aturan, apalagi dengan mengerahkan kekuatan ormas. Itu sangat anti Pancasilais. Sekarang rakyat Bali ya mulat sarira saja. Renungkan dan jangan takut terintimidasi, semua memiliki kebebasan dibalik TPS. Jangan mau menjadi alat penguasa, jangan menjadi antek antek pejabat yang punya jejak rekam jelek dan yang pasti pakai kata hati dalam Pemilui 2019 ini.Prinsip jangan melanggar UU.”ungkap AWK. Dalam acara karya di Puri Agung Sibang, Senator AWK mendapatkan sambutan hangat dari tuan rumah yakni AA Gede Narmada Abady ( Penglingsir ) dan juga AA Gede Donny Abady serta pengurus Gerakan Relawan Arya Wedakarna ( GARDA ) Bali dari sejumlah wilayah. Termasuk saat Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III diberikan hadiah berupa tongkat antik khusus dari bahan kayu antik milik penglingsir Puri yang diserahkan pada Gusti Wedakarna. “Tiang sampaikan apresiasi pada Puri Sibang yang telah memberikan doa dan restu akan perjuangan tiang. Tiang akan berbuat sesuatu, dan hubungan kekerabatan antara tiang sebagai Warih Tegeh Kori Badung, Warih Sibang dan Warih Mengwi akan terus terjalin.Semoga kedaulatan Bali dan Hindu Dharma direpublik ini berhasil. Suksme ageng aas cihna yang diberikan. Suatu saat, Ida Penglingsir akan tiang undang ke Istana Mancawarna Tampaksiring. Suksme ageng. “ungkap Gusti Wedakarna yang merupakan putra dari tokoh PNI Bali, Shri Wedastera Suyasa ini. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *