Categories BudayaHindu

WEDAKARNA : NYOMAN DAN KETUT SIMBOL EKSISTENSI HINDU BALI

FOTO – Staf Khusus DPD RI B.65 Bersama Kedua Mempelai Putu Agus Supartono Dengan Ni Made Oni Supariani Di Br. Buki Sidan Gianyar

STAF KHUSUS DPD RI B.65 HADIRI PAWIWAHAN PUTU AGUS SUPARTONO DENGAN NI MADE ONI SUPARIANI DI BR. BUKI SIDAN GIANYAR

Memperjuangkan kedaulatan Bali terus dilakukan Senator muda Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Bagaimana tidak? fakta dilapangan jumlah krama Hindu Bali sedikit demi sedikit mengalami penyusutan, dimana setidaknya diera modern saat ini sangat jarang melihat keberadaan Nyoman dan Ketut. Tentu, jika dikaitkan dengan project pembangunan Bali kedepanya tentu apabila angka penyusutan terhadap jumlah SDM umat Hindu di Indonesia, tentunya sangat berpengaruh pada kepentingan Umat Hindu untuk mengakomodir anggaran pembangunan nasional yang berbasis SDM seperti Bali yang merupakan salah satu daerah mayoritas Umat Hindu di Indonesia. Jika dilihat dari data BPS umat Hindu di Indonesia, angka pertumbuhan umat Hindu pertahunnya sama sekali tidak mengalami perkembangan siginifikan, akan tetapi masih stagnant dengan jumlah angka yang cukup terbatas, bagaimana mungkin mengakomodir kebutuhan pembangunan SDM Umat Hindu jika jika anggaran pengelolahan pembangunan terbatas.
Demikian yang selalu disampaikan Gusti Wedakarna saat memberikan sejumlah edukasi kesejumlah masyarakat adat sebagai bagian dari Umat Hindu untuk ikut berkontribusi secara tidak langsung dalam menjaga eksistensi Umat Hindu di Indonesia salah satunya mengkampanyekan KB Bali 4 Anak dilingkungan krama adat Bali. Dan terbukti dapat dilihat saat dirinya mengutus Satf Khususnya untukmenghadiri undangan pawiwahan Putu Agus Supartono dengan Ni Made Oni Supariani Di Br. Buki Sidan Gianyar. Pada kesempatan tersebut, melalui I Nyoman Sindu Gautama, walaupun masih dalam menjalankan swadharmanya sebagai wakil Bali, ia menyempatkan waktu dan pikirannya untuk bisa hadir dan menyama braya khalayak masyarakat salah satunya dengan mengutus perwakilannya. I Nyoman Sindu Gautama (Staf Khusus DPD RI B.65) menyampaikan permohonan maaf jika Pak Senator belum bisa hadir pada acara pawiwahan hari ini mengingat masih dalam giat kunjungan kerja parlemen sebagai anggota DPD RI. Menanggapi hal itu, Agus selaku mempelai dan atas nama keluarga sangat berterima kasih kepada Gusti Wedakarna yang masih memikirkan bagaimana dirinya bisa menghadiri undangan acara pawiwahan kami, ia berharap dengan kedatangan utusan Gusti Wedakarna, kedepan dapat terjalin hubungan yang baik dan menjadi teladan bagi pejabat lainnya bagaimana untuk tetap bisa menyama braya. ” Kata Agus
Sementara itu, ditempat terpisah Gusti Wedakarna menyampaikan selamat berbahagia pada Agus dan Supariani. Ia menyampaikan jika sebagai pasangan yang baru harus saling menjaga satu sama lain apalagi sebagai pasangan yang baru, untuk membangun rumah tangga tidaklah mudah. Saya harap agar kedepan sebagai pasangan suami istri teruslah menanamkan dan menguatkan nilai-nilai ajaran Hindu sebagaimana yang diajarkan pada nilai-nilai kitab suci Veda kepada keluarga dan anak yang kelak dilahirkan, suatu saat dengan karma yang baik anak tersebut akan menjadi seorang warih Bali yang dapat menjadi kebanggan keluarga dan bangsa serta umat Hindu di Nusantara. Kata Wedakarna
Tak lupa,ia juga kembali memesankan agar nantinya kedua mempelai ikut serta untuk tetap menjaga tradisi yang ditanamkan leluhur kita salah satunya dengan melestarikan program KB Bali 4 orang anak sesuai dengan konsep catur warna (Brahmana, Ksatria, Weisya dan Sudra). Hal itu ia ungkapkan sebagai bentuk tanggungjawab dalam menjaga keberadaan warih Bali. “ Mari bersama-sama kita jaga Nyoman dan Ketut agar tidak hilang dari tanah Bali. Jika juga menjelaskan jika melihat kondisi saat ini jumlah krama Adat Hindu di Bali sedikit demi sedikit mulai mengalami penyusutan. Tentu kedepannya ini menjadi evaluasi kita bersama sehingga kedepannya kita tetap bisa menjaga keberadaan Umat Hindu di Indonesia.(Hms)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *