Categories Satyagraha

DR. WEDAKARNA LUNCURKAN BEASISWA PENDIDIKAN S1 SENILAI RP 42 MILYAR BAGI 1500 MAHASISWA MISKIN

SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama siswa di Bedugul Tabanan dan siswa di Ubud Gianyar

SENATOR RI TEMUI RATUSAN SISWA KURANG MAMPU DI BEDUGUL

Walau sudah menjadi pejabat negara, sosok Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III tetap tidak bisa lepas dari perannya sebagai seorang pendidik dan guru. Dibesarkan dalam kultur dunia pendidikan di Bali, Arya Wedakarna ( AWK ) adalah putra dari seorang pejuang PNI Bali yakni Shri Wedastera Suyasa, yang merupakan Ketua Partai Nasional Indonesia ( PNI ) yang juga sahabat Bung Karno yang saat itu sama – sama pendiri bangsa bersama sama menggagas pendirian Universitas Udayana ( 1962 ) dan Universitas Marhaen ( 1963 ). Maka tidak heran, dalam kesehariannya, sosok AWK lebih terkesan sebagai sosok seorang pendidik ketimbang seorang politisi, apalagi jejak rekamnya tercatat sebagai doktor termuda di Indonesia dan pernah menjadi Rektor Termuda di Indonesia. Semangat inilah yang digelorakan oleh AWK kemanapun ia berkunjung, khususnya bagaimana mempengaruhi anak anak muda Bali agar bersemangat dalam mencapai pendidikan tinggi. “Dalam agama Hindu, khususnya di Kitab Suci Bhagawad Gita sudah jelas dikatakan bahwa satu satunya penyelamat manusia dizaman kaliyuga adalah Jnana ( Ilmu Pengetahuan ). Bahkan Yadnya yang paling tinggi pahalanya dalah Jnana, bukan ritual dipura. Ini juga dicontohkan oleh Pandawa Kurawa yang merupakan tokoh Hindu dari Dinasti Kuru yang mereka diminta mengenyam pendidikan setinggi tingginya. Begitu juga Ganesha, putra Siwa Mahadewa – Durga yang diminta untuk belajar ilmu sebelum sempurna menjadi Dewa. Apa maknanya ? Para dewa memberikan contoh agar mnusia mencapai pendidikan tinggi demi masa depan. Dan diera kemedekaan ini mari lihat para sarjana yang berhasil seperti Bung Karno yang Insiyur, seperti Mr Gusti Ketut Pudja yang Sarjana Pertama dari Bali yang ikut mengkonsep NKRI, atau teladani sosok Prof IB Mantra yang doktor Hindu pertama lulusan India, serta contoh juga Presiden Jokowi yang sarjana lulusan UGM Jogjya. Jadi kepemimpinan itu membutuhkan kepintaran dan moral baik”ungkap AWK. Dan ia tetap meminta agar progra Bal Intelektual 2020 dan branding Bali The Island Of Science ( Bali Pulau Ilmu Pengetahuan ) terus secara konsisten dilaksanakan. “Anak muda Bali harus sadar, banyak tokoh bangsa yang menginspirasi, dan mari kuliah ditempat yang baik dan sesuai aturan Menteri Ristek Dikti. Jangan pilih kampus abal abal yang bukan PT tapi mengaku ngaku sebagai Universitas. Kalau bisa anak muda Bali, ambil program S1 dibanding diploma agar bisa mendapatkan gelar sarjana, karena dengan Gelar Pendidikan minimal ada Kredensial yang patut dipercaya untuk masa depan anak anak bangsa. Sebentar lagi tahun ajaran baru, dan semoga lebih banyak anak muda bisa berpendidikan tinggi. “ungkap Gusti Wedakarna. Terkait dengan hal itu, AWK menyempatkan diri untuk memotivasi anak anak muda dari sejumlah sekolah dikawasan Bedugul yakni SMA Candi Mas dan SMK Pariwisata Pancasari dalam pertemuan di Kebun Raya Bedugul. Begitu juga saat Senator AWK berkunjung ke SMK Ratna Wartha di Ubud Gianyar, ia memberikan motivasi agar anak anak lulusan SMK juga berani masuk kebangku kuliah demi masa depan yang cerah. “Lulusan SMA /SMK memang bisa bekerja, tapi maaf, hanya sebatas menjadi buruh dan pekerja teknis dengan gaji kecil tanpa tunjangan. Jangan sampai orang Bali Asli jadi buruh ditanahnya sendiri sedangkan tamiu di Bali sudah pintar pintar sekolahkan anaknya. Penguasaan ekonomi dan politik, hanya bisa lewat komunitas yang cerdas dan pintar, tidak ada jalan lain. Jadi saya himbau, agar orang tua jika mampu sekolahkan anak – anak ke jenjang pendidikan tinggi. “ungkap AWK. Tahun 2019 ini, Arya Wedakarna meluncurkan Program Beasiswa S1 Angkatan ke XVIII senilai Rp 42 Milyar untuk 1500 kursi yang merupakan kerjasama Universitas Mahendradatta dengan The Sukarno Center yakni memberikan Beasiswa Penuh Hingga Semester VIII untuk program S1 di Universitas Mahendradatta dengan syarat mudah yakni hanya lulus UN tanpa seleksi, berlaku untuk semua golongan dan agama. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *