Categories NasionalSatyagraha

MOTIVASI SISWA, DR. WEDAKARNA TEGASKAN JADI PEMIMPIN BANGSA HARUS MILIKI BASIS AKADEMIK

SATYAGRAHA– Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Saat Di SMA Negeri 1 Penebel dan SMK Restumuning di Perean Baturiti

RIBUAN SISWA DAN GURU DI TABANAN SAMBUT SENATOR RI

Senator DPD RI asal Bali, Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III kembali menjadi bintang saat hadir didua sekolah di Kabupaten Tabanan yakni diperayaan ulang tahun hari jadi SMA Negeri 1 Penebel dan kegiatan dharma wacana di SMK Restumuning Perean Baturiti Tabanan. Dalam kunjungan dalam rangka sidak kantin sukla sekolah sekaligus sosialisasi MPR RI, Senator Termuda asal Bali ini dielu elukan oleh warga sekolah, hal ini dilihat dari tingginya antusiasme warga sekolah untuk bertatap muka dengan tokoh kharismatik ini. Sebagaimana yang terlihat di SMAN 1 Penebel Tabanan, yang dimana Senator Arya Wedakarna ( AWK ) mengaku takjub dengan sekolah yang langsung berhadapan dengan Gunung Batukaru yang indah.”Saya kira SMAN 1 Penebel ini adalah sekolah dengan pemandangan terindah diseluruh Bali. Dibelakang sekolah bersebelahan dengan sawah subak dan juga gunung Batu Karu. Benar benar luar biasa. Kalau bisa tidak usah pakai pagar tinggi, cukup seperti sekarang sudah baik. “ungkap Gusti Wedakarna. Begitu juga di SMK Restumuning yang ia anggap sebagai salah satu sekolah SMK swasta yang memiliki kualitas bagus di Tabanan.”SMK ini ada dijalur strategis Perean, Baturiti dan jalur Denpasar – Singaraja. Jika nanti jalan tol Denpasar – Buleleng jadi, apalagi airport di Buleleng berhasil dibangun, maka sekolah ini akan mendapat dampak positif. Pertahankan prestasi dan saya senang dengan program bernuansa kehinduan yang sangat kental. Hebat.”ungkap AWK. Dan dihadapan ribuan siswa dan guru, Senator AWK menyampaikan harapannya agar anak anak muda di Tabanan harus bisa memiliki visi mencapai pendidikan tinggi. “Lulusan SMA / SMK harus memiliki keinginan menjadi seorang sarjana ( S1 ). Kenapa ? karena jika anak muda Bali ingin maju dan tidak tertinggal dari SDM pendatang, maka syaratnya adalah memiliki kemampuan dibidang akademik. Untuk menjadi pimpinan perusahaan, kepala cabang kantor, direktur perusahaan, apalagi bekerja dibidang pelayanan publik pemerintah, maka anak muda Bali wajib menggenggam gelar Sarjana. Karena globalisasi membutuhkan SDM Strata 1, negara selalu membuka lapangan pekerjaan setingkat ASN dengan minimal Sarjana dan yang paling penting, dengan menjadi Sarjana maka pekerjaan dibidang manajerial adalah mutlak. Mari lihat sarjana yang sukses, sarjana yang tamat kuliah 4 tahun tepat waktu, sarjana yang punya IP tinggi, dan sarjana sukses yang kaya. Jangan lihat sarjana yang gagal ya. Lihat yang berhasil seperti misalkan Presiden Jokowi yang Sarjana Teknik Insinyur dari UGM Yogya atau lihat Gubernur Bali kita Wayan Koster yang lulusan ITB Bandung. Ini tugas saya memotivasi kaum muda milenial agar bisa S1 jika ingin jadi pemimpin. “ungkap Gusti Wedakarna. Terkait dengan kesempatan untuk kuliah diperguruan tinggi, pihaknya meminta agar orang tua di desa bisa mengarahkan anak anak mudanya untuk bisa bekerja sambil kuliah, karena menciptakan anak muda yang lebih sukses dari leluhur adalah kewajiban orang tua.”Saya kira yang paling berperan penting adalah orang tua, karena orang tua bisa mengarahkan anaknya dengan baik. Memang banyak kendala ekonomi yang menghadang, tapi itu bukan halangan. Di Bali banyak perguruan tinggi yang menyediakan beasiswa, bahkan banyak PTS yang memberikan kemudahan untuk kuliah sore atau kuliah akhir minggu. Saya kira manfaatkan hal ini. Saya yakin Perguruan Tinggi di Bali sangat komit membantu anak anak muda Bali yang ingin berpendidikan tinggi. Dan mari rebut kesempatan itu. Yang penting ingat, bahwa sekolahnya dikampus yang tercatat di Kementrian Ristekdikti RI seperti Universitas, Institut, Sekolah Tinggi, Akademi atau Politeknik. Semoga misi Bali Intelektual 2020 dan menjadi Bali sebagai Pulau Pengetahuan ( Bali The Island Of Gods ) menjadi kenyataan. “pungkas Dr Wedakarna yang mantan Sekretaris Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Seluruh Indonesia ( APTISI ) Wil VIII ini. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *