Categories Internasional

INGATKAN SEJARAH BUNG KARNO DI PORTUGAL , WEDAKARNA TEMUI PIMPINAN PARLEMEN DAN KEMENTRIAN

SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Pimpinan Parlemen dan Kementrian Tenaga Kerja Republik Portugal di Lisbon

PANITIA PERANCANG UU DPD RI KUNJUNGI KOTA LISBON DAN PORTO

Pada tahun 1959, Bung Karno mengunjungi Portugal dalam rangka diplomasi internasional. Selain menjalin hubungan baik dengan Portugal, saat itu Bung Karno menemui Presiden Salazar di Lisabon dalam rangka menyelamatkan 4 orang WNI yang dipenjarakan oleh pemerintah Portugal di Angola Afrika yang masih jajahan Portugal. Dan misi kerjasama Bali, Indonesia dan Portugal ini kembali digalang oleh Senator DPD RI Utusan Provinsi Bali yakni Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa yang juga President The Sukarno Center Tampaksiring ini. Dalam lawatanyya selama beberapa hari dinegara paling barat Eropa ini, Senator Arya Wedakarna ( AWK ) mengunjungi dua kota terbesar di Portugal yakni Lisbon dan Porto dalam rangka pelaksanaan studi referensi tentang RUU Partisipasi Masyarakat yang dilakukan oleh Panitia Perancang Undang – Undang ( PPUU ) DPD RI. Harapan agar kerjasama Indonesia dan Portugal disampaikan secara gamblang dihadapan H.E Pedro Alves ( Pimpinan DPR Republik Portugal ) di Lisbon dan juga dihadapan Mr. Tiago Preguica ( The Minister Of Labour, Solidarity and Social Security Republic Of Portugal ). “Dalam sejarah bilateral Indonesia dan Portugal, memang mengalami masa pasang surut, khususnya terkait dengan Timor Leste yang dimana kedua negara pernah memutuskan hubungan diplomatik. Dan diera milenial sekarang, apapun bentuk kerjasama Indonesia dengan negara sahabat, harus berlandaskan pada kepentingan mutual, bebas aktif dan juga perdamaian dunia. Portugal adalah salah satu anggota UE yang berpengaruh, dan itu menjadi kepentingan Bali dan Indonesia agar kedepan hubungan politik, pendidikan, ekonomi dan kebudayaan kedua bangsa bisa terwujud. Masa lalu biarlah menjadi sumber inspirasi dan juga sebagai wujud bagi kita untuk mulat sarira, tapi anak muda khususnya diplomat muda harus terus merasa optimis dengan kerjasama internasional. “ungkap Gusti Wedakarna. Selama di Portugal, Senator AWK juga mengadakan pertemuan dengan Ibnu Wahyutomo, Duta Besar Republik Indonesia untuk Portugal terkait sejumlah agenda. “Indonesia dan Portugal sedang memperingati 500 tahun hubungan sejarah kedua bangsa, yakni pada saat Kongsi Kapal Portugal yang dipimpin Alfonso De Albuquerque menginjakkan kaki di Pulau Bamatus ( sekarang pulau Timor ) pada tahun 1511. Termasuk juga sejarah Bung Karno pada tahun 1953 yang langsung datang ke Builaran pusat Kerajaan Liurai Malaka Wehali untuk menyerahkan Bendera Merah Putih sebagai tanda berakhirnya kolonialisme. Anak muda Indonesia haru melek sejarah, harus paham sejarah karena kadangkala, diplomasi Indonesia dalam perjuangan dibidang apapun, akan menjadi cari jika kedua pihak berbicara tentang romantisme sejarah. Ini dulu yang disebut Bung Karno bahwa sejarah masa lalu bisa membentuk sejarah masa kini, asal kita arif dan bijaksana dalam menyikapi sejarah.”ungkap Senator AWK. Lalu apa kepentingan Bali dengan Portugal ? Senator termuda dari Bali ini menyampaikan bahwa Bali memiliki agenda agar wisatawan dari Portugal bisa semakin meningkat jumlahnya ke Bali disamping ada sejumlah tenaga kerja WNI asal Bali yang bekerja disejumlah sektor di Portugal. “Saya membawa 3 misi untuk Bali yakni kita membutuhan quality tourist dari Portugal, misi pendidikan kelas internasional bagi mahasiswa pasca sarjana asal Bali dan yang pasti perlindungan TKI asal Bali diseluruh Portugal. Kedepan hubungan dagang antara Bali dengan Portugal akan kita masuk keskala prioritas. Ini bagian dari Ekonomi Satyagraha yang saya gagas. “ungkap Shri Arya Wedakarna yang mantan Rektor Universitas Mahendradatta Bali ini ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *