Categories InternasionalSatyagraha

DR. WEDAKARNA NAPAKTILAS SEJARAH BUNG KARNO DI NEGARA MAROKO

INTERNATIONAL – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat di Yves Saint Laurent Musee Marrakech di Kota Marrakesh Maroko, salah satu teladan pusat ekonomi kreatif yang mendunia

PANITIA PERANCANG UU DPD RI KUNJUNGI BENUA AFRIKA

Pada tahun 1960 Raja Maroko Mohammed V memberikan hadiah kepada bangsa Indonesia yakni pembebasan VISA bagi seluruh warga Indonesia yang berkunjung ke Maroko, hal ini sebagai bukti kedekatan bangsa Indonesia dengan Maroko yang sudah terjalin dengan lama. Bahkan di Maroko, khususnya dikota Rabat hingga saat ini masih ada Jalan yang mengambil nama Presiden Sukarno yakni Jalan “Sharia Al-Rais Ahmed Soekarno” yang sekarang terkenal dengan nama Rue Soekarno yang berdekatan dengan Kantor Pos Pusat Maroko. Hal – hal sejarah inilah yang harusnya diingat oleh generasi muda bangsa, terkait dengan kehebatan diplomasi Indonesia didunia internasional. Demikian yang terekam dalam kunjungan Senator DPD RI asal Bali Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III saat berkunjung ke Maroko, salah satu negara besar dibenua Afrika. Dalam kunjungan selama 3 hari di Maroko, Arya Wedakarna (AWK) juga bertemu dengan penjabat Kedutaan Besar RI di Maroko sekaligus mengunjungi sejumlah kota penting seperti Casablanca dan Makaresh. “Sebagai anak ideologi Bung Karno, saya merasa senang bisa menapak sejarah Bung Karno di Afrika. Dari cerita para diplomat internasional, kita tahu bagaimana dunia sangat menghormati Bung Karno. Indonesia adalah Sukarno dan Sukarno adalah Indonesia, dan tak heran jika diMaroko, hubungan kerjasama baik dibidang politik, ekonomi dan kebudayaan hampir terjaga dengan baik selama berpuluh tahun, dan ini tugas kami selaku anggota DPD RI untuk terus menjalin kerjasama P to P atau Parliament To Parliament agar diplomasi bangsa dapat berjalan. Kita bantu pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk bisa terus berdaulat dalam diplomasi internasional.”ungkap AWK yang juga Presiden The Sukarno Center Tampaksiring ini. Disatu sisi, peran Indonesia dalam konfrensi Asia Afria ( KAA ) pada 1955 tentu sangat signifikan untuk memainkan peran internasional terutama dikalangan Asia Afrika. “KAA tahun 1955 adalah design dari tokoh PNI saat itu. Termasuk ayah saya ( Swargi ) Ratu Aji Shri Wedastera Suyasa ikut menjadi Committee di KAA Bandung. Jadi peran tokoh muda Bali sangat signifikan dalam KAA. KAA ini akhirnya menjadi sebuah gerakan internasional yakni Non-Blok dan Non Alignment Movement ( NAM ) yang menggetarkan dunia.Hampir saja Indonesia bisa membuat bisa membua PBB baru jika saja Sukarno tidak ditumbangkan Suharto. Dan astungkara, kini peran anak anak muda bangsa untuk bisa menjadi diplomat diplomat muda dan membawa politik bebas aktif Indonesia kekancah dunia.”ungkap Gusti Wedakarna. Dan terkait dengan peran Indonesia dibidang ekonomi, seharusnya Indonesia bisa merasa bangga, bahwa bangsa ini sudah dikategorikan negara berkembang kelas satu, yakni kesejajaran Indonesia dengan negara lainnya. “Bali membawa pesan penting bagi dunia yakni dengan sukses mengadakan IMF World Bank Annual Meeting 2018 silam. Ini merupakan kebanggaan bagi kita, bahwa Bali Road Map, termasuk hasil di Konfrensi APEC dan WTO diBali pada 2013 mampu menjadikan kita punya posisi tawar yang baik. Dan dari sudut pandang kami bahwa, segmentasi perluasan ekonomi Indonesia kedepan ya harus ekspansi ke Afrika. Kenapa Afrika ? Karena negara kita bisa menjadi investor, partner dan juga sahabat yang baik bagi Afrika. Persamaan kultur, agama dan juga sejarah KAA akan sangat menguatkan. Jadi ketimbang ekspansi ke Eropa, Amerika, Australia dan negara maju di Asia, lebih baik kita fokus ke Afrika. Maka dari itu, cita cita saya, seorang Gubernur Bali harus lebih banyak menyekolahkan siswa berprestasi ke Afrika agar mereka bisa jadi konsul konsul hebat bagi Bali. Ini design untuk 2030 dan 2045. “pungkasi AWK yang mantan Rektor Universitas Mahendradatta ini. ( admin )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *