Categories BudayaSatyagraha

WEDAKARNA MINTA PETERNAK MUNDURKAN KANDANG BABI DAN INVESTOR CABUT GUGATAN DI PENGADILAN

SATYAGRAHA BALI – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Investor dan Peternak Babi di Payangan Gianyar

SENATOR KECAM GUGATAN RP 2,8 M KE PETERNAK BABI DI PAYANGAN

Kasus gugatan pihak investor yang mengelola Hotel Nandini di Br Susut Desa Buahan, Payangan Gianyar kepada seorang peternak Babi yakni Nyoman Sukarma akhirnya dimediasi oleh anggota DPD RI Utusan Provinsi Bali, Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa. Dalam pertemuan yang dihadiri oleh pejabat Kecamatan, pejabat Desa, Klian Dinas, Investor dan juga keluarga tergugat, Senator Arya Wedakarna ( AWK ) langsung hadir dilokasi peternakan Babi yang memang berjarak cukup dekat dengan Restoran Nandini Hotel, walau kandang babi yang dimaksud masih berada diatas lahan dan tanah pribadi milik Nyoman Sukarma. Dalam pertemuan itu, seperti biasa Senator AWK mencari informasi dua arah, sekaligus mendengarkan informasi baik dari pihak tergugat maupun pihak penggugat. “Saya ingatkan kepada pihak investor bahwa peternak babi ini membangun kandang babi diatas tanahnya sendiri dan tidak ada yang dilanggar oleh bapak wayan, dan tindakan menggugat kepengadilan oleh investor, walau itu hak warga negara tapi saya kira kurang hati hati, apalagi materi gugatannya sampai bermilyar milyar tersebut. Ingat ya, yang digugat ini adalah mantan Bendesa Adat, pihak yang dulu membantu proses perijinan bahkan memfasilitasi hotel ini sampai berdiri. Jadi jangan sesekali meninggalkan sejarah ( Jas Merah ). Saya simpati pada pak Nyoman, seorang peternak babi sederhana yang kurang paham hukum tapi mendapat masalah seperti ini. Harusnya bisa mediasi internasl, apalagi ini masalah kecil hanya karena bau kandang dan limbah. “ungkap Senator AWK. Selain itu pihak DPD juga menyayangkan bahwa masalah ini berlarut – larut sampai harus kepengadilan dan seharusnya bisa diselesaikan ditingkatan birokrasi didaerah. “Ketika kasus ini terjadi dimanapun di Bali, terlihat bahwa peran dan kemampuan dari pemerintah Kabupaten untuk menyelesaikan sangat lemah, padahal dari keterangan peternak, sudah pernah ada satpol PP dan dinas LH yang hadir, namun tidak ada hasil. Perbekel juga seharusnya secara aktif menyelesaikan dan jangan sampai masalah domestik terdengar hingga DPD RI di Senayan. Tapi tidak apalah, ini sekaligus evaluasi dari kinerja birokrasi. Malah saya apresiasi dengan kehadiran Bapak Nyoman Partha ( DPRD Bali dr Fraksi PDIP ) yang tempo hari hadir kelokasi. Saya minta agar kedepan jangan sampai investor dengan mudah menggugat rakyat kecil, agar tidak menjadi isu SARA antara krama Bali dan investor pendatang. Dengan kasus ini saja, saya perhatikan pihak investor sudah terkesan menjadi musuh bersama (common enemy) dari masyarakat yang belum tahu duduk persoalannya, apalagi sudah viral dimedsos, mohon berhati hati. “ungkap Senator AWK. Adapun hasil dari pertemuan bersama DPD RI adalah 1) DPD menyampaikan bahwa pihak Peternak Babi Nyoman Sukarma memiliki hak hukum untuk menggugat balik perusahaan, karena pihak peternak membangun kandangan babi ditanahnya sendiri dan itu adalah hak dari pemilik tanah sebagaimana amanat UU 2) DPD menyarankan agar terhindar dari masalah hukum, agar peternak berkenan memindahkan kandangnya kebelakang mengingat peternak masih memiliki lahan seluas 45 are dikawasan kandang, sehingga tidak mengganggu kenyamanan tamu. 3) DPD mengingatkan jika tamu dan hotel sepi, maka karyawan lokal yang berjumlah 80% akan terdampak. 4) DPD meminta agar pihak investor membantu memberikan kompensasi pembangunan kandang baru melalui mekanisme CSR 5) DPD meminta kepada investor agar mencabut gugatan dipengadilan setelah seluruh itikad baik peternak dipenuhi dan AWK meminta peternak menyiapkan langkah gugatan balik jika dianggap terjadi wanprestasi terhadap proses mediasi. “Saya akan mengawal proses ini, dan jika perlu mencari informasi lengkap di Pengadilan Negeri Gianyar. Tanpa bermaksud intervensi hukum, tapi sinergi legislatif dan yudikatif harus saling melengkapi agar tidak semua masalah rakyat kecil dibawa keurusan hukum. Saya monitor komitmen peternak dan investor. This is Satyagraha “pungkap Dr. Arya Wedakarna yang juga mantan Rektor Universitas Mahendradatta Bali ini. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *