Categories BudayaSatyagraha

DR. WEDAKARNA MINTA INVESTOR PERLAKUKAN ORANG BALI SECARA TERHORMAT URUSAN UMK

SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Saat Membela Kepentingan Rakyat Di Hotel Anvaya dan Hotel Serela Kuta Badung

KARYAWAL HOTEL ANVAYA DAN HOTEL SERELA MESADU KE DPD RI

Sejumlah aspirasi dari karyawan hotel ditanggapi oleh Senator DPD RI Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, diantaranya adalah permasalah terkait kesejahteraan dan kontrak kerja oleh karyawan hotel di Hotel Anvaya dan Hotel Serela di Kuta, Badung. Pertemuan di Anvaya Hotel diadakan dengan didampingi oleh I Wayan Wasista ( Bendesa Adat ), Ketut Soma ( Kasi Pemerintah Kel Kuta ) , Drs. I Nyoman Water ( Kepala Lingkungan ) serta diterima oleh Gede Simpen ( Manajemen Hotel ) dan dihadiri oleh pelapor atas nama Ni Komang Suastini yang merupakan karyawan asli Desa Adat Kuta. Dalam pertemuan tersebut mengemuka permasalah terkait degan adanya klarifikasi atas fitnah yang dilakukan oleh sesama karyawan, yang akhirnya mengakibatkan Ni Komang Suastini terancam untuk tidak bisa melanjutkan kerja. Setelah mendengar pemaparan dari sejumlah pihak, termasuk dari pihak pemerintahan dinas dan juga penjelasan pihak hotel, Senator Arya Wedakarna ( AWK ) meminta kepada seluruh pihak untuk menahan diri, dan menyampaikan bahwa masalah kecil jangan terlalu dibesar besarkan, karena bagaimanapun investor berusaha di Bali tidak semata – mata mencari keuntungan tapi juga memberdayakan masyarakat lokal. “Disatu sisi saya paham bahwa manajemen harus berlaku tegas, tapi sangat penting klarifikasi dan penjelasan dua arah. Apalagi tadi prajuru adat dan pejabat didesa serta lingkungan mendukung langkah karyawan untuk memperjuangkan hak – haknya. Saya minta manajemen jangan terlalu kaku dalam menegakkkan aturan khususnya pada warga lokal, kecuali misalkan ada karyawan yang bermasalah pidana. Tapi selama masalah bisa diselesaikan secara kekeluargaan kenapa tidak. Ini Bali, investor harus sayang dengan warga adat, begitu juga sebaliknya, warga adat juga harus semakin profesional dalam bekerja. Situasi pariwisata sedang sulit, dan nohon semua menahan diri. “ungkap AWK yang akhirnya meminta pihak manajemen hotel menerima kembali karyawan tersebut termasuk pertimbangan memperpanjang kontrak outsourcing. Hal senada juga disampaikan oleh AWK saat memediasi aspirasi hotel Serela di Kuta, yang dimana para karyawan meminta DPD RI Bali turun untuk membantu perjuangan kesejahteraan karyawan, baik perhitungan gaji dan service. Diterima dihadapan Ratna Wati ( Manajemen Kagums Hotel Selera Legian ) dan Monica Priyanto ( GM Hotel Selera Legian ), dihadapan puluhan karyawan, Senator AWK meminta kepada karyawan hotel untuk tidak wanprestasi alias melanggar aturan dan perundang undangan. “Karyawan Hotel punya hak untuk memperjuangkan masalah kesejahteraan, disatu sisi kayawan Hotel juga harus paham dengan situasi pariwisata di Bali sedang lesu. Kita tahu akibat harga pesawat tiket mahal, maka pariwisata jadi lesu. Belum lagi kebijakan bagasi berbayar disejumlah maskapai penerbangan dan ditambah erupsinya gunung agung. Ini harus ditanggulangi segera dan peran pemerintah harus tegas dengan regulasi. Dan bagi dunia usaha agar semakin menjaga stabilitas dunia usaha, jangan sampai ada demo, jangan sampai ada letupan, dan semoga semua bisa selesai dengan kesepakatan. “ungkap AWK. AWK juga menyampaikan pentingnya perusahaan memiliki serikat pekerja / LKS ( lembaga kerjasama ) bipartit agar aspirasi karyawan bisa diselesaiakn dengan segera. “Serikat Pekerja adalah amanat UU walau tidak ada kewajiban. Dan perusahaan ya harus mengakomir, jangan sampai tidak. Saya tahu di Badung ini banyak hotel dan restoran yang masih melakukan pelanggaran baik berupa jam kerja, implemenasi UMK yang belum maksimal dan juga hak libur/cuti/hamil yang bermasalah. Jika yang bermasalah harusnya pemerintah turun tangan, jangan dibiarkan. Saya kira fungsi kontrol agak kurang bisa dijalankan. Padahal dengan sistem online masa kini, siapapun tidak bisa menghindar dari kewajiban baik pajak, pembayaran hak karyawan dan jaminan sosial. Disini peran pemerintah, tidak perlu senator dari senayan mengurusi hal – hal kecil seperti ini. Tapi saya beruntung bahwa rakyat Badung percaya dengan DPD RI. “ungkap Gusti Wedakarna. Lalu apa tanggapan Senator terkait banyaknya perusahaan di Bali yang belum memenuhi kewajiabannya ? “Intinya Bali jangan dijual murah. Kalau mau buat hotel di Bali perusahakan harus kaya, ada uang liquid cukup dan modal kuat. Kalau ada investor bawa modal pas pasan lebih baik tidak usah berinvestasi di Bali.Bali itu mahal dan mengurus orang Bali itu sulit. This Is Satyagraha“ungkap Wedakarna yang anggota PPUU ( Panitia Perancang Undang Undang DPD RI ) ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *