Categories Nasional

SENATOR WEDAKARNA APRESIASI VIDEO ANTI RADIKALISME KARYA BEM UNDIKSHA

SATYAGRAHA –  Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama IGN Pujawan ( WR III Undiksha ) dan BEM Undiksha di Kampus Ganesha.

DPD RI BALI SIAP PANGGIL OKNUM DOSEN YANG BERMASALAH

Dukungan dan perlindungan terhadap karya mahasiswa lintas agama yang tergabung dalam BEM Universitas Pendidikan  Ganesha ( Undiksha ) Singaraja terkait dengan kontoversial Video Anti Radikalisme langsung disampaikan oleh Senator DPD RI asli, Dr. Shri I  Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat melakukan rapat mendadak bersama Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan BEM Undiksha. Kehadiran langsung Dr. Arya Wedakarna dikampus Undiksha ini sebagai respon terkait sejumlah ancama teror dan bully yang dilakukan oleh oknum – oknum anti Pancasilais yang menyudutkan kreativitas mahasiswa Undiksha, dan hal ini dianggap berbahaya mengingat dapat mematahkan semangat re-Pancasila yang kini sedang gencar dilakukan oleh negara. “ Saya sudah 20 puluh kali menonton video itu, dan ternyata versi aslinya sangat Bhinneka Tunggal Ika dan bagus. Saya sayangkan, oknum tidak bertanggung jawab ternyata meng-edit video dan memojokkan BEM Undiksha. Padahal video ini dibuat oleh mahasiswa lintas agama. Dan saya perhatikan, isi dari video ini tidak ada yang salah, tidak melanggar aturan dan tidak melanggar UU. Semua masih dalam batas wajar. Mengenai logat, bahasa prokem ( slank ) ya sah – sah saja. Namanya juga anak muda, ya wajar saja. Yang penting isi dari video ini untuk menolak radikalisme atas nama agama. Dan wajar saja anak – anak Bali menolak paham radikalisme ini. Ini suara mahasiswa yang harus didengar. “ungkap Gusti Wedakarna. Lalu bagaimana dengan sikap sejumlah dosen yang justru mempertanyakan video tersebut ? “ Saya justru salut pada sikap Wakil Rektor III Undiksha yang gagah berani dan menolak video itu dihapus. Saya sepaham bahwa kreatifitas mahasiswa tidak bisa dihilangkan begitu saja. Saya sudah dapat laporan dalam rapat tadi, jika ada oknum oknum dosen yang mempertanyakan hal itu, jika itu terjadi saya siap memanggil dosen yang bersangkutan untuk saya mintakan klarifikasi. Saya rasa, dosen harusnya memperkuat upaya kreatifitas mahasiswa, bukan malah mengintimidasi maupun melarang. Saya akan masalahkan hal itu dan bahaya jika ada oknum dosen seperti itu. Tapi syukurlah saya kira masyarakat Bali mendukung video ini. Mahasiswa  Kampus Ganesha yang harusnya berani dan cerdas  seperti  Dewa  Ganesha, beliau kan Dewa Penolak Bala, bahkan berani menghadapi musuh – musuh Mahadewa.  “ungkap Gusti Wedakarna yang juga anggota Komite III DPD RI Bidang Pendidikan Tinggi. Iapun mengingatkan bahwa tantangan Bali sebagai pulau berbasis Hindu yang dikenal sangat setia pada Pancasila, akan terus mendapatkan rongrongan dari kaum anti Pancasila dan salah satunya dengan menjadikan minoritas sebagai sasaran dari gerakan radikalisme ini. “ Saya kira gerakan radikalisme bukan hanya urusan meledakkan bom, tapi radikalisme kini sudah masuk dalam jubah berbeda. Ada yang memakai jubah ekonomi, jubah pendidikan,  jubah budaya dan yang marak lewat media sosial. Seharusnya orang Bali harus bersatu padu, karena gerakan Radikalisme ini sudah mengancam mendirikan negara agama. Maka dari itu saya dukung sikap rakyat Bali menolak Hizbut Tahrir (HTI) dan menolak kehadiran FPI sampai masuk Bali. Kita harus bisa tegas seperti Dayak dan Papua. Dan ini saatnya Jaga Baya dan desa adat di Bali bersatu padu dan selektif terhadap pendatang, tamiu dan dauh tukad. Waspada sah – sah saja, karena kita pernah kecolongan Bom Bali I dan II. “ungkap Gusti Wedakarna. ( Humas )

 

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *