Categories Budaya

DR. ARYA WEDAKARNA DORONG PEMBANGUNAN MUSEUM BAMBU LEWAT SISTEM BERDIKARI

Audiensi – Senator RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, SE (M.Tru),M.Si Usai Terima Audiensi Tim Museum Bambu Penglipuran –Bangli Di Kantor DPD RI Utusan Bali Jl. Cok Agung Tresna Denpasar

AUDIENSI TIM MUSEUM BAMBU DI KANTOR DPD RI UTUSAN BALI

Pengembangan Desa Penglipuran sebagai salah satu sentralisasi destinasi wisata yang ada di Kabupaten Bangli lewat pembangunan Museum Bambu merupakan salah satu rencana strategis yang tepat guna menumbuhkembangkan potensi perekonomian lokal masyarakat Bangli serta PAD Kabupaten Bangli. Berangkat dari kunjungannya ditahun 2016 silam kala diundang langsung oleh seluruh komponen desa beserta prajuru adat untuk melihat dan meninjau langsung lokasi lahan yang akan dkembangkan menjadi musem bambu. Melihat inisiasi yang dilakukan masyarakat desa, tentunya dukungan inilah yang terus diberikan Senator RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputera Suyasa III, SE (M.Tru), M.Si untuk mendorong agar Museum Bambu di Desa Penglipuran segera berdiri. “ Penglipuran yang memiliki hutan bambu serta dukungan dari local culture yang natural, saya yakin tentunya seluruh mata dunia akan melirik dan berkunjung untuk menikmati keindahan penglipuran sebagai salah satu daerah di Bali yang memiliki predikat destinasi wisata terbaik didunia.” Hal inilah yang diungkapkan Dr. Arya Wedakarna saat menerima kedatangan tim penggagas musem bambu penglipuran ke Kantor Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Utusan Provinsi Bali di Jl. Cok Agung Tresna Renon Denpasar untuk beraudiensi dan meminta masukan – masukan kepada Dr. Arya Wedakarna guna memantapkan rencana program pembangunan museum bambu yang akan dibangun di penglipuran dalam beberapa waktu mendatang.

Pada kesempatan tersebut melalui juru bicara tim museum bambu Dr. Ir. Pande Diah mengatakan bahwa saat ini tim museum bambu penglipuran tengah melakukan berbagai upaya untuk mengajukan rencana pembangunan tersebut kepemerintah, namun saat ini masih belum ada tindak lanjut dari pemerintah yang disebabkan oleh konsep anggaran dan mekanisme tata kelola museum sehingga rencana pembangunan terhambat.” Ungkapnya. Menanggapi hal tersebut, Dr. Arya Wedakarna menyampaikan “ bahwa melihat kondisi seperti ini tentunya hal tersebut sudah biasa terjadi disetiap desa-desa  potensial dimasing-masing kab/kota Provinsi Bali yang ingin dikembangkan. yang mana hal tersebut dikarenakan oleh sikap dan pengaruh anggaran yang minim. Ia juga menyampaikan bahwa berangkat dari kendala tersebut, tentunya hal ini merupakan sebuah tantangan bagi Tim Museum Bambu untuk mempertegas rencana tersebut, dan saya rasa perlu dilakukan langkah alternatif yakni dengan sikap dan sistem berdikari yang secara murni dikembangkan bersama – sama dengan desa sehingga museum terbangun, sehingga saya yakin dengan berdirinya museum bambu ini, tentunya akan menjadi salah satu potensi besar yang dimiliki penglipuran untuk berkontribusi besar dalam peningkatan PAD Kab. Bangli.” Ungkap Dr. Arya Wedakarna. Terkait dengan tata kelola, Dr. Arya Wedakarna juga menambahkan “ bahwa memang perlu adanya sebuah manajerial tata kelolah dalam sebuah organisasi mengingat manajemen perlu guna menentukan kapan dan kemana sebuah program akan ditentukan. ia juga menyarankan agar menyelesaikan seluruh sistem dan adminitrasinya, baik legal standing, struktur keorganisasian pengelolaan, rancangan program, profil dan lainnya.”Tandasnya.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *