Categories Budaya

WEDAKARNA INGATKAN TATO DAN TINDIK BERPOTENSI KURANGI DAYA SAING KERJA

SATYAGRAHA –  Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama I Wayan Pager ( Ketua STT Putra Kencana ) Di Balai Banjar Kawan Mas Ubud Gianyar

HADIRI HARI JADI KE- 48  STT PUTRA KENCANA BR KAWAN MAS UBUD

Ada hal menggelitik disampaikan oleh Senator DPD RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat hadir usai acara Pengukuhan Kepengurusan Sekaa Teruna Teruni Putra Kencana dan Peringatan Hari Lahir Ke-48 STT di Br Kawan Mas Ubud Gianyar. Dalam acara yang dihadiri oleh ribuan masyarakat tersebut Gusti Wedakarna mengingatkan bahwa pentingnya orang – orang tua didesa untuk melahirkan putra yang suputra dengan tujuan dapat mengangkat derajat keluarga termasuk agar keturunan mampu memperbaiki kualitas leluhur, salah satunya harapan agar anak muda di desa sebisa mungkin agar menghindari agar diri mereka memiliki tato dan tindik yang mengakibatkan potensi kehilangan daya saing dalam bekerja. “Tiang bukan anti tato atau tindik, tapi tiang ingin mengingatkan pada generasi muda didesa, bahwa jika badan kalian ditato dan ditindik, maka akan ada sejumlah jenis pekerjaan yang kemungkinan  tidak bisa menerima saudara. Kemungkinan juga tidak akan lolos disejumlah seleksi kesehatan. Saya minta pikir baik – baik sebelum mentato diri, temasuk pikirkan juga unsur kesehatan.

Prinsipnya berani bertanggung jawab. “ungkap Gusti Wedakarna. Iapun mengatakan bahwa mulai sekarang orang tua di Bali harus merubah pola pendidikan anak – anaknya, terutama dari unsur tata krama, karena menurutnya tata krama generasi muda di Bali sudah mulai tergerus disetiap zaman. “ Saya tegas saja, bahwa sesungguhnya harus orang tua yang mengatur anak – anaknya. Bukan sebaliknya, si anak yang mengatur orang tua. Ini banyak terjadi didesa – desa. Entah apakah program PKK tidak jalan, atau memang orang tua kita terlalu sibuk mengurusi adat. Jika tiang jadi orang tua, ya harus saya sendiri mengatur anak. Selama si anak masih minta makan sama orang tua, ya harusnya anak nurut sama orang tua. Tidak seperti sekarang, di Bali banyak aturan tata krama dilabrak. Disini peran STT memberikan teladan, karena STT adalah calon  krama, calon pemimpin adat. Jika STT hancur, maka budaya Bali dan agama Hindu akan hancur. Ngiring jaga keluarga kita.”ungkap Gusti Wedakarna. Terkait dengan keberadaan STT Putra Kencana pihaknya mengapresiasi, bahkan memuji sebagai kegiatan STT yang paling semarak di Bali. “ Saya kira STT ini yang paling semarak sampai ribuan orang anak muda hadir. Artinya KB Bali 4 Anak sukses nggih disini. Saya minta Bapak Perbekel dan Bapak Camat agar dianggarkan dana untuk STT dan Karang Taruna. Salah satu indikator majunya desa, jika Kepala Desa dan Bendesa Adat berani menghidupkan STT. Saya minta mulai sekarang agar hidupkan STT diseluruh Bali, karena STT adalah awal dari kaderisasi kepemimpinan Hindu. Jika pemuda Bali  hancur, lemah dan lalai, maka akan hancur pula budaya kita. Ngiring metangi.”pungkap Gusti Wedakarna yang juga peraih suara terbanyak saat Pemilu 2014 diwilayah Ubud. (humas)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *