Categories HinduNasional

GUSTI WEDAKARNA TOLAK PEMBELOKAN SEJARAH GAJAH MADA DAN MAJAPAHIT

HINDU –  Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Memberikan Dharma Wacana Di Ashram Prema Shanti ( The  Hindu Center Of NTB ) Di Mataram Lombok

PERINGATAN HARI JADI HINDU CENTER NTB KE – 4 DI MATARAM

Klaim sejumlah pihak diluar Bali bahwa Gajah Mada adalah tokoh non-Hindu yang bernama Gaj Ahmad dan Kerajaan Majapahit adalah bukan kerajaan Hindu akibat ditemukannya koin bertuliskan tulisan Arab, dikecam keras oleh Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Ia mengatakan bahwa klaim sepihak dari oknum yang tidak bertanggungjawab itu dikhawatirkan akan mengganggu kehidupan toleransi di Indonesia dan meminta umat Hindu Indonesia untuk menahan diri. Demikian ungkap Gusti Wedakarna disela – sela kunjungan kerja di Lombok, NTB. “ Saya kira klaim sepihak sejarah Majapahit itu adalah bagian dari radikalisasi. Mengganggu sejarah orang lain dan berusaha mencocok – cocokan adalah tindakan tidak terpuji. Saya minta umat Hindu tidak terpancing, dan kita serahkan ke aparat hukum. Jangan sampai sejarah di Indonesia ini diklaim sepihak oleh oknum berkedok mayoritas, dan jangan sampai penghancuran sejarah nasional Indonesia dihancurkan sebagai yang terjadi pada sejarah Hindu Budha di Afrika, Afganistan, Pakistan, Bangladesh. Hindu sebagai agama tertua di dunia dan di Nusantara, sangat wajar meninggalkan jejak -jejak yang jelas. Jadi saya kecam siapapun yang mencoba mengaburkan sejarah bangsa.” ungkap Gusti Wedakarna yang President The Hindu Center Of Indonesia.

Iapun mendukung pendapat dari Museum Nasional yang telah memberikan klarifikasi bahwa Kerajaan Majapahit adalah Hindu dan Gajah Mada adalah beragama Hindu. “ Saya kira hanya orang Ndablek dan Sontoloyo yang mencoba ingin memecah bangsa Indonesia dengan mencoba memanipulasi sejarah Majapahit. Apalagi lambang Surya Majapahit yang bersimbolkan Asta Negara dan Simbol 8 Dewa dihubung – hubungkan dengan ajaran agama lain, ini kan termasuk penistaan agama ya. Dan sejarah Majapahit ini kan tidak tercatat hanya di Nusantara, tapi juga di luar negeri. Catatan tentang kehebatan Majapahit ada di Eropa, di India, di China dan negara Hindu Budha dikawasan ASEAN. Belum lagi di Bali, babad Bali sangat jelas menuliskan pengaruh kerajaan Majapahit Hindu di Bali baik hubungannya dengan keberadaan pendeta Hindu Sri Aji Kresna Kepakisan dan ekspedisi Gajah Mada dan Para Arya penganut Waisnawa dan Siwaisme. Jadi jika ada yang berani mengklaim bahwa Majapahit adalah bukan sejarah Hindu, maka akan berhadapan dengan saya. “ ungkap Gusti Wedakarna. Iapun meminta umat Hindu tenang dan tidak terpancing akan isu pemecah belah. “ Dizaman transparan begini tidak mudah memanipulasi sejarah. Sejarah itu urusan arkeologi, urusan akademik, urusan ilmiah. Saya minta orang – orang Bali diseluruh Indonesia kini harus rajin bicara tentang sejarah Majapahit. “ ungkap Gusti Wedakarna yang juga Senator DPD RI asal Bali ini. Terkait dengan keberadaan The Hindu Center Of NTB, pihaknya mendukung dan akan segera mengirimkan tim peneliti untuk membantu penelitian situs pura di seluruh Lombok dan Sumbawa. “ Saya akan jadikan NTB sebagai prioritas kedepan. Umat Hindu adalah mayoritas kedua di NTB dan banyak situs Hindu yang harus dilindungi sesuai UU Cagar Budaya Nomor 11 Tahun 2010. Kita sedang siapkan data base. Kita siapkan acara Festival Sukla di NTB dan Pameran Buku Hindu di NTB. “ungkap Gusti Wedakarna.  (humas)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *