Categories BudayaHinduSatyagraha

WEDAKARNA DUKUNG INOVASI KREATIF PENGUSAHA HINDU DI BIDANG PERCETAKAN

SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna  MWS III Bersma WAYAN Suartana, SE (Pendiri CV Sastra Utama) dan perwakilan Guru Se-Denpasar  Badung Di Museum Bali

SOSIALISASI MPR RI DI PELUNCURAN BUKU BERKARAKTER BALI

Sebuah karya inovatif diluncurkan oleh CV Sastra Utama yang dikenal sebagai percetakan berkualitas di Bali, yakni dengan meluncurkan buku tulis dan buku gambar khusus siswa TK, SD, SMP dan SMA di Bali dengan karakter Bali. Uniknya buku tulis yang digagas oleh Wayan Suartana, SE ini berisikan karakter kartun dengan menunjukkan karikatur Bali termasuk sejumlah image anak – anak Bali berpakaian adat, pemandangan pura dan kesenian serta aksara Bali. Apresiasi terhadap usaha ekonomi kreatif ini langsung disampaikan oleh Senator RI Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III saat menghadiri acara Sosialisasi MPR yang dirangkaikan dengan peluncuran Buku karakter bali di Museum Bali. “ Sebagai wakil daerah, tentu saya sangat mendukung jika ada pengusaha Hindu yang kreatif. Buku tulis dan buku gambar produksi Bali ini menunjukkan bahwa produksi kita tidak kalah dengan produksi luar bali. Disinilah kebanggaan kita sebagai orang Bali di uji, selain juga tepa selira kita terhadap pengusaha Bali. ini dinamakan Satyagraha Bali, yakni solider, mendukung, memotivasi dan sayang dengan sesama semeton. “ungkap Gusti Wedakarna yang anggota Komite III di Bidang Ekonomi Kreatif  DPD RI ini. Dalam sambutannya, ia menekankan betapa pentingnya kedaulatan ekonomi sebuah bangsa sebagai wujud dari tingkat kesejahteraan masyarakat. “ Kita bersyukur Presiden Jokowi telah menetapkan keputusan Presiden RI terkait hari Lahir Pancasila. Dan berbicara Pancasila harus berbicara Marhanisme Bung Karno, karena hanya konsep Sukarnoisme ini yang bisa menjelaskan secara gamblang tentang Pancasila. Maka dari itu saya tidak mau kedepan terjadi karakter lupa dengan sejarah ( A Historis ) di kalangan anak muda bangsa. Dan jangan pula dilupakan sesekali bahwa kedaulatan ekonomi bangsa sudah terangkum dalam Tri Sakti Marhanisme yakni pada poin kedua yakni Berdikari di bidang Ekonomi. Dan cara berdikari di bidang ekonomi yang jangan sampai menjadi pegawai atau staf terus menerus, tapi harus bisa menjadi pengusaha, menciptakan lapangan kerja dan bisa membawa nama bangsa ke level yang lebih tinggi “ ungkap Gusti Wedakarna. Ia pun meminta kepada generasi muda, agar belajar mencintai produk lokal, dan memprioritaskan ketahanan ekonomi nasional melalui ekonomi kerakyatan. “ Sistem ekonomi konglomerasi tidak cocok diterapkan di Bali. Bali ini berbeda, pulau ini punya sistem budaya dan agama Hindu yang menyatu. Tapi sayang, yang menghancurkan adalah para predator kapitalis. Ini yang harus kita lawan bersama. Kita harus lindungi pengusaha lokal, produk lokal dengan inisiatif gotong royong. Saya sudah berikan contoh dengan mendukung pengusaha Bali seperti Wayan Suartana, SE. Ini Satyagraha “ungkap Gusti Wedakarna yang mantan Rektor Universitas Mahendradatta Bali. (Humas)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *