Categories HinduSatyagraha

WEDAKARNA BANGGA PENGUSAHA KULINER SUKLA BERMUNCULAN DI TABANAN

Satyagraha – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Pengusaha Hindu Penerima Sertifikat Sukla di Lapangan Alit Saputra Tabanan 

RIBUAN MASYARAKAT HADIRI  FESTIVAL SUKLA TABANAN

Sebuah gerakan normal, gerakan rakyat dan gerakan tanpa dana APBD bergerak terus tanpa henti. Gerakan mensucikan jiwa dan raga umat Hindu melalui edukasi terhadap makanan suci dan bersih terus digelorakan oleh generasi muda Hindu yang tergabung dalam Gerakan Satyagraha Sukla. Digagas oleh tokoh Hindu Indonesia Dr.  Shri  I  Gusti  Ngurah  Arya Wedakarna MWS III dan diresmikan oleh ( swargi ) Ida Pedanda Sebali Tianyar Arimbawa pada Juli tahun 2015 di Candi Prambanan. Gerakan Sukla kini mulai merambah segala sektor, baik penguasa kecil hingga pengusaha besar. Mereka mulai menyadari bahwa Bali dengan 90% yang mayoritas beragama Hindu merupakan pangsa pasar yang amat sangat menjanjikan. Ini yang disampaikan oleh I Ketut Widi Adnyana  ( Ketua Umum SUKLA ) di Festival Sukla Tabanan. ” Hampir setiap hari ada pengusaha yang bergabung di Sukla Satyagraha. Banyak yang mengaku bahwa kini masyarakat Bali cenderung memilih dalam menentukan pilihan kuliner. Mereka kini mulai rajin mensearching Produk Sukla, mencari warung dan restoran yang ada pelangkiran dan gaya hidup untuk tidak mengkonsumsi daging sapi juga meningkat, dan yang menggembirakan bahwa masyarakat kini mulai menghindari berbelanja ditempat – tempat yang dirasa kurang memiliki kadar kesucian. Karena jelas beda, bersih belum tentu suci.”ungkap Widi Adnyana. Hal senada di ungkap oleh Senator RI Gusti Wedakarna yang memberi motivasi kepada seluruh pedagang Hindu yang hadir agar mereka berani mengambil resiko untuk menjadi penguasa. “ Jika orang Bali ingin kaya, ingin sukses cepat dan memperbaiki kualitas hidup, maka menjadi pengusaha adalah salah satu opsi utama. Kurangi mental menjadi pegawai, mental menjadi buruh pariwisata dan cita – cita hanya jadi PNS. Di Bali ini tidak kekurangan orang. Bali memiliki 4 Juta penduduk, dan kedatangan 8 Juta turis. Artinya ada 12 Juta orang yang bisa menjadi segmen untuk bisnis kuliner. Dan bisnis kuliner adalah bisnis yang paling  menguntungkan, dan saya harap agar pintar – pintar menangkap peluang. Saya ingin agar kedepan  orang – orang Bali memiliki militansi terhadap ajengan Sukla sebagai wujud strategi cerdas umat Hindu mensiasati UU Nomor 33 Tahun 2014 terkait Jaminan Produk Halal, produk UU yang belum tentu pro terhadap minoritas di Bali. Dan segmentasi produk sukla ini luas, ada pangsa wisatawan dan penduduk yang beragama Budha dan Kristen, khususnya bagi penggemar produk kuliner Babi. Jadi kita bersatu pasti berhasil dan kuat. Dan Bali adalah sumber rejeki dan jangan sampai amerta ( rejeki ) Bali ini hanya dinikmati oleh orang luar, tapi yang penting memberi manfaat bagi warga pribumi warga adat dan warga Bali. “ungkap Gusti Wedakarna. Dalam kesempatan itu Senator AWK juga menyapa seluruh stand pengusaha yang hadir. Dan memberikan piagam penghargaan kepada seluruh peserta yang hadir. Selanjutnya selama 2017 ini akan digelar festival sukla yang akan dirancang di 7 Kabupaten lainnya mengikuti suksesnya Denpasar dan Tabanan. (humas)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *