Categories BudayaHindu

DR. ARYA WEDAKARNA PESANKAN KEDUA MEMPELAI BANGUN KOMITMEN RUMAH TANGGA DENGAN KONSEPSI HINDU

Foto Bersama Staf Ahli Senator DPD RI dengan Mempelai beserta Cok Nindia Usai Hadiri Undangan di Puri Agung Peliatan Ubud-Gianyar

PERNIKAHAN COKORDA ISTRI AGUNG VERA NINDIA PUTRI DENGAN COKORDA BAGUS YUDHA PERMANA, SH DI PURI AGUNG PELIATAN UBUD-GIANYAR

Ditengah rutinitas yang kian padat dalam menjalankan swadharmanya sebagai putera bali yang saat ini menduduki jabatan dikursi parlemen senayan Jakarta, menjaga komitmen mempertahankan dan menjaga eksitensi umat Hindu Bali di Indonesia secara terus menerus dengan melakukan sosialisasi keseluruh komponen masyarakat Bali, salah satunya dengan  memberikan pemahaman-pemahaman  akan  konsepsi ajaran hindu dengan realitas sosial di Bali saat ini.sebagai seorang tokoh muda hindu yang juga merupakan kader biologis salah satu pendiri PHDI Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradata Wedasteraputera Suyasa III melalui staf ahlinya Ni Ketut Nesa Santini, meluangkan waktu untuk mengahadiri resepsi pernikahan Putri dari Tjokorda Gde Putra Nindia (Cok Nindia) yakni Cokorda Istri Agung Vera Nindia Putri dengan Cokorda Bagus Yudha Permana, SH di Puri Agung Peliatan Ubud-Gianyar. Melalui staf ahlinya Dr. Arya Wedakarna mengucapkan salam kepada seluruh Pelingsir Puri Agung Peliatan khususnya pada Cok Nindia dan Selamat berbahagia kepada kedua mempelai. Ia mengatakan agar kedua mempelai terus saling menjaga dan membangun  komitmen antara keduanya dalam menjalani kehidupan baru dalam menjalankan bahtera rumah tangga. Lebih lanjut, ia mengatakan “ bahwa rumah tangga merupakan satu konsepsi kehidupan ketika dua kepala dari orang yang berbeda disatukan menjadi satu kepala untuk menjalankan dan mencapai tujuan rumah tangga yang langgeng melalui sebuah organisasi kecil, saya pesankan kepada kedua mempelai sekecil dan sebesar apapun nantinya tantangan yang kalian hadapi jangan jadikan itu sebuah hambatan.” Ungkapnya. Dr. Arya Wedakarna juga menyampaikan agar kedua mempelai melestarikan KB (Keluarga Berencana) Bali dengan 4 orang anak sebagai sasana  orang bali yang memiliki 4 orang anak sesuai dengan konsep catur warna (Brahmana, Ksatria, Weisya dan Sudra) dalam umat Hindu  sebagai konsep dalam melahirkan cikal bakal generasi-generasi Hindu Bali yang nantinya tetap mempertahankan peradaban dan  eksistensi umat Hindu Bali. “tandasnya.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *