Categories BudayaHinduSatyagraha

GERAKAN SUKLA SATYAGRAHA SEBAGAI SOLUSI KETAHANAN EKONOMI HINDU

SATYAGRAHA –  Senator DPD RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Di Warung Bali di Jl Simpang Bondowoso Bedak 7 – 14 Malang.

BANGGA, WARUNG BABI GULING EKSIS DI MALANG JAWA TIMUR

Indonesia adalah sebuah negara NKRI yang kaya akan pesona wisata termasuk wisata kulinernya, dari tradisi, agama dan budaya akhirnya melahirkan berbagai macam jenis kuliner yang mendunia. Tak heran, tamu – tamu bangsa, dari Raja Arab Saudi dan Mantan Presiden Obama pun meluangkan waktunya untuk berlibur ke Bali yang penuh dengan nilai – nilai Hindu Dharma. Dan dalam sejarah bangsa termasuk Babad Majapahit bahwa pengaruh nilai – nilai Hindu di tanah Jawa sangat kental khususnya di Malang Jawa Timur. Malang selama ini dikenal sebagai pusat kerajaan Singosari yang merupakan cikal bakal Kerajaan Hindu Majapahit. Dan keberadaan masyarakat Bali di Malang, turut memberi andil pada sebagian kehidupan khususnya warga keturunan Bali di Malang, baik tradisi adat budaya, kuliner khas Bali hingga pura – pura yang kini tersebar di Malang baik pura berkarakter Hindu Jawa dan Hindu Bali.  Dan harapan agar seni budaya Bali di Lombok bisa dilestarikan terus digelorakan oleh Senator DPD RI asal Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat kunjungan kerja ke Malang Jawa  Timur, termasuk saat mencicipi makanan Babi Guling milik Ibu Ketut Sidem  dengan Warung Bali ( WB ) yang melegenda. “Saya dari dulu dengar bahwa di Malang ada Warung Bali yang menghidangkan Betutu dan Babi Guling yang sangat melegenda. Hampir setiap orang Bali yang tinggal di Malang, para mahasiswa dan juga tamu tamu Bali pasti datang kesini. Saya mendukung dan mengucapkan terimakasih atas usahanya.”ungkap Gusti Wedakarna. Iapun menilai bahwa kedepan bisnis Kuliner Babi Guling akan booming di Indonesia mengingat segmentasinya bukan hanya orang Bali semata tapi lintas suku dan agana. “Saat saya hadir di Warung Bali Malang ini, yang datang menikmati ternyata banyak warga dari etnis Tionghoa. Semeton Kristen dan Budha juga banyak yang menjadi pelanggan. Saya kira sangat menguntungkan sekali dari sisi bisnis dan saya senang mendengar perkembangan warung Bali. Cita cita saya kedepan,warung Bali agar bisa seperti warung Padang yang bisa hadir disetiap pelosok wilayah Nusantara. Ini juga ujian untuk menguji ke Indonesia kita. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *