Categories Nasional

DR ARYA WEDAKARNA : LEMBAGA PROFESI HUKUM PERLU ADAKAN UPAYA REFORMASI ATASI OKNUM NAKAL

Audiensi – Foto Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, SE, (M.Tru), M.Si, Bersama Ni Kadek Sukanami (Istri Jean Claude), Jean Claude Nicolas(Suami Ni Kadek Sukanami), I Wayan Saega (adek Ni Kadek Sukanami) beserta keluarga usai audiensi di Istana Mancawarna Tampaksiring Bali.

DUKUNG PERBAIKAN CITRA HUKUM DI INDONESIA

Sangatlah tidak sulit untuk memaparkan bahwa kondisi hukum di Indonesia saat ini semakin memprihatinkan. Saat ini dunia hukum di indonesia tengah mendapat sorotan yang tajam dari berbagai macam lapisan masyarakat baik internal maupun eksternal terutama mengenai eksistensi akan penegakan hukum di Indonesia. Seperti apa yang dilihat secara kasat mata saat ini maraknya kasus yang tumpang tindih berimbas kemasyarakat yang buta hukum dan mengakibatkan persoalan hukum di indonesia semakin menjamur dan minimnya persentatif penyelesaian akan persoalan tersebut. Seperti yang dialami oleh Pasangan Ni Kadek Sukanami yang merupakan wanita asal Buleleng Bali dengan Jean Claude Nicolas Pria kebangsaan Swiss. Keduanya hadir dan bertemu dengan Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Senator muda asala Bali yang saat ini berkiprah sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Provinsi Bali. Ditengah kesibukannya Dr. Arya Wedakarna menerima kedatangan Ni Kadek Sukanami beserta keluarga di Instana Mancawarna Tampaksiring Bali guna menyampaikan keluh kesahnya terkait dengan persoalan yang saat ini tengah mereka alami di Kab. Buleleng Bali. Pada kesempatan tersebut Ni Kadek Sukanami mengucapkan terima kasih kepada Dr.Arya Wedakarna yang telah menerima dirinya bersama keluarganya untuk dapat bertemu langsung dan beraudiensi guna menceritakan masalah yang tengah ia hadapi guna menemukan solusi penyelesaian masalah terbaik. Lebih lanjut, Ni Kadek Sukanami mengungkapkan “ bahwa dirinya bersama keluarganya dulunya memiliki tanah yang berada dikawasan Desa Temukus Kec. Banjar Kabupaten Buleleng dengan luas + 22 Are yang beralaskan hak 2 Sertifikat Hak Milik (SHM) dengan rincian detail 18 Are Atas nama Nyoman Kerata dan 4 Are Atas nama Ni Kadek Sukanami. Namun seiring berjalannya waktu pada tahun 2013 Jean Claude yang merupakan suami Ni Kadek Sukanami berencana menjual lahan tersebut dan meminta adiknya untuk datang ke Bali untuk mengurus penjualan lahan suaminya yang berukuran 18 Are tersebut. Namun setelah transaksional dilakukan hasil penjualan yang didapat tidak sepadan dan tidak jelas berapa harga jual dari objek tanah yang ia miliki, bahkan selain harga jual yang tidak jelas, selain penjualan yang tidak transparan tersebut,ia juga menuturkan  bahwa surat sertifikat tanah yang ia miliki seluas 4 Are saat ini juga berada ditangan notaris yang mengurus jual beli lahan tersebut tanpa dasar dan alasan yang jelas, sehingga dirinya dan suaminya merasa dirugikan dan mencoba melaporkan permasalahan tersebut ke kantor polisi, namun bukannya diterima malah dirinya laporan dirinya ditolah mentah oleh oknum polisi yang sedang piket dan melihat kondisi tersebut ia beserta suaminya tidak tahu harus mengadu kemana.” Ungkapnya  Menanggapi hal tersebut, Dr. Arya Wedakarna mengatakan bahwa “kasus semacam ini tentunya tidak asing lagi mengingat wajah hukum di Indonesia saat ini tengah mengalami degradasi yang disebabkan oleh beberapa oknum profesi hukum yang tidak bertanggung jawab dan tidak sesuai dengan koridor hukum itu sendiri. Sekilas dan refleksi kita bersama, atas maraknya praktik-praktik profesi hukum yang dilakukan oleh mafia hukum atau mafia peradilan yang mengatasnamakan profesi hukum. Sehingga melihat kondisi saat ini, tentunya ha-hal yang seperti ini seyogyanya pantas menjadi evaluasi bersama bagi lembaga yang memproduksi kalangan profesi hukum yang ada di indonesia sehingga tercipta sebuah reformasi secara keseluruhan dikalangan para profesi hukum proses selektif murni yang dilakukan guna upaya perbaikan citra hukum kedepan.” Ungkapnya. Terkait dengan permasalahan yang dihadapi Ni Kadek Sukanami, Dr. Arya Wedakarna mengatakan, bahwa dirinya akan berupaya mengawal dan mengawasi permasalahan tersebut hingga menemukan solusi penyelesaian dan akan memanggil perwakilan lembaga-lembaga yang memproduksi oknum nakal profesi hukum tersebut dan akan merapatkan masalah ini.’ Saya tidak pandang kulit dan ras, saya akan berupaya membantu karena ini merupakan tugas hidup saya selaku putra Bali.” Tandasnya..

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *