Categories Nasional

SUKMAWATI SUKARNO SIAPKAN WEDAKARNA DI PEMILIHAN GUBERNUR / WAGUB BALI

NASIONALIS – Sukmawati Sukarno Bersama Dr. Arya Wedakarna dan jajaran PNIM di Makam Bung Karno Blitar Serangkaian Bulan Bung Karno 2017

JAJARAN PNI MARHAENISME GELAR HARI JADI KE – 90

Satu tahun sebelum sumpah pemuda. Pada 4 Juli 1927, Bung Karno dan sahabat – sahabatnya mendirikan Partai Nansional Indonesia ( PNI ) dengan satu misi tunggal yakni : Indonesia Merdeka. PNI yang merupakan gerakan nasionalis pertama di Indonesia, dilahirkan 4 Juli karena Bung Karno terinspirasi dengan Piagam Declaration Of Independen-nya Amerika Serikat yang merupakan negara demokrasi terbesar di dunia. Bung Karno menggunakan PNI sebagai alat perjuangan dan akhirnya cita – cita Indonesia merdeka tercapai setelah 18 tahun sejak PNI dilahirkan. Dan dalam sejarah bangsa, PNI tercatat sebagai pemenang Pemilu 1955, sebuah Pemilu yang dianggap sebagai Pemilu terbersih dan terbaik sejak zaman kemerdekaan. Hal yang sama terjadi di Bali, yang dikenal sebagai basis PNI kini dikenal sebagai basis nasionalis yang utama. Demikian diungkap oleh Sukmawati Sukarno Putri ( Ketua Umum DPP PNI Marhaenisme ) serangkaian Bulan Bung Karno dan Hari Lahir PNI Ke-90. “ Di Bali itu, kaum PNI adalah pemenang. PNI dengan underbow nya yakni GWM, GPM, Gastam ( Satuan Tameng ) adalah yang terbesar saat itu. Rivalitas PNI dan PKI di Bali sangat melegenda dan bersyukurlah kaum PNI Bali dengan pimpinannya Shri Wedastera Suyasa mampu menjadi teladan saat itu. Dan kini perjuangan harus terus dilanjutkan.” ungkap Sukmawati Sukarno. Iapun menyampaikan bahwa kader – kader PNI harus bersiap menjadi calon pemimin bangsa dan harus siap diperlukan. “ Kader PNI adalah orang yang sudah lulus bacaannya Dibawah Bendera Revolusi dan Sejarah Marhaenisme. Kader PNI itu militan dan terkenal jujur. Diseluruh Indonesia hampir merata kader – kader PNI menjadi pemimpin daerah diberbagai bidang. Apalagi Bali yang menjadi basis dari Sukarnois ini. Saya minta saudara Arya Wedakarna agar siap menjadi Pemimpin Bali kedepan baik menjadi Gubernur, Wakil Gubenur bahkan kandidat Menteri sekalipun. Intinya siap dulu.” ungkap Sukmawati Sukarno. Pihaknya menilai bahwa dengan kemenangan Dr. Arya Wedakarna di Pemilu DPD RI pada 2014 lalu, sudah membuktikan jika dalam Pemilu itu yang diperlukan adalah figur, bukan sekedar partai politik. “ Sejauh ini DPP PNI Marhaenisme masih mempertimbangkan apakah akan mengizinkan saudara AWK akan maju di Pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur 2018 di Bali. AWK ini punya masa militan, dan kebetulan calon calon figur dari partai besar yang ada adalah figur yang lama ( status quo ) dan rakyat perlu figur yang fresh. DPP PNIM akan berkomunikasi  dengan sejumlah Ketua Umum Partai dan kita lihat saja AWK akan disandingkan dengan siapa. Popularitas dan Elektabilitas AWK saat ini cukup tinggi. Kita akan urusi setelah 17 Agustus 2017 nanti ya. Yang penting, Ibu minta AWK standby saja. Sekarang jalankan tugas sebagai Senator RI dengan baik. Jangan khianati rakyat dan bekerja saja tanpa memikirkan hasil.”ungkap Sukmawati Sukarno. (humas)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *