Categories BudayaHinduNasional

LIVING MONUMENT, WEDAKARNA MINTA UMAT HINDU TIRTA YATRA KE CANDI MAJAPAHIT

BUDAYA  –  Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama PHDI Tulungagung dan Romo Mangku Serta Umat Hindu Jawa

SENATOR DUKUNG PROGRAM PERLINDUNGAN 11 SITUS TULUNGAGUNG

Eksistensi terhadap situs – situs Hindu ditanah Jawa, khususnya di Tulung Agung, Jawa Timur menjadi perhatian serius Senator RI, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Disela – sela kunjungan kerja di Jatim, Senator Wedakarna menyambangi Candi Gayatri yang terletak di Dusun Boyolangu Tulung Agung Jawa Timur. Candi ini menurut sejarah dikenal sebagai tempat perabuan dari Ratu Gayatri Dharma Patni ( Ibunda Ratu Majapahit, Tri Bhuwana Tungga Dewi yang juga Permaisuri dari Raden Wijaya ) yang mana dipercaya sebagai tempat suci leluhur Majapahit. Didampingi oleh pejabat Balai Cagar Budaya Trowulan Jatim, Dinas Pariwisata Pemkab Tulungagung, PHDI Tulungagung, Umat Hindu dan juru kunci Candi. Dikesempatan itu, Gusti Wedakarna disambut dengan tarian khas Tulungagung yang melambangkan budaya Majapaitan. Dalam kesempatan itu, Senator Wedakarna mendapatkan laporan dari tim ahli bahwa di Tulung Agung terdapat 11 situs atau candi  peninggalan kerajaan Hindu Majapahit dan diakui bahwa candi – candi tersebut, masih terbengkalai. Terhadap hal ini Gusti Wedakarna menyampaikan harapannya agar kedepan Kabupaten Tulung Agung agar dikenal sebagai destinasi wisata spiritual. “Dalam sejarah bangsa, dahulu ibunda Bung Karno yakni Ida Ayu Nyoman Rai Srimben mendapatkan petunjuk gaib untuk tetirah beberapa saat di Tulung Agung sebelum Kusno ( nama asli Bung Karno ) diganti menjadi Karno. Dalam kepercayaan Siwa Budha, nama Tulung Agung disebut dengan Pitulung Agung, yakni tempat leluhur meminta pertolongan kepada Tuhan. Juga dalam Kitab Kesusastraan Nagarakertagama Karya Empu Prapanca bahwa Candi ini disebut dengan Candi Prajanitiputri.  Dan dengan adan pancer jagat ini, saya meyakini bahwa Tulung Agung bisa lebih hebat dari saat ini juga. “ungkap Senator Gusti Wedakarna yang menyayangkan kondisi Patung Ratu Gayatri yang sudah terpenggal dilokasi candi.  Iapun berjanji akan merekomendasikan sejumlah kenaikan anggaran khususnya anggaran Balai Cagar Budaya di Jawa Timur agar dapat merevitalisasi kembali kawasan Candi dikawasan Tulung Agung agar lebih tertata. “Saya akan bantu Pemkab Tulung Agung agar kabupaten ini menjadi destinasi unggulan. Sambil meningkatkan perekonomian rakyat juga menjaga warisan leluhur bangsa. Apalagi sudah ada UU Cagar Budaya No.11/2010. Saya sudah beri masukan tadi tentang infrastruktur, pembebasan lahan, dan pembangunan tembok pembatas ala Majapaitan. Saya kira Tulung Agung perlu meniru Kabupaten Trowulan dalam menata kawasan sejarah. Disana sudah berhasil. Kita akan dorong juga rencana pendirian Museum yang sudah lama tertunda.”ungkap Gusti Wedakarna. Ia juga meminta kepada umat Hindu diseluruh Indonesia untuk dapat mengagendakan program Tirta Yatra ke beberapa candi Hindu di Tulungagung. “Kawasan Malang, Blitar dan Tulung Agung adalah kawasan suci. Disini ada sejarah Singosari dan Perabuan Raja Ratu Majapahit, serta tempat Proklamator. Dan saya minta umat Siwa Budha termasuk dari 6 negara Budha di ASEAN untuk bisa menjadikan kawasan ini sebagai desinasi wisata spiritual. “ungkap Gusti Wedakarna. Sebelum mengakhiri kunjungan di Tulung Agung, Senator RI sempat mengadakan rapat kerja di Kantor Pemkab Tulung Agung dengan stakeholder pembangunan Tulung Agung. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *