Categories BudayaSatyagraha

GUSTI WEDAKARNA MINTA SENIMAN PELIATAN UBUD PERTAHANKAN TRADEMARK

Satyagraha – Senator RI Dr. Arya Wedakarna Saat Foto Bersama Usai Pertunjukkan Sanggar Balerung Mandera Srinertya Waditra

PERTUNJUKAN SANGGAR BALERUNG MANDERA SRINERTYA WADITRA DI ART CENTER

Senator DPD RI, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III yang juga bagian Komite III Bidang Budaya menghadiri pagelaran seni Sanggar Balerung Mandera Srinertya Waditra Desa Peliatan Ubud Gianyar pada Pesta Kesenian Bali 2017 di Art Center Denpasar. Kehadiran Senator Wedakarna yakni undangan dari Pimpinan Sanggar Anak Agung Gde Oka Dalem. Sanggar tersebut menampilkan empat materi pagelaran yakni Tabuh Budha Kecapi, Legong Lasem, Kebyar Terompong dan Nandira Indra Maya. Sanggar seni ini dibentuk pada tahun 1992 di Puri Kaleran Peliatan kediaman Anak Agung Gde Mandera, awal terbentuknya sanggar ini adalah dari kegiatan mebarong-barongan (berupa pementasan barong keliling) yang diadakan di kawasan desa Peliatan setiap perayaan hari raya Galungan dan Kuningan. Pemrakarsa terbentuknya grup ini adalah inisiatif dari dua orang anak A.A Gde Mandera yaitu Anak Agung Gde Bagus Mandera Erawan dan Anak Agung Gde Oka Dalem, tujuan saat itu mereka membentuk group ini sebagai bagian dari upaya pelestarian dan kaderisasi seni khususnya Gong Kebyar di Peliatan, berbagai prestasi dan penghargaan sudah banyak di peroleh oleh grup ini atas kerja keras dan penampilan yang tak jarang memukau para penonton. Larut dalam pertunjukkan tersebut Dr. Arya Wedakarna mengapresiasi penampilan yang ditampilkan oleh sanggar tersebut. “ Taksu Seniman Peliatan memang hebat, bangga pada Sanggar Balerung Mandera Srinertya Waditra Sekaa Gong Kebyar pimpinan A. A. Gde Oka Dalem, semoga semakin banyak munculnya seniman – seniman Bali demi memperteguh seni budaya Bali, dan memberikan dampak bagi perekonomian berbasis budaya masyarakat Bali ” ungkap Gusti Wedakarna. Tampak hadir pula anggota DPRD Gianyar, Konsulat Jepang dan warga masyarakat yang berbaur memadati lokasi pementasan. Salah satu bentuk Satyagraha di zaman Globalisasi ini adalah dengan mengajegkan simbol – simbol Bali, yakni dengan menyajikan seni budaya yang mengandung nilai sakral sebagai daya tarik para wisatawan. “  Tiang ingin memberikan teladan pada generasi muda Hindu bahwa mengajegkan kebudayaan Bali itu penting, karena selain keindahan alam, keunikan seni budaya menjadi daya tarik wisata utama dengan kekuatan yang hampir berimbang dan potensi itu menjadi konsep pengembangan pariwisata berwawasan budaya” ungkap Gusti Wedakarna. Dalam sejarahnya keluarga besar seniman dari Peliatan Ubud dikenal dekat dengan Bung Karno, dan juga beberapa tokoh maestro seniman Ubud dimasa lalu hingga kini tetap dikenang, seperti sosok A.A. Gede Ngurah Mandera. Dikancah pergaulan internasional juga seniman –  seniman Peliatan Ubud sudah sangat berpengalaman, tidak hanya sekedar seniman tapi juga sebagai humas Pariwisata Bali yang mumpuni. Hingga saat ini kedekatan Senator Gusti Wedakarna dengan keluarga besar Puri Peliatan Ubud tetap terjalin dengan baik.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *