Categories Satyagraha

GUSTI WEDAKARNA BANGGA BERTAMBAHNYA WARUNG SUKLA DI BALI

SATYAGRAHA –  Senator DPD RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Di Waroeng GungKak di Jl. By Pass Ngurah Rai No.343, Sanur Kauh Denpasar

WAROENG GUNG KAK SANUR, MENU ITALIAN FOOD DENGAN MASAKAN KHAS BALI

Gerakan Satyagraha Sukla yang merupakan siasat orang Bali untuk menghadapi UU No.33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal kembali menggelora. Dalam dunia bisnis makanan, keputusan pembelian dapat dipengaruhi oleh berbagai macam hal. Seperti halnya promosi, yang merupakan strategi sebuah restoran untuk dapat menarik konsumen untuk membeli menu yang ditawarkan pada setiap restoran. Dan harapan agar gerakan sukla satyagraha ini bisa dilestarikan terus digelorakan oleh Senator DPD RI asal Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat mengunjungi Waroeng Gung Kak milik I Gusti Agung Ketut Wiryawan di Jalan By Pass Ngurah Rai No.343, Sanur Kauh Denpasar. Setiap restoran pada dasarnya berharap agar menu yang dihasilkannya dapat dikenal dan dinikmati masyarakat, diakui dan dipercaya konsumen dalam memenuhi dan memuaskan kebutuhan hidupnya sehingga berbagai usaha promosi pun dilakukan untuk meningkatkan pengenalan dan pemahaman konsumen terhadap menu makanan yang sudah dibuat, sehingga konsumen memutuskan untuk membeli menu yang ditawarkan oleh restoran yang pada akhirnya harapan yang diinginkan restoran dapat tercapai. Selain itu, promosi bertujuan untuk meningkatkan volume penjualan makanan sesuai dengan target yang ditetapkan karena dengan meningkatnya volume penjualan maka akan meningkatkan laba yang akan diperoleh oleh suatu restoran. Gusti Wedakarna merasa bangga akan bertambahnya restoran sukla di Bali, dimana pada saat ini sudah dikenal sebagai gerakan satyagraha sukla yang diharapkan bisa membantu perekonomian masyarakat Bali khususnya. Gerakan Satyagraha Sukla ini merupakan gerakan pemberdayaan ekonomi umat Hindu. Iapun menilai bahwa kedepan bisnis kuliner sukla akan booming di Indonesia mengingat segmentasinya bukan hanya orang Bali tapi pangsa internasional. “ Saya akan dorong terus agar pengusaha muda di Bali lebih banyak Risk Taker Generation. Apalagi bisnis makanan ini adalah bisnis yang paling menjanjikan. Saya salut, masih ada hidangan dari olahan daging babi disini, Saya apresiasi karena makanan khas Bali masih menjadi ikon Warung Gung Kak. Sejak gerakan sukla ini dimulai pada tahun 2014, kini bisa dilihat bagaimana Bali marak dengan pedagang Babi Guling, Babi Genyol dan Usaha Anak Muda diolahan Babi. Ini akan menjadi daya tarik tersendiri agar dipertahankan “ Ungkap Gusti Wedakarna.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *