Categories BudayaHinduSatyagraha

GUSTI WEDAKARNA MINTA BULELENG TETAP JADI TELADAN PENYEDERHANAAN UPACARA

SATYAGRAHA – Senator RI  Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama I Ketut Sudikerta ( Wakil Gubernur Bali ) di Juanyar, Buleleng

SENATOR RI HADIRI NGABEN MASAL DI DESA JUANYAR BULELENG

Di Bali, dalam sejarah pergerakan Hindu, Kabupaten Buleleng selalu menjadi teladan dalam hal penyederhanaan upacara Yadnya, hal ini dikarenakan bahwa kabupaten paling utara pulau Bali ini banyak menghasilkan pemimpin – pemimpin bangsa yang berpikir revolusioner, selain itu juga Buleleng dikenal dengan pusat berkembangnya kaum intelektual di Bali. Hal inilah yang menjadi penyemangat ketika sosok Senator RI Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III hadir dalam karya Yadnya Ngaben Massal di Desa Juanyar Seririt Buleleng. Pesan akan agar Buleleng tetap menjadi teladan kesederhanaan dan juga teladan efisiensi upacara tanpa kasta terus disampaikan oleh Gusti Wedakarna. “ Buleleng terkenal dengan lahirnya tokoh Bali yang menasional seperti Bung Karno yang Proklamator RI, Mr Gusti Ketut Puja yang menolak Piagam Jakarta Syariah Islam dan Raja – Raja Buleleng yang revolusioner. Ini juga akhirnya membuat kondisi Buleleng  berbeda, tingkat daya nalar orang Buleleng terhadap agama Hindu menjadi selangkah lebih maju. Maka tidak heran bahwa reformasi agama Hindu khususnya pasca terbentuknya PHDI tahun 1959, Buleleng selalu terdepan dalam hal penyederhanaan, efisiensi termasuk juga kesetaraan Sulinggih. Tiang dukung dan berharap agar Buleleng terus begini, pertahankan agama Hindu melalui jalur kesederhanaan. “ungkap Gusti Wedakarna. Iapun menyampaikan sejumlah alasan, bahwa saat ini kondisi rakyat Bali khususnya kaum marhaen dipedesaan cukup sulit, apalagi dengan rendahnya UMR Bali. “ Hidup di Bali sekarang sulit, anak – anak muda tidak memiliki penghasilan tetap. Petani, nelayan, buruh juga kesusahan dalam meningkatkan kualitas hidup akibat rendahnya daya beli secara ekonomi. Salah satu cara meningkatkan SDM orang Bali adalah dengan menyederhanakan upacara dan  mengefisienkan waktu upacara. Secara tidak langsung, jika tabungan keluarga dihemat dan beban umat Hindu tidak begitu besar baik ke adat maupun untuk agama, maka kualitas pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan rakyat Bali akan meningkat. Akibatnya, anak – anak muda Bali bisa bersekolah tinggi dan hanya dengan Jnana maka kesejahteraan itu tercapai. Disana analoginya.”ungkap Gusti Wedakarna. Terkait dengan upacara Ngaben Massal di Juanyar, pihaknya menyampaikan rasa salut dan meminta para tokoh desa terus mempertahankan hal ini demi berdaulatnya Buleleng. “ Ngaben Massal sudah membantu umat Hindu, keluarga miskin dan juga menolong Atma agar sempurna. Semoga siapapun yang menggagas, termasuk panitia karya agar mendapatkan balasan pahala karma baik dari Tuhan termasuk dari doa dari roh yang diupacarai. Terimakasih sampun membantu rakyat kami. “ungkap Senator Gusti Wedakarna yang memiliki darah Buleleng ini. Dalam kesempatan itu, Gusti Wedakarna juga hadir dan disambut  di Sawa Jero Niang Jempiring yang masih merupakan keluarga Gusti Wedakarna di Buleleng. ( humas ).

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *