Categories Satyagraha

GUSTI WEDAKARNA BANGGA, JFC MILIKI 63 OUTLET DI BALI

Satyagraha – Senator RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Saat Meresmikan Outlet Sukla Jaya Fried Chicken ( JFC ) di Batuan Sukawati Gianyar

PERESMIAN OUTLET SUKLA : JAYA FRIED CHICKEN ( JFC ) DI BATUAN SUKAWATI GIANYAR

Bisnis kuliner bisa dikatakan sebagai “bisnis abadi” karena dari dulu hingga sampai kapanpun bisnis kuliner baik makanan dan minuman ini tidak akan pernah sepi akan konsumen. Apalagi Indonesia termasuk negara dengan tingkat konsumtif tertinggi di dunia yang membuat peluang untuk terjun di bisnis kuliner ini semakin tinggi. Dan kebanyakan generasi muda lebih senang makan dan mengonsumsi makanan cepat saji maupun makanan olahan dari resep luar negeri. Masyarakat di Bali pun tidak mau kalah dengan peluang bisnis yang menjanjikan ini. Tentunya dengan gerakan sukla satyagraha masyarakat semakin sadar untuk berbelanja di warung Hindu. Hal ini terlihat saat peresmian Outlet SUKLA : Jaya Fried Chiken ( JFC ) di Batuan Sukawati Gianyar yang diresmikan oleh Senator RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III ( Penggagas sekaligus pembina Gerakan Sukla Satyagraha ) didampingi I Wayan Widi Adnyana ( Ketua Umum Sukla ). JFC ini didirikan oleh Agus Jaya ( Putra Hindu Bali usia 38 tahun ) yang kini memiliki 63 outlet diseluruh Bali. “ Saya senang dengan kualitas, branding logo, dan pelayanan restoran yang ramah ini. Omzet perhari tiap outlet mencapai Rp 2 – 5 Juta atau minimal Rp 60 juta perbulan. Bagi semeton yang punya ruko atau tempat yang tidak terpakai bisa memanfaatkan usaha ini. Atau sistem patungan. Bisnis kuliner adalah bisnis yang paling banyak membuat orang jadi kaya dan sejahtera. Saya bangga. This is Satyagraha” Ungkap Senator muda asal Bali ini.  Dalam agama Hindu, spesifikasi Sukla jauh lebih ketat sebenarnya dibandingkan dengan agama lain, dan intinya makanan yang dihidangkan tidak sekedar bersih, tapi juga suci. Hal ini lah yang kita dorong agar generasi muda mau terjun ke dunia bisnis, karena Bali memerlukan lebih banyak generasi muda risk taker generation.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *