Categories Satyagraha

WEDAKARNA MINTA ACARA “GIANYAR YOUTH FESTIVAL” TETAP DIADAKAN LAGI KEDEPAN

SATYAGRAHA –  Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Jajaran Polres Gianyar, Polsek Kota, Sat Intel, Panitia GYF, Jajaran Pemkab Gianyar di Kantor Polres Gianyar

SENATOR INGATKAN UU NO.2/2002 PERAN POLRI PELAYAN MASYARAKAT

Tidak disangka, Komite III DPD RI Provinsi Bali Bidang Pemuda, Ekonomi Kreatif dan Kesra diam – diam memantau kejadian penutupan secara sepihak terkait kegiatan Gianyar Youth Festival ( GYF ) 2017 yang berlangsung beberapa minggu lalu di Kota Gianyar. Hal ini tampak dari inisiatif Senator RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III yang langsung mengadakan Rapat Dengar Pendapat ( RDP ) di Mapolres Gianyar bersama unsur terkait yakni Polres Gianyar, Polsek Kota, Kasat Intel, Satpol PP, Dinas Koperasi Gianyar, Dinas Pendidikan Pemuda Gianyar serta Kesbanglinmas Gianyar serta anak – anak muda Panitia penyelenggara GYF yakni Gianyar Youth Crew. Dalam RDP tersebut, pihak DPD RI Bali ingin mendengar informasi dua arah baik dari kepolisian dan pihak panitia untuk menjelaskan kepada lembaga tinggi Negara itu terkait dengan kejadian penutupan acara GYF pada hari kedua dan ketiga di Lapangan Astina Gianyar. Lainnya santer terdengar sejumlah informasi yang simpang siur tentang penyebab penghentian acara yang sebelumnya dihadiri oleh 7.000 orang sesuai prakiraan aparat, padahal pihak Panitia GYF mengaku telah mengantongi rekomendasi dan syarat administrasi baik dari Polda dan Polres Gianyar. “ Secara umum saya sebagian bagian dari Komite III sangat mendukung acara Gianyar Youth Festival. Ini ekonomi kreatif dari anak muda Gianyar, mereka ingin menjadi jembatan akan aspirasi anak muda baik itu seniman, maupun pengusaha muda. Ini positif. Dan saya nilai panitia sudah melakukan prosedur yang benar. Dari audiensi ke Wabup Gianyar, cari rekomendasi izin di Polri, melibatkan Satpol PP, pecalang, juga syarat sebagai Event Organizer ( EO ) sudah sangat baik. Bahkan masyarakat yang hadir pun membludak dua kali lipat. Namun memang sayang, ada insiden jebolnya pintu masuk, dan dari laporan Polsek tadi dikatakan ada insiden baku hantam antara penonton dan pihak keamanan swasta di titik rawan. Itu saja sebenarnya kurang diantisipasi. Ini jadi pelajaran bagi panitia untuk tahun kedepan. “ ungkap Gusti Wedakarna. Ia juga mengucapkan terimakasih atas peran Polri yang sudah sangat membantu tertibnya acara walau ada sejumlah nasihat yang sampaikan ke Polres atau Polsek Kota. “ Sejak kejadian penutupan sepihak, pertemuan resmi face to face antara aparat dengan panitia baru diadakan saat ini atas inisiatif DPD. Sesuai UU No.2 Tahun 2002 tentang Polri bahwa aparat polisi juga berfungsi sebagai pelayan masyarakat, bukan hanya pengamanan, jadi silahkan laksanakan fungsi itu. Dari kronologis yang ada, kan tidak harus langsung menutup acara secara total karena masih ada stand pameran ekonomi kreatif, juga janji menurunkan 200 personel tidak terealisasi dan juga pola komunikasi yang dianggap kurang hangat. Kedepan agar ini diperbaiki, khususnya bimbing anak – anak muda ini agar mereka paham tentang regulasi dan kerja intelijen. Saya yakin dengan penjelasan yang baik maka semua pihak akan mengerti. Jangan seperti sekarang, bahwa banyak anak muda yang kecewa dengan dibatalkannya GYF ini tanpa tahu apa penyebab sesungguhnya “ ungkap Gusti Wedakarna. Sejumlah rekomendasi pun disampaikan Senator Wedakarna yakni 1) Acara GYF agar diteruskan tahun depan dengan penyempurnaan di organizer dan keamanan. Tujuannya agar tidak muncul kekecewaan anak muda Bali 2) Menolak argumen Polri bahwa wacana pembatalan acara salah satunya efek dari waktu yang bertepatan dengan ibadah puasa umat agama. Hal ini agar tidak jadi isu SARA di Gianyar 3) Wedakarna mempersilahkan kepada siapapun yang tidak puas akan kerja aparat Polri, secara UU dapat  melaporkan ke Propam Polri dengan bukti dan argument yang cukup. 4) Wedakarna meminta agar Pemkab Gianyar merealisasikan janji akan menganggarkan acara sekian miliar rupiah sesuai penjelasan panitia saat didepan RDP. Wedakarna menolak pejabat eksekutif di Gianyar memberi harapan palsu pada komunitas apapun 5) Wedakarna meminta kepada Gianyar Youth Crew untuk segera mendaftarkan organisasi / komunitas ke Kesbanglinmaspol Gianyar dan Kemenhumkam RI sebagai perkumpulan agar dianggap sebagai organisasi resmi 6) Wedakarna mengapresiasi kinerja Polri dengan catatan – catatan khusus sebagai bahan laporan ke pusat. ( humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *