Categories HinduInternasional

KUNJUNGI MANILA, SENATOR RI WEDAKARNA DUKUNG PRESIDEN DUTERTE BERANTAS ISLAMIC STATE

AUDENSI – Senator RI, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Maria Lumen B. Isleta ( Duta Besar Filipina )

PERINGATI 50 TAHUN ASEAN DUKUNG SOLIDARITAS KAWASAN

Maria Lumen B. Isleta yang merupakan Duta Besar Negara Filipina untuk Indonesia menyambut baik rencana kunjungan kerja Senator Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III ke Filipina. Terlebih kunjungan tersebut tidak hanya direncanakan untuk kunjungan dinas saja namun juga rencana penganugerahan kepada Presiden Filipina Rodrigo Duterte yang dinobatkan sebagai tokoh berpengaruh di Asia – Afrika. “ Kami berterimakasih atas kunjungan ke Kedutaan dan juga rencana kunjungan ke negara kami Filipina, kami menyambut baik dan mengapresiasi semua hal itu” ungkap Maria Lumen dalam sambutannya. Dalam pertemuan tersebut Senator Wedakarna mengungkapkan, negara Filipina adalah sahabat baik bagi Indonesia, terlihat bagaimana kedekatan Presiden Rodrigo Duterte dengan Presiden Joko Widodo. Terkait rencana penganugerahan kepada Presiden Rodrigo Duterte, Senator Wedakarna mengungkapkan penganugerahan ini adalah tindaklanjut dari semangat Presiden Pertama RI Ir. Sukarno dalam menjaga kekuatan Asia – Afrika melalui Konferensi Tingkat Tinggi Asia–Afrika tahun 1955. “ Presiden Rodrigo Duterte adalah tokoh berpengaruh saat ini, terlihat dari kebijakan – kebijakan yang ia keluarkan dan langkah-langkahnya dalam memerangi terorisme. Presiden Duterte juga memiliki kebijakan yang menurut penilaian kami sangat revolusioner yakni kebijakan pemberantasan narkoba. Sayang di Indonesia pemberantasan narkoba tidak sehebat di Filipina. Kita tahu bahwa narkoba adalah musuh utama kaum muda di seluruh dunia. Dalam hal ini Philipina dan Indonesia punya kesamaan visi terkait pemberantasan narkoba. ” Philipina adalah negara Katolik yang sangat kuat di Kawasan Asia Tenggara. Saya dan rakyat Bali sangat berkepentingan agar jangan sampai ASEAN dirasuki ideologi Islamic State ( ISIS ). Saya mendukung penuh invansi militer di Marawi Philipina Selatan. Tidak ada tempat untuk negara kekhalifaan di Asia Tenggara. Bali yang mayoritas Hindu dan Filipina yang mayoritas Katolik harus bersatu karena musuh kita sama. “Ungkap Gusti Wedakarna yang juga President The Hindu Center Of Indonesia. Selain itu, Senator Wedakarna juga merekomendasikan kepada Maria Lumen untuk bisa mendirikan Konsulat Jendral Filipina di Bali. Pihak Senator RI Wedakarna berjanji akan mengirimkan sejumlah nama para tokoh Bali yang akan direkomendasikan menjadi kandidat Konsul Kehormatan Filipina untuk Bali.  “ Bali adalah pusat pariwisata di Indonesia dan didalamnya banyak warga negara Filipina yang berkunjung. Sehingga pembangunan Konsulat Jendral Filipina di Bali dapat lebih membantu dan melindungi warga negara Filipina di Bali” imbuhnya. Tidak hanya itu, Senator Wedakarna juga mengundang Maria Lumen untuk berkunjung ke kantor The Sukarno Center untuk melihat sejarah perjalanan hidup Ir. Sukarno dan sekaligus mengundang ke Istana Mancawarna Tampaksiring untuk merayakan National Day di Bali bersama masyarakat lokal yang ada di Bali. Hal ini merupakan wujud kedekatan dan persahabatan Indonesia dan Filipina.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *