Categories HinduInternasional

TERCATAT SEBAGAI TOKOH POLITIK SUKARNOIS PALING TERNAMA DI BALI

SUKARNOIS – (Kanan) Alm. Shri Wedastera Suyasa ( Tokoh PNI Bali / Pendiri Univ Marhaen  / Pendiri Parisadha Hindu / Ketua Umum Arya Tegeh Kori / Anggota DPRGR-MPRS RI / Ketua Umum DPP. AMHI / Yayasan Dharma Dutta) bersama ( Tengah ) Ny. Indira Gandhi ( Perdana Menteri Republik India ) didampingi ( Kiri )Ny. Dr. Sharada Rani ( International Academy of Indian Culture ) di Madras, India 

PERINGATAN HARLAH KE-88 SHRI WEDASTERA SUYASA ( 14-08-1929)

Bertepatan dengan peringatan HUT Provinsi Bali yang jatuh pada tanggal 14 Agustus 2017 bersamaan dengan hal tersebut, dihari dan waktu yang sama rakyat Bali khususnya kaum Marhaenis juga tengah memperingati hari lahir ( harlah ) ke-88 dari salah seorang tokoh besar paling dikenal yang merupakan bagian dari sejarah perpolitikan ditanah dewata khususnya pada zaman perjuangan PNI dan di zaman Bung Karno yakni Shri I Goesti Ngoerah Wedastera Soeyasa atau yang lebih akrab dipanggil sebagai Shri Wedastera Suyasa. Tokoh besar asal Puri Tegeh Kori Penyaringan Mendoyo Jembrana ini dikenal sebagai pemimpin besar Partai Nasional Indonesia ( PNI ) di Bali kerap dikaitkan memiliki kedekatan dan kesamaan karakter  dengan Presiden Bung Karno. Salah satu bukti kedekatannya adalah dengan dibangunnya sejumlah simbol dan peninggalan dari sejarah bangsa di Bali yang merupakan hasil pemikiran dan diskusi antara Bung Karno dengan Shri Wedastera Suyasa, diantaranya Universitas Udayana, Universitas Marhaen ( Mahendradatta ), RS Sanglah, Istana Presiden Tampaksiring, Landasan Pacu Airport Ngurah Rai, Kawasan Wisata Sanur dengan Grand Bali Beach, Parisadha Hindu Dharma, serta ide untuk melestarikan Museum Puri Lukisan di Ubud. Demikian diungkap oleh Sukmawati Sukarno Putri ( Putri Bung Karno ) dalam sambutannya terkait hari lahir Shri Wedastera Suyasa. “Saat saya masih anak – anak hingga remaja, Bung Karno sering menceritakan sosok Shri Wedastera Suyasa saat kunjungan ke Bali. Ia adalah tokoh PNI yang paling dipercaya oleh Bung Karno dan paling disayangi. Buktinya beliau diangkat menjadi DPR GR/MPRS  dari PNI. Bapak Wedastera adalah sosok bangsawan Bali yang memiliki nilai – nilai  kesederhanaan, keberanian dan juga kejujuran. Termasuk konsistensinya terhadap Bung Karno dimasa sulit.”ungkap Sukmawati Sukarno. Ia mengatakan bahwa pada zaman orba banyak yang mencari selamat karena  tekanan rezim Soeharto, tapi itu tidak berlaku bagi sosok Shri Wedastera Suyasa. “Anak muda sekarang harus tahu sejarah ( Jas Merah). Dulu zaman Golkarisasi di Indonesia termasuk di Bali, sosok Shri Wedastera Suyasa adalah sosok yang paling berani menantang orde baru. Beliau tetap teguh melanjutkan perjuangan Universitas Marhaen walau diancam – ancam oleh Orba dan Militer. Beliau kuat bertahan dan berani. Sayang sekali, waktu itu banyak tokoh PNI di Bali yang cari selamat, bergabung dengan partai fusi sampai tega meninggalkan ajaran Bung Karno. Terkait dengan sejarah Partai Komunis Indonesia ( PKI ) di Bali, Sukmawati mencatat bahwa tokoh PNI Shri Wedastera Suyasa sangat berjasa dalam melindungi kaum marhaen. “ Dari saksi sejarah dan yang saya tahu, salah satu kisah  heroik dari Shri Wedastera Suyasa adalah berani menentang tokoh – tokoh PKI yang berkuasa saat itu. Bahkan di Penyaringan sampai ada kejadian bentrok fisik antara PKI dan PNI pendukung Wedastera. Tentu  rakyat Bali tidak akan lupa dengan aksi heroik perkelahian fisik Shri Wedastera Suyasa dengan pemimpin Bali saat itu dipodium lapangan Puputan Badung. Pendukung PNI saat itu sangat luar biasa. Beliau menyelamatkan banyak  nyawa. Entah apa yang terjadi saat itu jika dizaman kudeta Sukarno 1965 – 1967 tidak ada Shri Wedastera Suyasa di Bali. “ Ungkap Sukmawati Sukarno yang Ketua Umum DPP PNI Marhaenisme. Acara peringatan Harlah ini akan dipusatkan di Kampus Universitas Mahendradatta ( d/h Marhaen ) pada hari ini dengan sejumlah agenda diantaranya pembacaan Kitab Bhagawad Gita, Renungan Sejarah Shri Wedastera Suyasa dan ramah tamah pemuda marhaen. ( humas ).

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *