Categories Internasional

DORONG AHLI EKONOMI BALI DILIBATKAN DI SKEMA PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR ASIA

NASIONALIS – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Mr Syurkani Ishak Kasim ( Executive Director Asian Development Bank ) di Manila Filipina

SENATOR WEDAKARNA TEMUI EXECUTIVE DIRECTOR ASIAN DEVELOPMENT BANK

Setelah  bertemu dengan Senator dan Congress Filipina, Senator DPD RI Utusan Bali, Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III melengkapi kunjungan kerjanya ke markas Asian Development Bank ( ADB ) yang bermarkas di Manila Filipina. Dalam kesempatan itu, Dr. Arya Wedakarna diterima langsung oleh executive director ADB. Dalam pertemun tesebut dijelaskan terkait sejumlah partisipasi Indonesia sebagai salah satu stakeholder ADB dan juga penjelasan tentang skema pembiayaan ADB terhadap pembangunan infrastruktur di Indonesia. Namun sayang sekali, selama ini banyak pihak menilai bahwa daerah – daerah di Indonesia kurang memanfaatkan ADB selain karena kurangnya wawasan juga karena kurangnya koordinasi dengan pemerintah pusat. “ADB adalah mitra strategis untuk Negara – Negara Asia termasuk Indonesia dalam mengejar pembangunan infrastruktur. Dan tentu perlu SDM terbaik ditingkatan Provinsi dan Kabupaten / Kota dalam mengurus hal – hal teknis dalam rancangan program pinjaman ke ADB. Tentu jaringan dan koordinasi ke BAPPENAS juga sangat penting dan studi kelayakan program pembangunan harus dituntaskan didaerah. Nantinya Executive Board dari Indonesia yang akan berjuang membela kepentingan Indonesia, tapi ya itu, porto folio dan kelengkapan dokumennya diperbaiki. Ini penyebab banyak program skema ADB di Indonensia menemui kendala. “ungkap Gusti Wedakarna. Dalam pertemuan itu juga dibahas terkait dengan pemberdayaan SDM anak muda Indonesia yang diharapkan bisa berkarir di ADB atau lembaga keuangan dunia lainnnya, dan ternyata ditemukan ada permasalahan yang cukup krusial yakni terkait dengan karakter dan kesiapan SDM. “ Saya setuju dengan pendapat senior economist ADB dan ED ADB yang menyatakan bahwa sebenarnya SDM Indoensia sangat mampu bersaing dengan SDM dari Asia lainnya. Tapi tentu ada beberapa kendala, diantaranya kepercayaan diri dan kemampuan dalam mempresentasikan diri. Saya sudah mendapat penjelasan, bagaimana anak muda Indonesia sejak pengajuan CV, proses interview, hingga sampai presentasi skill semua kalah. Artinya percuma saja banyak lulusan Cumlaude di Indonesia dari PTN / PTS hebat, tapi outputnya kurang bisa masuk standard. Saya kira ada yang salah dengan system pendidikan tinggi kita, yakni mereka tidak menciptakan lulusan yang mampu bersaing global. Kita akan perbaiki ini. “ungkap Gusti Wedakarna yang juga mantan Rektor Universitas Mahendradatta Bali ini. Kedepan ia meminta kepada SDM Indonesia khususnya lulusan ekonomi agar bisa bekerja di ADB dan perusahaan keuangan internasional lainnya. “Saya kira, ini gunanya SDM Indonesia menjadi Sarjana, Magister dan Doktor Ekonomi, agar bisa merebut peluang internasional. Saya minta siapkan diri, mumpung terbuka lebar. Tapi ya harus bisa bahasa Inggris ya. Jika tidak bisa bahasa asing, sepintar apapun akan menjadi locally.”ungkap Gusti Wedakarna. Senator AWK berada di Filipina dalam rangka kunjungan kerja BKSP DPD RI dan Peringatan 50 Tahun ASEAN serta menjadi founder dari Filipina Indonesia Parliamentary Friendship Association. (humas)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *