Categories HinduSatyagraha

KUNJUNGAN STHD KLATEN, DORONG PENDIRIAN SEKOLAH HINDU SE-INDONESIA

SATYAGRAHA –  Senator RI, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Saat Melncurkan Buku Penelitian Hindu Center Jawa Tengah bersama Pengurus THCI Jateng di Kampus STHD Klaten

WEDAKARNA LUNCURKAN BUKU TENTANG PURA DIDALAM KERATON

Senator RI asal Bali Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III terus konsisten dalam membina umat Hindu diluar Bali. Salah satunya dengan terus mengembangan The Hindu Center Of Indonesia, lembaga pusat kajian Hindu yang dia dirikan hampir diseluruh Indonesia. Sebagaimana terekam dalam kunjungan kerja Dr. Arya Wedakarna ke Sekolah Tinggi Hindu Dharma ) Klaten Jawa Tengah. Disambut oleh Sudjiman, S.Ag., M.Si ( Ketua STHD Klaten ) dan para civitas akademika STHD, Gusti Wedakarna meninjau keberadaan gedung dan juga bertemu dengan unsur rektorat, fakultas, mahasiswa dan unsur BEM untuk menginventarisi kebutuhan umat Hindu khususnya di Klaten. Iapun berharap agar kedepan, SDM Hindu di Klaten yang didominasi oleh umat Hindu Suku Jawa agar terus meningkat seiring dengan meningkatnya Jnana ( Ilmu Pengetahuan ). “Dalam pemikiran saya, bahwa eksistensi umat Hindu diluar Bali adalah yang utama, mengingat tantangan yang dihadapi oleh umat Hindu di luar Bali sangat besar. Inilah pentingnya tiap provinsi di Indonesia memiliki sekolah agama Hindu baik negeri dan swasta. Ini harus menjadi program bersama, karena eksistensi agama Hindu Nusantara lengkap dengan tradisi, budaya dan local genius hanya bisa bertahan melalui orang orang pintar, dan parameternya ya harus memiliki sekolah tinggi atau setara universitas. Hindu adalah agama Jnana dan yang berhak memimpin Hindu adalah orang – orang Wikan, orang pintar, orang berpengetahuan dan orang berilmu. Ini selalu diingatkan oleh Sri Krisna, Resi Bhisma, Rsi Drona dalam itihasa Weda yakni Mahabarata. Hindu itu tegas, hanya orang pintar bermoral yang bisa memimpin agama. Dan salah satu sumbernya adalah kampus Hindu “ungkap Gusti Wedakarna. Iapun menyatakan kebahagiaan bahwa hampir setiap saat diadakan upacara Sudi Wadani khususnya bagi mereka yang pindah ke agama  Hindu sehingga perlu ada efisiensi praktis dalam mengenalkan agama Hindu.”Saudara – saudara umat Hindu asli Jawa harus merasa beruntung bahwa beban saudara sebagai umat Hindu tidak seberat dengan saudara umat Hindu di Bali. Di Bali beban adat dan juga beban upacara sangat sulit, tapi di Jawa saudara sudah tersistem secara sederhana. Maka inilah kesempatan penjenengan dan saudara semua untuk menguatkan Tatwa, Filosophy dan Ajaran Hindu. Saya percaya benar bahwa kebangkitan Hindu justru akan lahir di Tanah Jawa, sesuai dengan janji Sabdo Palon Nayogenggong bahwa kebangkitan Siwa Budha akan dimulai dari Jawa, taksu Majapahit yang dititip oleh Sabdo Bali di Bali akan diambil lagi oleh leluhur. Karena pancer Hindu Nusantara itu ada di Jawa, bukan di Bali. Ini penyemangat bagi kaum Hindu Jawa. “ungkap Gusti Wedakarna. Dalam kesempatan itu, Wedakarna juga menyatakan akan terus mendukung pembangunan sekolah Hindu diseluruh Indonesia, agar Sanathana Dharma terus tersebar diseluruh Nusantara. “Kini Hindu bangkit di Medan, Riau, Jambi, Lampung, Kalimantan dengan Dayak Hindunya, Sulawesi kita berhasil jadi mayoritas kedua disejumlah Provinsi. Maluku dan Papua banyak umat Hindu menjadi figur pembangunan. Di  NTB kita bisa jadi mayoritas kedua, di NTT juga umat Hindu menuju kebangkitan. Saya bersama Menteri Agama RI akan mendorong lahirnya sekolah Hindu sesuai dengan Permenag Nomor 56 Tahun 2014. Kita akan kejar terus. “ungkap Gusti Wedakarna yang juga berkesempatan meluncurkan buku penelitian Hindu Jawa Tengah yang berjudul Pura Mandira Seta Baluwarti Kraton Surakarta, Pendidikan Karakter Melalui Realisasi Tri Hita Karana Dan Nilai Pancasila karya Dra. Nukning Sri Rahayu, M.Si ( Dosen STHD / Pengurus The Hindu Center Of Central Java ). (humas)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *