Categories Satyagraha

SENATOR WEDAKARNA REKOMENDASIKAN STATUS DESA WISATA DI BAKAS KLUNGKUNG

Satyagraha – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Di Desa Adat Bakas, Klungkung

DPD RI MINTA DESA ADAT BERHEMAT AKIBAT EKONOMI SULIT

Salah satu bentuk perwujudan dari konsep Trisakti Berdikari secara ekonomi adalah bagaimana cara pembangunan di desa menjadi skala prioritas dalam pembangunan nasional. Namun kedepan, pembangunan tidak saja hanya tergantung pada peran pemerintah, tapi juga mengacu pada kemandirian desa dan salah satu parameter kesejahteraan masyarakat desa adalah dengan tinggi tabungan masyarakat. Hal ini disampaikan Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III, SE (M.Tru ), M.Si saat acara Seminar Bung Karno di Desa Bakas, Banjarangkan, Klungkung. Dihadapan para prajuru desa, Gusti Wedakarna yang seorang Senator RI memberikan wawasan bahwa sudah sepatutnya Desa di Bali baik Desa Adat dan Desa Dinas untuk berhitung dalam hal anggaran pembangunan, khususnya dibidang upakara agar kedepan pengembangan SDM didesa juga bisa meningkat. “ Kedepan, prajuru Desa Adat di Bali harus sadar bahwa untuk merebut sumbangan dana bansos, dana hibah dan bantuan pemerintah dimasa depan tidak semudah yang dibayangkan. Anggaran keuangan Negara akan semakin ketat dan transparan, dan kedepan seluruh anggaran didesa akan satu pintu di desa dinas, begitu pula gelontoran bansos bansos yang selama ini didompleng oleh oknum anggota dewan akan dihapuskan secara perlahan. Saya kira ini konsep keuangan Negara kedepan yang harus saya dukung. Sehingga kemandirian warga desa harus diutamakan, yakni dengan penghematan disegala bidang kehidupan. Stop gaya hidup hedonis, hentikan gaya hidup belog ajum didesa dan juga kebiasaan jor joran dalam upacara maupun pembangunan pura misalkan. Lebih baik uang yang ada disimpan, ditabung dan dikelola untuk pendidikan SDM maupun wirausaha warga desa. Desa Adat khususnya harus memiliki tabungan LPD yang tinggi, memiliki financial platform yang kuat dan mempertahankan pelaba pura dan duwe desa demi ajegnya Hindu. Aset Desa harus semakin banyak, bukansebaliknya semakin habis karena program ambisius. Saya yakin 20 Tahun lagi, Bali akan menjadi destinasi termahal di Asia,dan ini harus ada kesamaan pemikiran untuk menuju hal ini. Hanya Desa Adat yang bisa mempertahankan Bali dengan budaya Hindu nya. “ Ungkap Gusti Wedakarna. Terkait dengan Desa Bakas, yang terkenal dengan potensi wisata tirta diantaranya Rafting, pihak Gusti Wedakarna mendukung dan meminta agar Pemkab Klungkung segera mengeluarkan status Desa Wisata Resmi terhadap Desa Bakas agar dapat dibina dan diprioritaskan dalam anggaran. “ Saya amati Desa Bakas ini sudah punya nama baik. Hanya perlu dirapikan landscape dan penataannya. Bakas juga terkenal dengan Kuliner Khas Bali disamping Rafting. Saya akan keluarkan rekomendasi ke Bupati Klungkung, agar desa ini segera mendapat status jelas. Jika sudah dapat keputusan, maka jalan untuk membantu program wisata, calender of event maupun bantuan pembangunan insfrastruktur akan lebih mudah. Sambil menunggu itu, saya minta warga desa berdikari, bergotong royong menata Desa. Jangan sampai banyak turis datang, tapi tidak mampu mensejahterakan rakyat dan keuntungan hanya untuk segelintir orang. Desa Bakas harus bisa sejajar dengan desa wisata yang lain. Saya minta buatkan agenda rutin tahunan di Bakas agar menarik pengunjung. Tinggal dengan sedikit polesan, maka Bakas akan hebat. “ ungkap Gusti Wedakarna yang juga salah satu penggagas Desa Wisata Award yang baru – baru ini diadakan. ( Humas )

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *