Categories HinduNasional

WEDAKARNA SETUJUI LAHAN 7,5 HEKTAR DAN KAWAL ANGGARAN RP 65 MILYAR UNTUK IHDN

SATYAGRAHA –  Senator DPD RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Bupati Bangli, Rektor IHDN, Pejabat Terkait Di Kantor DPD RI Prov Bali

 

BANGLI SEGERA MILIKI KAMPUS HINDU TERBESAR DI ASIA TENGGARA

Sejarah diciptakan di Kantor DPD RI Provinsi Bali saat pertemuan digelar pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Bangli dengan jajaran Institut Hindu Dharma Negeri ( IHDN ) Denpasar yang dimediasi oleh anggota DPD RI Utusan Provinsi Bali, Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Sempat terkatung – katung selama beberapa waktu, kini semua pihak merasa jengah untuk mewujudkan ambisi berdirinya sebuah kampus agama Hindu terbesar di Asia bahkan didunia, yakni Universitas Hindu Negeri Jaya Pangus yang dibangun di Kabupaten Bangli. Namun selama ini ada kendala, terkait dengan luas lahan yang tersedia yakni 12,5 hektar, dan sempat terjadi komunikasi antara pemerintah Bangli sebagai pemilik lahan dengan pihak IHDN yang mewakili Kementrian Agama Republik Indonesia. Dan jalan tengah pun disampaikan oleh Senator Wedakarna. “Saya minta agar Pemkab Bangli legowo memberikan lahan 7,5 hektar kepada IHDN. Sebenarnya hanya pindah status saja, toh semua aset dan pembangunan akan dinikmati oleh Pemkab Bangli. Jika ini tidak beres, maka akan terus menjadi temuan BPK terkait aset, apalagi menurut info yang dilaporkan bahwa sudah ada komitmen anggaran sebesar Rp 50 Milyar di Bappenas untuk 2017 dan Rp 15 Milyar di 2018. Itu minimal ya, saya pasti tetap mengawal agar kampus IHDN mendapatkan bantuan sebanyak banyaknya. Dan disatu sisi, pihak IHDN juga legowo agar menerima lahan seluas 7,5 hektar sesuai dengan syarat minimal pendirian sebuah universitas. Biarkan (sementara ini), pemkab Bangli mengurus yang 4,5 hektar, karena masih ada bangunan dan sekolah SMP, SMA dan juga sebagian aset dipihak ketiga. Nanti kedepan kita perluas IHDN sesuai dengan kebutuhan zaman. Sementara angka 7,5 Hektar saya rasa cukup. Dan saya minta diselesaikan segera dalam bulan ini. Jika tidak cepat, nanti anggaran Bangli akan hilang lagi dan kembali ke APBN.”ungkap Gusti Wedakarna. Iapun memaparkan bahwa dalam setiap rapat dengan Menteri Agama RI, pihaknya selaku bagian dari Komite III DPD RI Bidang Pendidikan, Pendidikan Tinggi dan Agama selalu meminta pemerintah untuk menaikkan anggaran untuk agama Hindu, salah satunya ada dampak dengan Peraturan Menteri 2014 tentang Sistem Pendidikan  Hindu. “Negara sudah berusaha keras agar anggaran pendidikan tetap mencapai 20% dari APBN atau sekitar Rp 400 Trilyun. Sayang sekali anggaran itu masih menjadi satu dengan gaji guru dosen, pegawai dan lintas sektoral seperti Kemendikbud, Kemenristek dan termasuk Kemendikti. Walau begitu umat Hindu Indonesia juga punya hak untuk merebut anggaran tersebut. Maka dari itu, saya dengan Dirjen Hindu dan seluruh stakeholder harus terus mengajukan  untuk sekolah Hindu baik di TK,SD,SMP ,SMA termasuk PT. Saya ingin Bali bertahan sebagai pusat Hindu terbesar didunia. Kita wujudkan Bali The Island Of Science dan Bali Intelektual 2020. Kita dukung Pemerintahan Joko Widodo.” Ungkap Senator Wedakarna. Akhir rapat yang digelar DPD RI berakhir happy ending,  Bupati Bangli yang hadir berkomitmen untuk memenuhi komitmen dihadapan DPD RI Bali untuk segera membantu proses lahan 7,5 hektar sebagaimana harapan IHDN.” Terimakasih Bupati Bangli, dan saya minta segera Pemkab dan IHDN mengirimkan tim teknis untuk menyelesaikan perjanjian. Ini berkah Nyepi, Galungan dan Kuningan 2017 dan Bali pasti berhasil jika semua bersatu. This is Satyagraha “pungkas Dr. Gusti Wedakarna yang juga mantan Rektor Universitas Mahendradatta Bali.” (humas)

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *