Categories BudayaHinduNasional

MASUKI “GRAHASTA”SHRI GUSTI WEDAKARNA PILIH CALON PERMAISURI DARI BULELENG

Abhiseka Ratu Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Ida Ayu Ketut Juni Supari didampingi Ratu Biang IGA Suwitry Wedastera Suyasa dan Ida Sri Bhagawan Nabe Wira Kerti di Istana Mancawarna Tampaksiring

PERTUNANGAN DENGAN IDA AYU JUNI SUPARI DI ISTANA MANCAWARNA

Rabu, 23 Agustus 2017 Wuku Sinta Isaka Warsa 1939 benar benar jadi hari yang berbahagia bagi Abhiseka Ratu Sri Wilatikta Tegeh Kori Kresna Kepakisan XIX. Bagaimana tidak, bahwa tepat diperayaan hari kelahiran ( Sugeng Wiyosan Tinggalan Dalem ) ke-37, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III melakoni sebuah masa tahapan penting dalam agama Hindu, yakni masa perkawinan ( Grahasta ). Ritual prosesi sekala dan niskala ini dimulai di Istana Mancawarna Tampaksiring yakni pelaksanaan Raja Yadnya yang terdiri dari Upacara Api Suci ( Agni Hotra ), Pembacaan Kitab Suci Weda Bhagawad Gita, Pelukatan Agung dengan 37 Tirta Dari Pura Sad Khayangan di Bali, pencucian pusaka Kereta Kencana Kyai Kanjeng Segara Kidul dan Kereta Kencana Kyai Pajenengan Amangku Negara serta upacara sedekah untuk fakir miskin. Sedangkan proses Sekala, dilaksanakan upacara pementasan Tari Bedoyo Segare Kidul ciptaan gagasan Shri Gusti Wedakarna, upacara Tukar Cincin serta Royal Dinner. “ Puri Tegeh Kori mengumumkan nama Calon Permaisuri yang akan mendampingi Abhiseka Ratu yakni Ida Ayu Ketut Juni Supari ( Putri pasangan Swargi Ida Bagus Kenuh Ripaisa dan Jero Made Tisan Dewi ) saking Grya Suci Dencarik Banjar Buleleng. Dengan telah resmi upacara tukar cincin yang dihadiri oleh dua keluarga baik Puri dan Griya, maka sejak hari ini akan dimulai proses menuju ke Pawiwahan Agung. Karya dipuput oleh Ida Sri Bagawan Nabe Wira Kerti ( Buleleng ). “ungkap Dewa Gede Anom Kurniawan ( Karumga Istana Mancawarna ). Lalu siapakah sosok Calon Permaisuri yang beruntung tersebut ? Sebagaimana disampaikan oleh juru bicara Puri, I Gusti Ayu Sita Wedastiti  menjelaskan, “ Sebenarnya Ratu Gusti adalah sosok yang sangat konservatif. Beliau sangat patuh pada pakem Weda Vedanta. Menikah diusia 37 tahun adalah teladan saat Sri Rama mempersunting Dewi Sita, begitu juga upacara harus bernuansa Hindu Universal, karena ayahanda beliau (Swargi) Shri Wedastera Suyasa adalah founder dari World Hindu Federation (WHF). Seorang Istri yang menjadi Permaisuri Abhiseka Ratu diharapkan fokus pada urusan pura, puri, pusaka, purana dan purusa, ibaratnya murni ibu rumah tangga. Beliau juga melarang Permaisuri untuk bekerja karena sesana manut linggih. Bisa dipastikan bahwa Permaisuri ini murni akan berkiprah dibidang agama Hindu dan kegiatan Puri saja. Selama ini mungkin itu sosok yang dicari oleh Ratu Gusti. Lainnya kebetulan Calon Permaisuri juga bakta Sri Kresna, dan sangat paham Bhagawad Gita. Sosok Idayu niki sangat sederhana dan baik. Ibaratnya bukan sekedar berumah tangga, tapi Abhiseka Ratu dan Calon Permaisuri ini diharapkan menjadi Simbol dari Kedigjayaan Budaya Bali di Nusantara. Dan selama proses ke pawiwahan Calon Permaisuri akan beradaptasi dengan kultur Puri dan tradisi keluarga besar, baik secara lahir dan bathin. Intinya dipersiapkan semua termasuk fasilitas untuk Permaisuri (Keputren) termasuk pendirian kediaman resmi Permaisuri “ungkap Gusti Ayu Sita mewakili keluarga. Tampak hadir dalam undangan Putra Mahkota Keraton Mangkunegaran Solo, Keluarga Prokmator Bung Karno, Konsul Jendral India, Pimpinan Hindu Center Se-Indonesia, Bendesa Agung Majelis Utama Desa Pekraman (MUDP), Penglingsir Puri Ubud, Puri Agung Peliatan, Puri Agung Tampaksiring, Puri Sukasada Buleleng, Puri Agung Denpasar, Puri Kaba Kaba Tabanan, Jro Pengastulan Buleleng, Jro Agung Mambal Badung, Ketua Umum PHDI Pusat, Sekretaris Unit Kerja Presiden RI, Bupati, Kementerian, Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori Se-Bali serta lima ratusan undangan yang hadir. “ Kami mohon doa restu dari seluruh rakyat Bali bahwa proses Pawiwahan Agung Mautama akan dilaksanakan mulai saat ini, di Tanah Jawa dan Bali, serta akan diadakan resepsi di 9 Kabupaten / Kota. Niki cihna dari kemuliaan acara niki, bahwa Abhiseka Ratu selain menyelenggarakan acara di Istana tapi juga ingin hadir ditengah masyarakat Bali. Selanjutnya akan diberikan pengumuman resmi dari Istana selama beberapa bulan kedepan. Semua ini dilakukan sebagai wujud penghormatan pada leluhur beliau, I Gusti Tegeh Kori ( Raja Badung Pertama dan Pendiri Kerajaan Badung ). ”ungkap Dewa Kurniawan ( Kepala Istana Mancawarna Tampaksiring ).

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *