Categories BudayaHindu

NARARYA DALEM BENCULUK TEGEH KORI JADI TUAN RUMAH PARUMAN WIKU TRAH DALEM

TRAH DALEM – Brigjen Pol ( Purn ) N.G Suweta, MH dan Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Saat Memimpin Rapat Tegeh Kori

PRA PESAMUAN AGUNG PANDBTK DI WISWA SABHA KANTOR GUBERNUR

Dalam sejarah Bali, tanggal 9 September 2009 (999) merupakan tanggal sakral bagi pratisentana Ida Betara Dalem Tegeh Kori yakni dimana diselenggarakannya Mahasabha I Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori ( PANDBTK ) yang diselenggarakan di Kerta Gosa Klungkung. Dalam Mahasabha tersebut, terbit Bhisama yang menegaskan bahwa leluhur I Gusti Tegeh Kori ( Dewa Pemayun ) adalah Putra Mahkota dari Raja Bali, Sri Aji Kresna Kepakisan namun akibat kecelakaan sejarah, akhirnya diasuh ( Kedharmaputra ) ke Ida Betara Arya Kenceng di Tabanan. Walau begitu, setiap warih Ida Betara Tegeh Kori berhak untuk menyandang gelar Ksatria Dalem ( Pregusti ) termasuk dalam kelengkapan upacara dan upakaranya. Hasil Mahasabha I PANDBTK di Klungkung disahkan dengan upasaksi dari Penglingsir Puri Agung Klungkung sebagai tedung semeton, Gubernur Bali, Ketua MUDP Bali, Ketua PHDI Bali serta Bupati Klungkung. Sejak saat itulah, sejarah Ida Betara Tegeh Kori yang berusia hampir 700 tahun, kini ditegakkan dan diluruskan oleh para warihnya, sehingga PANDBTK menjadi satu – satunya organisasi tunggal dari seluruh wargi Tegeh Kori diseluruh Nusantara. Demikian diungkap oleh Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III ( Sekjen PANDBTK ) disela – sela Rapat Pra Pesamuan Agung VIII PANDBTK di Kantor Gubernur Bali yang diikuti oleh Semeton Seluruh Kabupaten / Kota. “ Tahun 2017 ini, Kota Denpasar menjadi tuan rumah setelah kegiatan Mahasabha dan Pesamuan diadakan di 8 Kabupaten se-Bali. Kita akan adakan pada 9 September 2017 di Wantilan Pura Kawitan Dalem Benculuk di Tonja Denpasar yang dilanjutkan pada 10 September dengan kegiatan Pertemuan Wiku Trah Dalem ditempat yang sama. Kita berharap perwakilan semeton diseluruh Bali dan Di Provinsi bisa hadir diacara tersebut. “ungkap Gusti Wedakarna yang juga Senator DPD RI. Hal senada disampaikan oleh Brigjen Pol ( Pur ) Njoman Gde Suweta ( Ketua Umum PANDBTK ) yang menyatakan bahwa pertemuan Wiku Trah Dalem Tri Nata Wangsa menjadi momentum untuk menyatukan visi dari Ida Sulinggih dari Trah Dalem. “Atas nama PANDBTK kami mengucapkan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Ida Anak Lingsir dan juga para Shri Bhagawan yang telah memberikan kepercayaan pada Semeton Tegeh Kori menjadi tuan rumah. Sabha Pandita dan Pinandita telah memberikan restu serta kami sudah menyampaikan hal ini kepada Ida Dalem Semaraputra, Raja Puri Agung Klungkung. Semoga para warih Ksatria Dalem mampu menjadi suri teladan. “ungkap Nyoman Gede Suweta yang mantan Wakapolda Bali ini. (humas)

 

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *