Categories Satyagraha

PENYARINGAN JADI IKON PERJUANGAN “PNI VS PKI” DI ZAMAN SHRI WEDASTERA SUYASA

SATYAGRAHA –  Senator RI Arya Wedakarna, Anggota DPRD Bali Dr. Diah Srikandi, Wabup Jembrana, Ketua DPRD Jembrana, Camat dan Kepala Desa Penyaringan di Balai Desa Penyaringan

GUSTI WEDAKARNA HADIRI HUT DESA PENYARINGAN JEMBRANA KE-167

Senator RI asal Bali Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III meminta generasi muda Bali khususnya di Jembrana agar tidak melupakan peran perjuangan leluhur khususnya kalangan nasionalis dalam mempertahankan ideologi Pancasila khususnya pada zaman perjuangan Bung Karno. Salah satuya membendung pengaruh komunisme ( PKI ) di Bali dan Desa Penyaringan pernah melahirkan seorang pemimpin massa yang hebat yakni Shri Wedastera Suyasa yang menjadi ikon politik Partai Nasional Indonesia ( PNI ) di Bali. Demikian diungkap Gusti Wedakarna usai menghadiri perayaan Hari Jadi Desa Penyaringan ke-167 di Balai Desa. Tampak hadir Dr I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi Wedasteraputri Suyasa ( Anggota DPRD Provinsi Bali Fraksi PDI Perjuangan ), Kembang Hartawan ( Wakil Bupati Jembrana ), I Ketut Sugiasa, SH ( Ketua DPRD Jembrana ), Made Trista ( Kepala Desa Penyaringan ) beserta ratusan  undangan. “Desa Penyaringan adalah desa pergerakan di Bali. Disinilah tempat kaum nasionalis PNI berkiblat. Begitu juga Gerakan Satuan Tameng Marhaen ( Gastam ) yang dipimpin oleh I Goesti Ngoerah Ketoet Widagda serta tokoh tokoh hebat lainnya. Saya masih ingat cerita para tetua bahwa konflik antara pendukung PNI dan pendukung PKI sangat keras pada zaman itu, dan syukurlah akhirnya kaum nasionalis PNI bertahan sehingga tidak banyak korban jiwa saat kejadian Gestok 1965. Ini sejarah yang harus diingat anak muda Bali khususnya Jembrana. “ungkap Gusti Wedakarna. Ia berharap bahwa Desa Penyaringan Mendoyo Jembrana tetap menjadi ikon perjuangan Bali Berdaulat khususnya menyambungkan kembali sejarah masa lalu dengan sejarah masa depan. “Desa Penyaringan pernah melahirkan Ketua Partai PNI yang sangat terkenal diseluruh Bali pada zamannya, juga melahirkan Bupati dan Wakil Bupati di Jembrana, melahirkan tokoh parlemen yang hebat, tempat asal pengusaha berdikari Bali hingga bisa melahirkan Senator Indonesia dalam sejarah politik. Dan saya yakin kedepan sejarah Penyaringan akan bergerak terus, demi mewujudkan kedaulatan Bali dan bangsa Indonesia. Saya kira leluhur juga tidak tidur, semesta akan bergerak dan suatu saat Jembrana akan menjadi mercusuar di Bali. Dalam sejarah perjalanan para Maharesi, para Empu, para Arya kan dimulai dari Jimbarwana, dan Jembrana adalah titik awal kebangkitan Bali kedepan. Maka dari itu, anak muda Bali jangan pernah menyerah, dan jangan pernah melupakan sejarah sebagaimana diungkap Bung Karno. “ungkap Gusti Wedakarna.  Ia pun mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Jembrana dan DPRD Bali yang dinilai sudah banyak membantu pembangunan Desa Penyaringan. Kedepan Gusti Wedakarna bertekad untuk membangun sejumlah program mercusuar untuk Desa Penyaringan sebagai wujud kebanggaan akan sejarah desa, diantaranya membangun Istana Jimbawarna yang akan menjadi istana terbesar di Bali, membangun Ashram Hindu dan membangun Museum PNI dikawasan Duwe Tengah Puri Tegeh Kori. (humas)

 

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *