Categories HinduSatyagraha

DR. ARYA WEDAKARNA MINTA KASEK SOSIALISASIKAN SELURUH SISWA HINDU UNTUK KONSUMSI AJENGAN “ SUKLA”

SENATOR DPD RI LAKUKAN SIDAK KE SMP N 2 NEGARA 

Dalam rangka memantau langsung proses belajar mengajar tahun ajaran bari tingkat SMP serta meninjau sejumlah sarana utilitas sekolah sebagai bentuk pengawasan implementasi kebijakan eksekutif, Senator Komite III Bidang Pendidikan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, SE (MTru), M.Si lakukan inspeksi mendadak ke SMP N 2 Negara Kab. Jembrana. Kedatangan Dr. Arya Wedakarna sengaja dilkukan untuk meninjau sejumlah sarana prasarana yang ada disekolah diantaranya. perpustakaan, kantin siswa serta kondisi proses belajar mengajar diruang kelas. “ Saya cek langsung kondisi sekolah untuk meninjau bagaimana proses belajar mengajar serta sarana prasarana sekolah yang disediakan sekolah untuk siswa.” Ujar Dr. Arya Wedakarna. Kedatangan Dr. Arya Wedakarna disambut baik oleh kepala sekolah beserta jajaran guru yang turut hadir mendampingi. Saat meninjau lokasi kantin, dirinya menanyakan lebih lanjut terkait manajemen pengelolaan kantin sekolah, dirinya juga melihat beberapa jajanan anak yang dinilai kurang baik bagi kesehatan para siswa, ia juga melihat komposisi perbandingan masyarakat adat yang berdagang dikantin sekolah cenderung lebih sedikit dengan masyarakat luar dengan angka perbandingan 2 : 1. Pada kesempatan tersebut Dr. Arya Wedakarna meminta agar kepala sekolah melakukan evaluasi tata kelolah kantin baik dari pengelolah pembagian laba kesekolah maupun lainnya. Lebih lanjut, terkait dengan keberadaan pedagang lokal adat bali yang lebih minoritas berjualan di kantin sekolah, dirinya menyampaikan agar pihak sekolah lebih menyeimbangkan masyarakat adat bali, pasalnya sebagai masyarakat adat bali yang secara dominan umat hindu, tentunya sekolah harus membudayakan agar siswa yang beragama hindu mengkonsumsi ajengan-ajengan bali. “ Saya merasa bagimana bisa dengan persentase angka 60 %  siswa yang didominasi kalangan adat hindu bali tidak dibiasakan memamakan ajengan bali malah lebih dominan mengkonsumsi produk lain, sehingga tidak heran semeton kita banyak yang tidak sehat. Saya meminta kepada kepala sekolah agar lebih bijak dan selektif untuk menyajikan produk makanan anak anak kita khususnya anak kita yang beragama hindu agar dibudayakan memakan ajengan khas bali yang tentu sudah pasti sukla.” Ungkapnya. Menurutnya, ajengan yang “sukla” dalam artian suci  yang mana hal ini dapat dilihat dengan karakter umat hindu yang lebih menghargai kesucian  sehingga  produk ajengan yang dibuat, bisa dipastikan prosesnya sangat bersih dan suci baik dari pengelolahannya bahkan hingga penghidangan makanan tersebut di tirta terebih dahulu agar suci.”Ungkap Dr. Arya Wedakarna yang juga President The Hindu Center Of Indonesia. Selain meninjau kantin dirinya juga menyempatkan diri untuk meninjau perpustakaan dan proses belajar mengajar diruang kelas, sebelum meninggalkan lokasi, Dr. Arya Wedakarna menekankan pihak sekolah untuk mengelolah kantin berserta sarana lain dengan tata kelolah yang jelas,  dirinya juga berpesan kepada seluruh siswa agar terus belajar dan menempuh pendidikan dengan setinggi-tingginya.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *