Categories BudayaHinduSatyagraha

TANPA OBJEK WISATA PUN, TIAP DESA DI BALI BISA GELAR FESTIVAL SENI DAN EKONOMI

SATYAGRAHA –  Senator RI, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS Mendorong Anak Muda Bali Jadi Pengusaha Hindu

WEDAKARNA CICIPI “LAU” DI FESTIVAL MENANGA KARANGASEM

Senator RI asal Bali Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III yang juga anggota Komite III Bidang Budaya, Pendidikan, Ekonomi Kreatif dan Kesra memuji acara Festival Menanga yang digagas oleh pemerintah desa di Karangasem. Festival yang baru diadakan pada tahun 2017 ini, diisi oleh sejumlah atraksi seni budaya, pawai dan tentunya pameran ekonomi kreatif baik kuliner, kerajinan tangan, kreasi anak muda serta hasil produk desa. Dalam kesempatan hadir di Festival Menanga, Senator Arya Wedakarna ( AWK ) menilai bahwa di Bali setiap desa dapat saja menyelenggarakan Festival walau tidak memiliki objek wisata, namun yang terpenting melalui kegiatan festival yang berkelanjutan ( sustainable ), maka potensi desa akan dapat diperlihatkan dalam acara publik, hal ini akan mendorong ketahanan desa di Bali yang terdiri dari unsur dinas, unsur adat yang dijiwai oleh nilai agama Hindu. “ Festival Menanga ini salah satu contoh baik bahwa pimpinan desa, para anak mudanya, para tokohnya bersatu untuk membuat acara dengan gotong royong. Ini menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan diri orang Bali khususnya di Karangasem sudah sangat baik. Jika tidak pede mana bisa membuat acara sebesar ini, dan inipun dengan dana swadaya dan gotong royong. Satu hal yang revolusioner, bahwa ada persepsi baru muncul dikalangan masyarakat bahwa Desa tidak melulu mengurusi upacara adat semata, tidak hanya fokus pada ritual Hindu tapi juga bisa bicara tentang ekonomi kreatif. Ini cara yang baik untuk meningkatkan kesejahteraan didesa. Apalagi saat ini banyak pembeli dan calon konsumen ( buyers ) yang langsung datang ke desa untuk membeli produk dan kita akui semakin ke desa maka kualitas produk akan semakin baik. “ ungkap Gusti Wedakarna. Iapun meminta kepada seluruh Kepala Desa dan Bendesa Adat di Bali agar bisa menyelenggarakan acara – acara semacam ini diwilayah masing – masing, karena ini semakin bermanfaat. “ Siapa sangka Desa Menaanga yang selama ini ini hanya dianggap sebagai bukan destinasi utama dikawasan Besakih tapi bisa membuktikan dirinya hebat. Para pengunjung bahkan ada diluar kecamatan dan diluar kabupaten. Dimana – mana rakyat suka hiburan, suka makan, suka mengejar produk desa berkualitas tapi terjangkau dan ini semua ya di Festival. Bali tanpa exhibition ( pameran ) tanpa marketing bukanlah Bali. Lihat saja tadi anak – anak muda Karangasem belajar menjadi wirausaha dengan berani mengadakan pameran produk anak muda. Juga ibu – ibu sudah percaya diri membuka stand kuliner ajengan Bali, yang Sukla ( suci ), begitu juga ada pengusaha produk wewangian yang saya periksa kualitasnya tidak kalah dengan produk dari luar Bali, serta pengusaha muda yang membuat kerajinan dengan kualitas lebih dari impor. Saya datangani satu persatu stand itu dan kaget juga dengan kualitasnya. Ini hebat dan harus diadakan terus. Bali hanya bisa bertahan jika ekonomi umat Hindu Kuat. Dharma, Artha, Kama harus seimbang”ungkap Gusti Wedakarna. Iapun meminta kepada seluruh desa di Bali untuk berani mengadakan acara serupa. “ Saya minta, pengurus Desa, Perbekel, Bendesa Adat, Sekaa Teruna, Ibu PKK ayo buat festival didesa masing – masing. Tunjukkan kebanggaan sebagai wangsa Bali, dan  tunjukkan keseluruh dunia bahwa orang Bali itu berkualitas. Kita punya sesana, punya kualitas dalam menjaga produk dan juga orang Bali bangga akan budaya adat Hindunya. Ibaratnya jika sebuah desa mengadakan festival maka banyak hal bisa dicapai, yakni Branding, Marketing Product, Ideologi, Market Segmentation dan juga menciptakan Entrepreneur. Sudah saatnya kiblat pembangunan ekonomi Bali dikembalikan ke Desa. Selamat untuk Desa Menanga dan saya akan jadikan contoh festival ini ke tingkat nasional. Republik harus tahu acara baik ini. This is Satyagraha “ungkap Gusti Wedakarna.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *