Categories BudayaHindu

TEGEH KORI DEKLARASIKAN PERSAUDARAAN DENGAN WARGA PANDE DAN ARYA SENTONG

 WARIH DALEM – Penyerahan Keris dan Prasasti Persaudaraan PANDBTK Oleh Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III ( Sekjen ) dan Dr. Sugawa Kory ( Wakil Ketum ) ke Ketum Maha Semaya Pande dan Ketum Semeton Arya Sentong Diupasaksi Raja Puri Agung Klungkung Ida Dalem Smara Putra

PESAMUAN AGUNG VII PANDBTK DIUPASAKSI RAJA PURI KLUNGKUNG

Sejarah tercipta di Pura Kawitan Dalem Benculuk Tegeh Kori Ring Tonja Denpasar. Tiga keluarga besar pasemetonan di Nusantara yakni Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori ( PANDBTK ), Pasemetonan Maha Semaya Warga Pande dan Pasemetonan Ksatrianing Dalem Amangku Bumi Shri Arya Sentong bertemu diacara Pesamuan Agung VII PANDBTK. Diinisiasi oleh Semeton Tegeh Kori, acara Pesamuan Agung VII dirangkaikan dengan Deklarasi Persaudaran antara Semeton Tegeh Kori dengan Semeton Pande dan Semeton Arya Sentong. Demikian terekam dalam acara Pesamuan Agung VII yang dihadiri oleh ratusan peserta dari seluruh Bali dan wakil – wakil provinsi di Indonesia ini. Tampak hadir Raja Puri Agung Klungkung, Ida Dalem Smara Putra ( Tedung Semeton PANDBTK ), Prof. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana ( Ketua PHDI Provinsi Bali ), serta sejumlah Penglingsir Puri diantaranya  Puri Agung Denpasar, Puri Gerenceng Pemecutan serta wakil pemerintah. Dalam sambutan selaku Sekjen PANDBTK, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III menyampaikan bahwa Deklarasi Persaudaraan ini merupakan amanat dari Pesamuan Agung VII yang bertujuan untuk kebersatuan wangsa Bali. “ Dengan restu Sabha Pandita, kami mewakili seluruh Warih Ida Betara Dalem Benculuk Tegeh Kori dengan ini mendeklarasikan persaudaran dan kerjasama antar pasemetonan dengan tujuan demi tegaknya nilai – nilai Pancasila. Ini baru kali pertama dalam sejarah, setelah ratusan tahun bahwa leluhur dan Semeton Tegeh Kori bersatu kembali dengan Semeton Warga Pande dan Semeton Arya Sentong. Dan nantinya akan tentu dengan seluruh Trah dan Soroh di Bali. Ini hanya awal dari sejarah baru ini. “ Ungkap Shri Gusti Wedakarna. Iapun menyatakan alasan dibalik deklarasi persatuan ini adalah karena adanya kaitan sejarah leluhur yang harus diingat oleh generasi muda. “ Kami tidak akan bisa lupa dengan leluhur warga pande mengingat dalam sejarah, leluhur kami I Gusti Tegeh Kori ( Raja Badung Pertama dan Pendiri Kerajaan Badung ) ketika menjadi Raja di Gumi Badeng ( Badung ), sangat dibantu dengan leluhur pande. Hal ini dibuktikan dengan adanya pelinggih pande dipura kawitan kami. Selain itu kami dari Tegeh Kori mulai hari ini mengakui warga pande sebagai Ksatria Arya, bagian dari keleluhuran majapahit, apalagi ada kaitan dengan sejarah leluhur di Tamblingan dan juga di Batur. Selain itu dengan Semeton Arya Sentong adalah karena bagaimanapun juga Ida Betare Tegeh Kori memiliki sejarah di kabupaten Badung dan berbicara sejarah badung tidak bisa lepas dari peran leluhur Arya Sentong. Ini sebagai wujud penghormatan kami “ Ungkap Gusti Wedakarna bersama Ida Shri Bhagawan Yogisnara Dwijaputra Wiswananda. Dalam acara deklarasi tersebut dihadapan Ida Dalem Smara Putra ( Raja Puri Agung Klungkung ), Sekjen PANDBTK menyerahkan keris majapahit dan prasasti yang juga ditandatangani oleh Ida Dalem Smaraputra, Sabha Pandhita, Ketua Umum Warga Pande, Ketua Umum Shri Arya Sentong, Ketua Umum dan Sekjen PANDBTK. Kedepan organisasi PANDBTK akan terus menjalin deklarasi kebersatuan semeton dengan trah dan warih organisasi lainnya demi terwujudnya kebersatuan Wangsa Bali baik Bali Majapahit maupun Bali Mule.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *