Categories Hindu

DR .GUSTI ARYA WEDAKARNA PESANKAN PERTAHANKAN EKSISTENSI HINDU BALI LEWAT KB BALI

Undangan – Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradata Wedasteraputra Suyasa III saat foto bersama dengan kedua mempelai dan keluarga di Desa Kedisan, Kintamani Bangli

 

HADIRI UDANGAN PERNIKAHAN I NYOMAN PRABHU BUANA RUMIARTHA, SH,MH DENGAN NI PUTU TUTIK ARIMIDEWI, A.Md

 

Undangan- Ditengah-tengah rutinitas yang padat sebagai Perwakilan Lembaga Negara Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradata Wedasteraputra Suyasa III meluangkan waktunya untuk menghadiri resepsi pernikahan I Nyoman Prabhu Buana Rumiartha, SH,MH dengan Ni Putu Tutik Arimidewi, A.md di Resto Apung Kintamani, Bangli. I Nyoman Prabhu Buana Rumiartha, SH,MH merupakan putra dari pasangan (Alm) I Wayan Rumiartha, SH dan (Alm) Lindrawati, BA sementara Ni Putu Tutik Arimidewi, A.md merupakan putri dari pasangan Made Ardiasa dan Ni Wayan Miniasih Kedatangan Dr. Arya Wedakarna disambut antusias oleh keluarga kedua mempelai beserta tamu undangan yang juga hadir pada resepsi pernikahan tersebut sehingga para undangan lainnya berebut meminta foto. Pada kesempatan tersebut I Nyoman Prabhu Buana Rumiartha, SH,MH mengungkapkan “ Bahwa ia sangat berterima kasih atas kedatangan Dr. Arya Wedakarna pada momentum yang sangat berbahagia hari ini, lebih lanjut dirinya senang bisa bertemu langsung dengan tokoh muda Bali yang saat ini menjadi utusan rakyat Bali untuk mengisi kursi Legislatif di Gedung Senayan Jakarta dan tentunya hari ini akan menjadi sebuah sejarah bagi keluarga saya dengan hadirnya Dr. Wedakarna.” Ungkapnya. Didampingi keluarga mempelai, DR. Gusti Wedakarna mengaku bahwa dirinya senang menghadiri setiap undangan resepsi pernikahan  yang masuk ke meja kerjanya, apalagi banyak undangan yang datang di berbagai daerah di provinsi bali, ia mengatakan “ Sebagai seorang Senator tugas saya senantiasa terus dilapangan untuk meninjau persoalan masyarakat di Bali tidak terserap secara keseluruhan oleh pemerintah lokal kita, dan sebagai Senator wajib untuk mengakomodir setiap aspirasi dari masyarakat Bali, lebih lanjut ia mengatakan sebenarnya ketika saya menghadiri undangan resepsi pernikahan justru saya senang bisa melihat masyarakat yang hadir dan tentunya masyarakat yang diundang kan juga tidak dari 1 desa atau daerah saja dalam undangan tersebut sehingga saya bisa dapat mendengar langsung apa saja yang menjadi kendala-kendala masyarakat daerah saat ini.” Ungkap DR. Arya Wedakarna yang juga merupakan putra dari salah satu tokoh penggagas Parisade Hindu di Bali. Sebelum berpamitan untuk melanjutkan agenda selanjutnya, Dr. Arya Wedakarna mengucapkan Selamat berbahagia pada kedua mempelai dan berpesan agar keduanya tetap komitmen dalam menjalankan perjalanan rumah tangga kedepan, ia mengatakan “ bahwa rumah tangga merupakan satu konsepsi kehidupan ketika dua kepala dari orang yang berbeda disatukan menjadi satu kepala untuk menjalankan dan mencapai tujuan rumah tangga yang langgeng melalui sebuah organisasi kecil, saya pesankan kepada kedua mempelai sekecil dan sebesar apapun nantinya tantangan yang kalian hadapi jangan jadikan itu sebuah hambatan.” Ungkapnya. Dr. Arya Wedakarna juga menyampaikan agar kedua mempelai melestarikan KB (Keluarga Berencana) Bali dengan 4 orang anak sebagai sasana  orang bali yang memiliki 4 orang anak sesuai dengan konsep catur warna (Brahmana, Ksatria, Weisya dan Sudra) dalam umat Hindu  sebagai konsep dalam melahirkan cikal bakal generasi-generasi Hindu Bali yang nantinya tetap mempertahankan peradaban dan  eksistensi umat Hindu Bali. “tandasnya.

About the author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *